• Three Angels Media

Bagian 6 : Sepuluh Alasan Mengapa Hari Sabat bukan milik Yahudi


1) Adam dan Hawa bukan orang Yahudi. "Tuhan memberkati hari ketujuh dan menguduskannya" (Kejadian 2: 3) sebelum dosa masuk, sebelum manusia jatuh dalam dosa. "Dikuduskan" berarti "dipisahkan untuk penggunaan kudus". Satu-satunya di Taman Eden untuk siapa Sabat "dipisahkan" adalah untuk Adam dan Hawa, yang bukan Yahudi. 2) Sabat dibuat untuk manusia. Markus 2:27. Yesus mengatakan hal ini. Sabat "dibuat" di Taman Eden sebelum "ditulis" di atas Gunung Sinai. Sabat "dibuat" untuk "manusia", bukan hanya orang Yahudi. 3) Sembilan perintah lainnya tidak diperuntukkan “hanya untuk orang Yahudi saja." Tuhan sendiri menulis "Sepuluh Perintah Allah" di atas batu, bukan hanya Sembilan perintah tapi Sepuluh Perintah. (lihat Ul 4:12, 13, Kel 20). Apakah "Jangan berzinah," "Jangan membunuh," "Jangan mencuri," dan "Jangan bersaksi palsu" hanya berlaku untuk orang Yahudi?

4) "Hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu". Keluaran 20:10. Tuhan memanggil hari Sabat, "hari kudus-Ku." Yesaya 58:13. Alkitab tidak pernah menyebutnya "hari Sabat orang Yahudi." Itu bukan hari Sabat mereka, melainkan kehendak Tuhan. 5) Perintah Sabat adalah untuk “orang asing” juga. Perintah keempat sendiri mengatakan "orang asing" itu harus beristirahat pada hari Sabat. Keluaran 20:10. "Orang asing" adalah orang bukan Yahudi, atau biasa disebut bangsa-bangsa lain. Jadi, hari Sabat juga berlaku bagi mereka. Baca juga Yesaya 56:6.

6) Yesaya mengatakan orang-orang bukan Yahudi harus memelihara hari Sabat. "Juga anak-anak orang asing ... setiap orang yang memelihara hari Sabat ... karena rumahku akan disebut rumah doa untuk semua orang." Yesaya 56: 6,7. Jadi, Sabat adalah untuk orang bukan Yahudi dan "semua orang," bukan Hanya untuk orang Yahudi.

7) "Semua” umat manusia akan memelihara hari Sabat di Bumi yang Baru. Di bumi yang baru ... dari Sabat berganti Sabat, semua manusia akan menyembah di hadapanku, firman Tuhan. Yesaya 66:22,23. Di sini Allah berfirman bahwa "semua manusia" akan memelihara hari Sabat di " Bumi yang baru”. Jika ini memang faktanya - dan memang demikian - bukankah seharusnya kita mulai dari sekarang? 8) Orang-orang bukan Yahudi memelihara hari Sabat di dalam Kitab Kisah Para Rasul. "Orang-orang bukan Yahudi meminta agar kata-kata ini diberitakan kepada mereka pada hari Sabat berikutnya ... Paulus dan Barnabas ... membujuk mereka untuk melanjutkan kasih karunia Allah." 'Kisah Para Rasul 13:42,43. Di sini orang bukan yahudi yang diselamatkan oleh kasih karunia tetap memelihara hari Sabat ( Lihat juga ayat 44). 9) "Hukum" [dari Sepuluh Perintah Allah] adalah untuk "seluruh dunia," tidak hanya untuk orang Yahudi. Paulus menulis kata-kata ini. Baca Roma 2:17-23; 3:19,23.

10) Lukas adalah orang bukan Yahudi yang memelihara hari Sabat. Lukas adalah satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis Kitab Perjanjian Baru (dia menulis Injil Menurut Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul). Lukas pergi bersama Paulus dan menulis, "Pada hari Sabat kita pergi ke luar kota di tepi sungai." Kisah Para Rasul 16:13. Itu adalah hari Sabat ketujuh, peringatan penciptaan (lihat Keluaran 20:11). Baik Lukas maupun Paulus mengetahuinya dan tetap memeliharanya.

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

34 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua