• Three Angels Media

Bagian 8 : Kontroversi Hari Sabat dalam Perjanjian Baru


Antara Kristus dan orang-orang Farisi: Hari Sabat seringkali menjadi pemicu perdebatan yang menyakitkan antara Yesus Kristus dan orang-orang Farisi; Namun masalahnya bukanlah pada hari apakah hari Sabat, buat mereka hari Sabat itu Jelas Hari ketujuh, masalahnya bukan apakah sabat harus dipelihara, melainkan “bagaimana cara” memelihara Sabat. Yesus dan orang-orang farisi setuju bahwa hari itu adalah Hari Sabat yang harus dipelihara sesuai perintah Tuhan, tapi mereka berbeda cara memeliharanya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membuat banyak peraturan agama yang berat dan menjadi beban yang tidak ada dasar firmanNya, banyak dari antaranya adalah tradisi buatan manusia, termasuk persyaratan hari Sabat yang ketat, dan meletakkannya "di atas bahu orang" (Matius 23:4). Yesus menegur mereka karena mengajar doktrin-doktrin perintah manusia.

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”Matius 15:9.

Yesus memelihara hari Sabat (lihat Lukas 4:16), namun Dia tidak mengikuti peraturan orang-orang Farisi yang tidak masuk akal. Satu contoh “peraturan buatan” orang Farisi adalah: "Tidak boleh ada kesembuhan/tidak boleh menyembuhkan pada hari Sabat."Yesus mengabaikan" peraturan buatan manusia" yang tidak berperasaan ini dengan menyembuhkan orang sakit pada jam-jam di Hari Sabat (lihat Yohanes 5: 1-9; Markus 1: 21-27; dll). Dengan melakukan hal itu, Tuhan kita mengungkapkan Keilahian-Nya, kuasa-Nya atas penyakit dan Setan, dan bahwa hari Sabat pada awalnya ditahbiskan oleh Allah untuk menjadi berkat bagi manusia, bukan kutukan.

Dalam satu contoh, Kepala rumah ibadat menjadi marah "karena Yesus menyembuhkan seorang wanita pada hari Sabat." Lukas 13:14. Yesus menjawab, "Bukankah perempuan ini, yang adalah anak perempuan Abraham, yang telah diikat oleh Setan selama delapan belas tahun ini, harus dilepaskan dari ikatan ini pada hari Sabat?" Lukas 13:16 KJV. Karena kesembuhan Sabat-Nya membuat orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuhnya, karena menurut orang farisi ia (Yesus) tidak hanya melanggar hari Sabat tetapi juga mengatakan bahwa Allah adalah Bapanya, yang membuat dirinya setara dengan Allah." Yoh 5:18. Pertama, Yesus memang "setara dengan Allah" (lihat Flp 2:6), jadi ini bukan alasan yang sah untuk membunuh-Nya; Dan kedua, Yesus tidak pernah "meniadakan hari Sabat" karena Yesus sendiri melakukan perintah Bapa (lihat Yoh 15:10), tetapi yang Yesus lakukan adalah meniadakan peraturan seputar Hari Sabat buatan orang-orang Farisi. Jika Yesus benar-benar "meniadakan hari Sabat," Dia pasti akan berdosa karena melanggar perintah ke-4 yang Dia sendiri buat, dan dengan demikian pengorbanan-Nya di kayu salib akan menjadi tidak sempurna dan sia-sia. Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. 1 Yoh 3:4. Tetapi Yesus "tidak melakukan dosa" (lihat 1 Petrus 2:22).

Ketika murid-murid Kristus mencabut dan memakan gandum sambil berjalan menuju ke sebuah rumah ibadat pada hari Sabat pagi, orang-orang Farisi menuduh mereka melakukan "apa yang tidak diperbolehkan (tidak sah/tidak sesuai hukum/melanggar hukum) pada hari Sabat" Mat 12:1. Tetapi Yesus membela murid-murid-Nya, mengatakan bahwa mereka "tidak bersalah", dan mendefinisikan tindakan mereka sebagai "Sah / sesuai hukum / diperbolehkan... pada hari Sabat" (Mat 12:7,12 KJV); Yaitu selaras dengan perintah keempat.

Di lain waktu Kristus menyatakan, "Sabat dibuat untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat: Oleh karena itu Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat." Markus 2:27,28. Di sini Yesus menunjuk kembali/menunjuk kebelakang ke dalam Masa Penciptaan sebelum manusia jatuh dalam dosa. Manusia diciptakan pada hari keenam (lihat Kej 1:26,31), dan "hari Sabat dibuat" pada "hari ketujuh" untuk menjadi berkat bagi manusia. Kej 2:1-3.

Orang-orang Farisi itu telah mengubah urutan penciptaan dengan meletakkan hari Sabat terlebih dahulu di atas kebutuhan manusia. Urutan yang Alkitabiah adalah manusia dulu diciptakan pada hari keenam, baru hari ketujuh adalah Sabat. (Apakah benar mengubah urutan alkitabiah itu lagi dengan membuat "hari pertama dalam minggu ini" menjadi sebuah hari Sabat yang baru?). Yesus kemudian berkata bahwa Dia adalah "Tuhan juga atas hari Sabat." Ini berarti bahwa Dia adalah “Tuhan sejati” yang menciptakan dunia dalam enam hari dan beristirahat pada hari ketujuh (lihat Keluaran 20:11). Jadi, Sabat adalah, secara alkitabiah, "Hari Tuhan/Harinya Tuhan" Lihat Wahyu 1:10. Yesus sendiri yang membuat hari, dan Dia tahu bagaimana cara memeliharanya. Tidak salah jika Dia menyembuhkan orang sakit dan untuk memenuhi kebutuhan manusia pada Hari KudusNya. Catatan: Banyak Mujizat kesembuhan besar terjadi di hari Sabat. Karena hari Sabat hari spesial penuh berkat. Tuhan sendiri “memberkati dan menguduskan”. Manusia tidak bisa membuat hari sabat tandingan, kemudian memberkati dan menguduskannya.

Di Gereja Perjanjian Baru: Sabat tidak pernah menjadi masalah di Gereja Perjanjian Baru. Tidak ada kontroversi mengenai hal itu di dalam kitab Kisah Para Rasul atau di dalam surat-surat itu. Jika Sabat mingguan, yang diamati selama lebih dari 1000 tahun oleh orang Yahudi, telah diubah atau dihapuskan, pasti akan ada banyak diskusi mengenai hal ini oleh Gereja Perjanjian Baru. Tapi tidak ada. Orang-orang Kristen mula-mula memelihara hari Sabat baik orang yahudi maupun bukan yahudi sama-sama beribadah di hari Sabat. Kisah Para Rasul 13:12, 42-44; 16:13;dll. (Lihat artikel Fakta-fakta Hari Sabat dalam Kitab Kisah Para Rasul").

Kalau para ahli Taurat dan orang Farisi salah dalam menentukan kapan Hari Sabat, Yesus pasti akan mengoreksinya. Tapi Yesus bersama orang Yahudi memelihara Hari Sabat yang sama, yaitu Hari ketujuh. Kalau Gereja mula-mula salah dalam menentukan kapan hari Sabat, pasti Roh kudus akan menegur. Para rasul dan orang percaya baik yahudi atau non yahudi bersama-sama beribadah pergi ibadah pada Hari Ketujuh, Hari Sabat. Yesus melakukan perintah Bapanya, Dia tinggal dalam Kasih BapaNya, Dia mengajarkan perintah-perintah itu kepada murid-muridNya. Roh kudus tidak akan pernah mengajarkan yang bertentangan dengan perintah Yesus. Dan sebagai murid Kristus yang percaya Alkitab dan dipenuhi Roh Kudus, sudah seharusnya kita mengajarkan HANYA firman-Nya dan bukan perintah/tradisi manusia.

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

339 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA