• Three Angels Media

Bagian 2 : Dasar-dasar Hari Sabat


Hari Sabat berasal dari penciptaan dunia: Kejadian 1 dan 2 mengungkapkan bahwa Tuhan menciptakan dunia kita dalam enam hari, dan Kejadian 2 : 1-3 “Demikian diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu." Demikianlah Tuhan beristirahat, memberkati, dan menguduskan hari ketujuh dalam seminggu sebagai sebuah peringatan penciptaan. Dia tidak beristirahat pada hari ketujuh karena Dia lelah atau letih, tapi sebagai sebuah teladan bagi manusia yang baru diciptakannya menurut gambar-Nya sendiri. Adam dan Hawa diciptakan pada hari keenam (Kejadian 1:26, 27), dan hari ketujuh adalah hari pertama mereka, seharian penuh untuk hidup di Taman Eden. Dan betapa menyenangkan hari itu! Hari pertama mereka adalah hari istirahat bersyukur, sehingga mereka bisa memusatkan perhatian pada kebaikan Pencipta mereka yang baru saja membentuk mereka, terpisahkan dari pekerjaan mereka sendiri.

Jadi hari Sabat, sejak awal, menunjuk untuk beristirahat, bukan pekerjaan. Hari Sabat sudah ada pada penciptaan bahkan sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Perintah keempat (Keluaran 20: 8-11): Setelah manusia jatuh dalam dosa, Tuhan menulis Sepuluh Perintah dengan jari-Nya sendiri di atas dua loh batu (lihat Keluaran 31:18). Sepuluh Perintah Allah mengungkapkan "kehendak-Nya" (lihat Roma 2:18) untuk setiap keturunan Adam dan Hawa. Perintah keempat menyatakan: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.Keluaran 20: 8-11.

Dari semua Sepuluh Perintah Allah, yang keempat adalah satu-satunya yang dimulai dengan firman, "Ingatlah." Karena sangat pentingnya mengingat akar manusia dimana kita berasal (bahwa kita tidak berevolusi, namun diciptakan "menurut gambar Allah"), Tuhan ingin memastikan bahwa kita tidak melupakan hari ketujuh Sabat. Alasan perintah tersebut kembali ke minggu penciptaan. Jika ada perintah yang bisa diubah (yang sebenarnya tidak bisa dilakukan), pastilah itu bukan perintah satu-satunya dimana Tuhan yang menyuruh kita untuk "Ingat" dan jangan lupa!

Yesus Kristus memelihara hari Sabat: "dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab." Lukas 4:16. Lukas menulis bahwa ini adalah "kebiasaan" rutin Yesus Kristus, yang berarti Dia telah memelihara lebih dari 1500 hari Sabat selama 33 tahun Ia berjalan di bumi ini.

Sabat tetap dipelihara setelah salib: Setelah Yesus Kristus wafat, para pengikutnya "beristirahat pada hari Sabat sesuai dengan perintah." (terjemahan langsung KJV Lukas 23:56). Jadi "perintah", yang berarti perintah keempat (lihat Keluaran 20: 8-11) masih berlaku dan dipelihara setelah salib. Yerusalem hancur pada tahun 70 M, hampir empat puluh tahun setelah penyaliban Kristus. Melihat ke depan pada masa penghacuran itu, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus berdoa agar "pelarian mereka tidak pada saat musim dingin, maupun tidak pada hari Sabat." Matius 24:20. Jadi menurut Yesus memelihara perintah Sabat lebih penting sekalipun nyawa taruhannya. Bertahun-tahun setelah kebangkitan Kristus, Lukas menulis, "Dan pada hari Sabat kita pergi ke luar kota di tepi sungai." Kisah Para Rasul 16:13. Jadi Lukas, yang adalah seorang bukan Yahudi, dan Paulus, yang bepergian dengan dia, menjaga hari Sabat yang kudus jauh dari Yerusalem, di Filipi, yang merupakan wilayah bukan Yahudi.

Hari Sabat akan berlanjut sampai selama-lamanya: Sabat akan berlanjut, bahkan sampai kekekalan, karena Yesaya menulis bahwa "di bumi dan langit yang baru ...bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman Tuhan." Yesaya 66:22,23. Inilah yang Tuhan katakan, bukan manusia. Kita harus percaya FirmanNya pertama dan terutama.

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

­

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA