• Three Angels Media

Bagian 10 : Hari Sabat dalam Nubuatan Alkitab


Kitab Wahyu diberikan pada hari Sabat: Pada “hari Tuhan” aku dikuasai oleh Roh (Wahyu 1:10), tulis Yohanes. Kata “Tuhan” jelas mengacu kepada Yesus. Jadi apa "hari"-nya? Banyak yang percaya bahwa hari Tuhan adalah hari Minggu, namun tidak ada dukungan Alkitab untuk pendapat pribadi ini. Sebaliknya, satu-satunya hari yang secara khusus di identifikasi oleh Yesus sebagai hari-Nya adalah hari Sabat. Kristus menyatakan, "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." Matius 12 8. Jadi, Kristus menyatakan bahwa Dia adalah "Tuhan" atas hari itu. "Seperti biasa, Yesus sebenarnya mengutip Kitab Suci Perjanjian Lama dan menerapkannya kepada diriNya sendiri. Perintah keempat menyatakan, "Tetapi hari yang ketujuh adalah hari Sabat Tuhan." Keluaran 20:10. Nah itu dia: Yesus adalah Tuhan pada hari Sabat, yang berarti, Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta dalam bentuk manusia. Jika kita berpegang pada Firman saja, jelaslah bahwa Kitab Wahyu dikomunikasikan kepada Yohanes pada "hari Tuhan," yang, secara alkitabiah, adalah hari Sabat.

Angka "7" adalah nomor khusus Allah dalam kitab Wahyu: Secara signifikan angka 7 selalu disebut, kitab Wahyu berbicara tentang 7 gereja (1:11), 7 kaki dian emas (1:12), 7 bintang (1:16), 7 lampu Api (4:5), 7 Roh Allah (4:5), 7 meterai (5:1), 7 sangkakala (8:2), 7 malaikat (15:1), dan 7 malapetaka terakhir (15:1) yang akan dicurahkan pada mereka yang mengikuti binatang yang jumlahnya 666. Wahyu 13:18. Dengan demikian angka "7" adalah nomor khusus Tuhan. Yesus Kristus diwakili sebagai "anak domba ... memiliki tujuh tanduk dan tujuh mata" (Wahyu 5:6), yang mengungkapkan bahwa angka "7" adalah nomor khusus Yesus Kristus juga, karena ini menunjuk pada Dia sebagai Yang telah menciptakan surga dan Bumi dalam enam hari, dan yang beristirahat pada hari ketujuh. Yohanes 1: 1-3; Ex. 20:11; Kol 1:16. Wahyu 1: 8,10,11; 22: 12-14, 16.

Menyembah Binatang atau Pencipta? Dalam kitab Wahyu, Yesus Kristus memperingatkan bahwa pada akhirnya "seluruh dunia heran lalu mengikuti binatang itu” dan "menyembah binatang itu". Wahyu 13:3,4; 14:9. Untuk menghindari penyembahan kepada "binatang itu", Wahyu secara khusus mengatakan bahwa kita harus "menyembah Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut, dan sumber air." Wahyu 14:7. Jadi dunia akan dibagi menjadi dua kelompok : satu kelompok menyembah binatang (Wahyu 14:9), sementara kelompok lainnya menyembah Sang Pencipta. Wahyu 14:7. Selain itu, mereka yang menyembah Sang Pencipta memiliki karakteristik kunci yang lain: Mereka "memegang/menuruti/melakukan perintah Allah dan memiliki iman kepada Yesus." Wahyu 14:12 KJV. Jika Anda melihat Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20), hanya ada satu perintah untuk menyembah Sang Pencipta, dan inilah pernyataan firman Tuhan, "Sebab dalam enam hari Tuhan menciptakan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh. "Kel. 20:11. Dengan membandingkan Wahyu 14:7 dengan Keluaran 20:11, jelas bahwa Wahyu 14:7 mengutip perintah keempat dan menekankan pentingnya hal tersebut. Jadi kita melihat bahwa Yesus Kristus, yang pada awalnya memberi "Wahyu" kepada Yohanes pada hari Sabat, juga telah mengungkapkan dalam nubuatan Wahyu. UndanganNya kepada kita untuk Menyembah Pencipta, kembali kepada perintah Sabat untuk menghindari mengikuti binatang itu!

Kitab Wahyu menunjuk pada "Pondasi dunia"/sejak dunia dijadikan : Perhatikan dengan seksama, " Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya (binatang itu), yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan dari Anak Domba dari pondasi dunia ini."Wahyu 13:8 KJV. Di "pondasi dunia," Anak Allah menciptakan planet bumi dalam enam hari, dan beristirahat pada hari ketujuh. Lihat Yohanes 1:10; Kel 20:11. Ketika Adam dan Hawa berdosa dengan menyerah pada kebohongan ular (Kejadian 3:1-6), sesegara itu juga Anak Allah mengajukan diri untuk menjadi Juruselamat bagi umat manusia yang jatuh. Ribuan tahun kemudian, Dia muncul di bumi sebagai Manusia untuk "mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Lukas 19:10), yaitu, pada akhirnya mengembalikan kita ke kondisi awal kita sebelum kejatuhan manusia. Jika Adam dan Hawa tidak pernah berdosa, mereka pasti bahagia, pemelihara Sabat Hari Ketujuh dari Pencipta mereka sepanjang kekekalan. Sepanjang kekekalan umat manusia akan memelihara hari sabat kalau mereka tidak jatuh dalam dosa. Yesus mati untuk membawa kita kembali ke kondisi Taman Eden, ke keadaan semula manusia. Inilah tujuan keseluruhan rencana keselamatan. Dengan membaca Kejadian 1 dan 2, dengan kembali ke "pondasi dunia," kita belajar kebenaran.

"Tanduk kecil" berusaha untuk "mengubah waktu dan hukum" (Daniel 7:25): Dengan membandingkan dengan hati-hati Daniel 7 dengan Wahyu 13, kita belajar bahwa "binatang" dari kitab Wahyu juga disebut "tanduk kecil" oleh Nabi Daniel . Salah satu karakteristik utama dari "tanduk kecil" adalah: "dia akan berpikir untuk mengubah waktu dan hukum." Dan 7:25KJV. Ketika kita melihat Sepuluh Perintah Allah, kita menemukan bahwa “hanya ada satu perintah tentang waktu," – yaitu perintah Sabat. Kami percaya banyak orang Kristen yang tulus diberbagai denominasi Gereja, kami tidak menebarkan kebencian terhadap denominasi gereja, kami percaya banyak orang di sorga dari berbagai latar belakang gereja, tapi kami harus memberitakan Kebenaran Alkitab didukung bukti-bukti sejarah. Pelajari Sejarah Gereja dimana para Bapak Reformasi Protestan pada abad ke-16 mengidentifikasi Gereja Katolik Roma sebagai "tanduk kecil" dan "binatang itu." Secara mengherankan Gereja Roma mengakui bahwa sendiri bahwa mereka merubah kekudusan hari Sabat ke hari Minggu, yang sesuai dengan nubuat Daniel 7:25. Tiga kali di dalam Daniel pasal 7, Tuhan disebut sebagai "Ancient of days” bahasa Indonesianya ”Yang Lanjut Usianya." Daniel 7:9,13,22. Ungkapan unik ini, "Yang Lanjut Usianya," tidak ditemukan di tempat lain di seluruh Alkitab, dan menunjuk Kembali ke Minggu Penciptaan yang asli ketika Tuhan Yang Maha Kuasa membuat dunia dalam "enam hari" dan beristirahat pada hari ketujuh. "Kejadian 1; 2:1-3. "Tanduk kecil", dengan "mulut yang meyombong atau mengucapkan hal-hal besar" (Daniel 7:8KJV) menyerang apa yang Tuhan sudah tentukan pada “pondasi dunia".

Nubuatan Daniel dan Kitab Wahyu mengungkapkan bahwa Yesus Kristus berusaha untuk membatalkan kerusakan ini dan untuk memimpin umat-Nya kembali, selangkah demi selangkah, pertama ke kayu salib, dan kemudian mematuhi semua "perintah-perintah Allah" (Wahyu 14 :12), termasuk yang keempat, yang menunjuk pada Pencipta langit dan bumi yang sejati. Yesus Kristus adalah Pencipta kita, dan "Anak Domba kita," yang telah mati karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Alah (Roma 3:23). Dengan Kuasa PenciptaanNya dia menjadikan manusia menurut gambar-Nya (Kej 1:26), dan atas Karya-Nya diatas Kayu Salib mendamaikan kita yang berdosa dengan diri-Nya sehingga kita menjadi “ciptaan baru”: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Kor 5:17, 18).

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

Untuk informasi lebih lengkap tentang “binatang”, “tanduk kecil” baca Artikel Membuka Kedok Antikristus. Hubungi 3AM@threeangelsmedia.com untuk mendapatkan Pelajaran Alkitab.

“Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Wahyu 13:9

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

90 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA