• Three Angels Media

Bagian 5 : Fakta-Fakta Hari Sabat dalam Kitab Kisah Para Rasul


Orang-orang bukan Yahudi (bangsa-bangsa lain) memelihara hari Sabat di Antiokhia : Di Antiokhia, Paulus "pergi ke rumah ibadat pada hari Sabat." Kisah Para Rasul 13:14. Orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi yang masuk ke agama Yudaisme menyembah di sana (ayat 16 dan 26). Setelah memberitakan Injil, "bangsa-bangsa lain meminta agar kata-kata ini diberitakan kepada mereka pada hari Sabat berikutnya." (Ayat 42 KJV).

Orang-orang bukan Yahudi ini sudah menjadi pemelihara hari Sabat (karena mereka adalah orang-orang yang telah bertobat kepada Yudaisme), dan setelah mereka menerima Yesus Kristus yang mereka inginkan mendengarkan lagi "Sabat berikutnya". Paulus tidak mengatakan, "Hari Minggu adalah Hari Tuhan!" Sebaliknya, "berbicara kepada mereka, Dia membujuk mereka untuk tetap hidup dalam kasih karunia Allah." Ayat 43. Orang-orang bukan Yahudi yang memelihara Hari Sabat ini sekarang " hidup di dalam kasih karunia Allah" sebagai orang percaya kepada Yesus Kristus. Paulus menyuruh mereka untuk "melanjutkan" ke dalam kasih karunia ini, yang mereka lakukan sepanjang minggu. Kemudian "pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota bersama-sama untuk mendengarkan firman Allah." Ayat 44. Pada hari Sabat, Paulus hanya mengajarkan "firman Allah," bukan tradisi manusia. Jelas, hari Sabat tidak diubah, dan orang-orang bukan Yahudi di Antiokhia yang sekarang percaya kepada Yesus Kristus tetap memelihara Kekudusan Hari Sabat.

Hari Sabat dan Sidang Jemaat Yerusalem (Kis 15 ) : Sebuah dewan Yerusalem yang dipimpin oleh para rasul diorganisir untuk membahas "pertanyaan ini ... masalah tentang "sunat" dan "hukum Musa". Kisah Para Rasul 15: 1,2,5. Sabat sendiri tidak diperdebatkan atau bahkan dibahas. Gereja memutuskan bahwa bangsa-bangsa lain "diselamatkan ... melalui kasih karunia Tuhan Yesus Kristus" (ayat 11) dan karenanya mereka tidak perlu disunat. Namun untuk menghindari agar tidak menyinggung orang Yahudi, mereka diberi batasan tertentu. Ayat 19,20. Pada masa awal sejarah Gereja ini, orang-orang percaya bukan Yahudi masih menyembah dengan orang-orang Yahudi di rumah-rumah ibadat mereka (Sinagog) "setiap hari Sabat". Ayat 21. Dengan demikian, ayat 21 membuktikan bahwa "hari Sabat" tidak dibatalkan oleh Sidang Yerusalem. Sebaliknya, hal itu malah ditekankan tanpa perbedaan pendapat sebagai hari ibadah Alkitabiah untuk orang Yahudi dan orang bukan Yahudi.

Sebuah gereja yang memelihara hari Sabat dimulai di Filipi : Lukas dan Paulus menyampaikan "keputusan-keputusan" Sidang Yerusalem dan memasuki Yunani untuk "memberitakan Injil." Kisah Para Rasul 16:4,9,10. Di Filipi, Lukas menulis bahwa "pada hari Sabat Kami keluar dari kota di tepi sungai". Kisah Para Rasul 16:13. Tidak ada Sinagog di sana, tapi hari Sabat masih tetap dipelihara. Orang bukan Yahudi bernama Lydia, "yang hatinya Tuhan buka ... dibaptiskan, dan juga keluarganya" (16:14,15). Ini adalah awal dari gereja Sabat Perjanjian Baru Yesus Kristus di Filipi. "Surat Paulus kepada jemaat Filipi" ditulis ke gereja ini.

Sebuah gereja pemelihara hari Sabat dimulai di Tesalonika : Paulus memasuki sebuah rumah ibadat/Sinagog di Tesalonika dan “ tiga hari Sabat berturut-turut” berbicara dengan mereka dari kitab suci, menerangkan dan menunjukkan, bahwa Kristus harus menderita, dan bangkit kembali dari kematian. Kisah Para Rasul 17:1-3. Demikianlah Paulus memberitakan kebangkitan Yesus Kristus pada hari Sabat. Dia tidak menyebutkan hari Minggu. Banyak orang Yunani percaya. Ayat 4. Ini adalah awal dari gereja pemelihara Sabat Perjanjian Baru di Tesalonika. "Surat Pertama dan kedua Paulus kepada jemaat Tesalonika, ditulis untuk gereja ini.

Sebuah gereja yang memelihara hari Sabat dimulai di Korintus : Kemudian Paulus “datang ke Korintus” dan berbicara di dalam rumah ibadat setiap hari Sabat, dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani." Kisah Para Rasul 18:1,4. "Dia melanjutkan satu tahun enam bulan, Ayat 11. Sekali lagi, Paulus tidak mengkhotbahkan tradisi manusia, tetapi hanya "firman Allah." . Banyak orang di Korintus yang mendengarkan menjadi percaya, dan telah dibaptis, termasuk Krispus, Pemimpin utama rumah ibadat/sinagog(ayat 8). Krispus adalah seorang pemelihara hari Sabat yang menjadi seorang pemimpin di gereja pemelihara Sabat Perjanjian Baru Yesus Kristus di Korintus (Lihat 1 Kor 1:14). Surat Pertama dan Kedua Paulus kepada jemaat di Korintus ditulis ke gereja ini.

Sebuah gereja pemelihara Sabat dimulai di Efesus : Paulus "datang ke Efesus" dan menemukan "beberapa murid". Kisah Para Rasul 19:1. Seperti biasa, "dia pergi ke rumah ibadat, dan berbicara dengan berani selama tiga bulan, memperdebatkan dan berusaha meyakinkan hal-hal mengenai kerajaan Allah." Ayat 8. Ini jelas terjadi pada hari-hari Sabat, seperti di Antiokhia, Korintus dan Tesalonika . Banyak yang menolak khotbahnya, jadi akhirnya Paulus "memisahkan murid-murid." Ayat 9. Dia melanjutkan ke sana "dalam jangka waktu dua tahun; Sehingga mereka yang tinggal di Asia mendengar firman Tuhan Yesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani". Ayat 10. Mereka yang menerima Tuhan menjadi inti dari gereja Yesus Perjanjian Baru yang memelihara Sabat di Efesus. "Surat Paulus kepada jemaat di Efesus" ditulis ke gereja ini.

Paulus TIDAK PERNAH dituduh melanggar Sabat oleh orang Yahudi: Akhirnya, Paulus ditangkap di Bait Allah di Yerusalem. Kisah Para Rasul 21. Dalam persidangannya di hadapan Sanhedrin, bahkan orang-orang Farisi mengakui, "Kami tidak menemukan kejahatan dalam diri orang ini." Kisah Para Rasul 23:9. Dihadapan Felix, Paulus memberi kesaksian, "..bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami….Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam kitab Taurat dan dalam kitab para nabi." Kisah Para Rasul 24:14. Dihadapan Festus dia menyatakan, "sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi". Kisah Para Rasul 25:10. Dihadapan Agripa, "…aku dapat hidup sampai sekarang...Dan apa yag kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa”. Kisah Para Rasul 26:22. Para Nabi dan Musa tidak berbicara bahwa memelihara Hari Minggu akan datang dan seharusnya dipelihara umat Tuhan. Akhirnya, Paulus berbicara kepada orang-orang Yahudi di Roma, "Percayalah kepada mereka tentang Yesus, baik dari hukum Musa, dan dari para nabi, dan itu berlangsung dari pagi Sampai malam. "Kisah Para Rasul 28:23. Selama dalam tahanan dan persidangan, orang-orang Yahudi tidak pernah menuduh Paulus melanggar Sabat. Kenapa tidak? Karena dia tidak pernah melakukannya!

Gereja Perjanjian baru di Filipi, Tesalonika, Korintus dan Efesus semuanya adalah Gereja pemelihara Sabat yang terdiri dari orang Yahudi dan bukan Yahudi yang percaya dalam kematian, perkuburan, dan kebangkitan Yesus Kristus. Paulus menanam semua gereja tersebut dengan memberitakan hanya 'Firman Tuhan Yesus'

Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan Hari Minggu.

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

70 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA