• Three Angels Media

Bagian 1 : Hukum Pengorbanan Sudah Tidak Berlaku Lagi


Topik sepuluh hukum adalah salah satu topik yang paling membingungkan dunia Kristen karena ketidakmengertian dan kesalahpahaman dari beberapa teks alkitab. Dan sebenarnya dibalik semua kebingungan dan kesalahpahaman itu ada peperangan rohani antara Firman Tuhan dan Penipuan/Tradisi Manusia, antara yang baik dan jahat. Sekali lagi kami percaya banyak orang percaya yang tulus dari berbagai denominasi gereja dengan segala perbedaan doktrin, dan banyak dari antara mereka akan bersama-sama dengan Yesus di sorga.

Yang kami inginkan adalah menyampaikan Kebenaran: “Ada tertulis”, “Tuhan berkata”. Apa yang sebenarnya dikatakan Firman Tuhan mengenai topik ini supaya kita tidak terjatuh dalam penipuan iblis dan melakukan tradisi manusia, dan kembali kepada ajaran Murni Yesus Kristus. Didunia Kristen saat ini ada beberapa anggapan : ada yang percaya bahwa semua hukum Tuhan tidak berlaku lagi termasuk sepuluh hukum, ada yang percaya kita tetap harus merayakan perayaan hari raya yahudi sesuai hukum musa, ada yang percaya Sembilan dari Sepuluh Hukum (kecuali perintah Sabat), ada yang percaya semua sepuluh hukum Tuhan harus tetap dipelihara. Yang benar yang mana ? Mari kita uji dengan Alkitab sebagai Otoritas final Iman kita.

Dalam Bagian 1 dari seri ini yang berjudul, mengunjungi kembali Sepuluh Perintah Allah, akan terbukti dari Perjanjian Baru bahwa orang-orang Kristen yang diselamatkan oleh Kasih Karunia, seharusnya secara khusus menanggapi pemberian Allah dengan sungguh-sungguh berusaha untuk mematuhi Sepuluh Perintah Allah karena kasih kepada Yesus Kristus. Bagaimanapun juga, jika Yesus mati karena dosa-dosa kita yang melanggar hukum (1 Yohanes3:4; 1 Korintus 15:3), hal yang paling logis untuk orang berdosa setelah diampuni adalah menaati perintah-perintah Allah. Ketaatan yang dimotivasi oleh Kasih semacam itu juga hanya bisa dicapai oleh Roh Kudus-Nya yang bekerja di dalam kita. Roma8:4. Landasan melakukan Perintah Tuhan adalah Kasih, bukan mencari agar kita diselamatkan. Perhatikan dengan seksama Urutannya. Jadi kita melakukan perintah-perintah (hukum-hukum) Tuhan bukan supaya kita diselamatkan, justru karena kita telah menerima keselamatan oleh karena kasih karunia dan sebagai respon kasih kita kepada Allah maka kita melakukan perintah-perintahNya. Landasannya sangat jelas bahwa kita melakukan perintah Tuhan bukan untuk diselamatkan, tapi karena kita mengasihi Tuhan yang telah menyelamatkan kita.

Namun banyak yang menolak gagasan bahwa orang Kristen masih harus mematuhi Sepuluh Hukum. Mereka melakukan ini berdasarkan keyakinan mereka bahwa Perjanjian Baru tidak hanya mengajarkan bahwa "kasih karunia yang terpisahkan dari hukum Taurat," tetapi juga mengajarkan penghapusan Sepuluh Perintah Allah sendiri sebagai standard kebenaran. Kebenaran yang mereka percaya ini adalah kepercayaan yang didasarkan pada kesalahpahaman terhadap beberapa bagian tertentu dalam Perjanjian Baru : tentang "perintah baru," "pemenuhan/penggenapan hukum,”dan "kita tidak berada di bawah hukum" (lihat Bagian 3 dari seri ini) , dan lain-lain tentang "penghapusan" perintah oleh Yesus Kristus secara aktual.

Tujuan dari studi sederhana ini adalah untuk membuktikan bahwa "hukum" yang dihapuskan dalam Perjanjian Baru bukanlah Sepuluh hukum, melainkan "hukum pengorbanan, persembahan, dan korban bakaran yang melibatkan pengorbanan darah dari binatang tertentu" yang semuanya itu menunjuk kedepan kepada Yesus Kristus dan kepada pelayanan-Nya. Hukum ritual dan tata cara yang mewajibkan orang-orang berdosa untuk mengorbankan anak domba sebagai korban pengampunan dosa telah berakhir (karena Yesus Kristus adalah Anak Domba yang mati untuk dosa manusia, satu kali dan selamanya), sementara Sepuluh Perintah Allah tetap bertahan sampai selama-lamanya.

Hukum Pengorbanan telah dihapuskan

Ibrani 10: 1,8 - Ada "hukum" yang terpisah dari Sepuluh Perintah Allah. Itu ditulis oleh Musa dan melibatkan "pengorbanan ...dan korban bakaran ... yang ditawarkan oleh hukum Taurat" (ayat 8). Itu disebut "bayangan dari hal-hal baik yang akan datang" (ayat 1). Itu adalah "bayangan" karena "pengorbanannya" menunjuk pada Pengorbanan Besar yang dilakukan Yesus Kristus di kayu salib. Ketika Yesus Kristus mati, "bayangan" ini dihapuskan/dihentikan.

Efesus 2:15 - Yesus Kristus "menghapuskan/membatalkan ... hukum perintah yang terkandung dalam tata cara." Bagaimana kita tahu ini sedang membicarakan tentang "hukum pengorbanan" dan bukan Sepuluh Perintah Allah? Kita tahu karena dalam buku yang sama (Efesus), Paulus mengutip perintah ke 5, "Hormatilah ayah dan ibumu" sebagai perintah yang penting yang didalamnya terkandung janji bagi orang percaya (Efesus 6: 1-3). Paulus mengatakan perintah ke 5 mewajibkan anak-anak untuk mematuhi orang tua mereka.

Apakah perintah ini baik buat hubungan kasih antara anak-anak dengan orang tua? Apakah karena kita diselamatkan jadi anak-anak tidak perlu hormat lagi kepada orang tua? Hanya Kasih Karunia melalui Iman kepada Yesus kita diselamatkan, bukan karena pekerjaan kita atau perbuatan baik kita melakukan hukum Tuhan, tapi setelah kita beroleh keselamatan, sebagai respon terhadap Kasih-Nya kita juga balik mengasihi Yesus dengan mengasihi sesama manusia. Hukum ke-5 adalah bagian dari hukum yang utama untuk mengasihi sesama. Oleh sebab itu Hukum ke 5 dan hukum kesembilan lainnya (sepuluh hukum adalah satu kesatuan, satu paket), tidak dapat dibatalkan, karena hal ini bertentangan dengan ajaran Alkitab.

Kolose 2:14 KJV : "Meniadakan/menghapuskan tulisan tangan tentang tata cara-tata cara yang melawan/mengancam/mendakwa kita……memakukannya ke salib-Nya." Banyak yang menerapkan ini pada Sepuluh Perintah Allah, tapi ini adalah sebuah kekeliruan. Mari kita teliti mengenai perkataan Paulus mengenai “handwritting of ordinances” (lihat versi KJV). Tata cara/peraturan yang disebutkan Paulus yang dipakukan di kayu salib adalah "tulisan tangan tentang tata cara-tata cara." Tulisan tangan ini menunjuk pada hukum yang ditulis dengan tangan Musa di di dalam sebuah buku (Ul 31: 24- 26). Ini berbeda dengan tulisan tangan Tuhan saat Dia menulis Sepuluh Hukum dengan Jari-Nya sendiri di "dua loh batu." Keluaran 31:18.(Bandingkan 2 ayat tersebut).

ALKITAB dengan jelas memisahkan, membedakan kedudukan dan karakteristik kedua hukum tersebut.

Ayat-ayat berikut menunjukkan perbedaan yang jelas antara "hukum pengorbanan" yang ditulis oleh Musa (yang dihapuskan oleh Kristus, dipakukan di kayu salib) dan Sepuluh Perintah yang bertahan selama-lamanya. Anda akan mempelajari dengan tanpa keraguan perbedaan kedua hukum, keduanya memiliki Pondasi yang berbeda, karakteristik yang berbeda, jangka waktu yang berbeda, sifat yang berbeda. Buka Alkitab anda dan banding satu persatu ayat demi ayat dibawah ini :

Ketika Yesus Kristus mati, nubuat mengatakan bahwa Dia (sedang berbicara mengenai Mesias) menyebabkan "pengorbanan ... dihentikan." Daniel 9:27 baca versi KJV. Semua tata cara hukum pengorbanan dan pemeliharaan hari raya tahunan tidak diperlukan lagi, karena pengorbanan darah binatang domba dan semua tata cara tersebut sudah digantikan dengan pengorbanan Yesus Anak domba Allah di kayu salib. Sepuluh Perintah Allah tidak akan pernah "berhenti/ditiadakan." Mereka di tulis di dua loh kesaksian, diatas papan batu, yang ditulis dengan jari Allah sendiri." Keluaran 31:18. Ungkapan written in stone artinya tidak bisa dirubah, berasal dari sepuluh hukum yang ditulis diatas batu. Sepuluh hukum secara terpisah ditulis oleh Jari Tuhan, menekankan betapa pentingnya hukum ini. Bisa saja Tuhan memerintahkan Musa untuk menulisnya seperti hukum tata cara, tapi tidak demikian. Sepuluh Hukum ditulis oleh Jari Kudus Yang Maha Kuasa, dipisahkan dari hukum-hukum lain, sepuluh hukum adalah Kudus. Mencoba meniadakan salah satu kekudusan perintah ini akan berakibat meniadakan atribut kekudusan Allah.

Iblis benci Firman Tuhan, dia benci Sepuluh Perintah Tuhan, dan menyerang dengan segala daya upaya untuk “mengaburkan” Kebenaran Sepuluh Hukum dan menggantikannya dengan tradisi manusia, dia bapa segala dusta, didalam dia tidak ada kebenaran, dia suka mengatakan “sepotong kebenaran” dan “memelintir firman Tuhan” dan tanpa sadar banyak orang jatuh dalam penipuan. Strategi Iblis yang paling efektif dan terbukti berhasil adalah "mencampur" antara kebenaran dan kebohongan, antara firman Tuhan dan tradisi manusia. Kesalahpahaman dan kebingungan dari dua hukum yang berbeda yaitu sepuluh hukum dan hukum pengobanan/tata cara, membuat banyak sekali orang percaya yang tulus menjadi tersesat seperti hilangnya signal GPS di mobil kita, sehingga tanpa sadar menjauhi kebenaran doktin Alkitab. Pelajaran yang sederhana dengan cara membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain akan membawa kita kembali kepada jalan yang benar, tentu dengan pertolongan Roh Kudus yang berjanji akan menuntun kita kepada setiap kebenaran Yoh 16:13. Roh Kebenaran tidak akan mungkin mengajarkan Kebenaran yang berbeda dengan Tulisan Ayat Alkitab dimana Roh tersebut sendiri yang menginspirasi semua penulis alkitab (2Tim 3:16).

Bersambung..

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

139 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA