• Three Angels Media

Bagian 3 : Menjawab Pertanyaan Anda Seputar Hukum Tuhan


Dalam Bagian 1 dari Sepuluh Perintah, terbukti dari Perjanjian Baru bahwa orang-orang Kristen yang diselamatkan oleh kasih karunia harus - karena kasih kepada Yesus Kristus - dengan sungguh-sungguh berusaha untuk mematuhi Sepuluh Perintah Allah. Dalam Bagian 2, kami menemukan bahwa ketika Perjanjian Baru berbicara tentang "hukum" tertentu yang "dihapuskan" oleh Yesus Kristus, ini mengacu pada "hukum pengorbanan" yang ditulis oleh Musa, bukan Sepuluh Perintah yang ditulis di atas batu oleh jari Tuhan. Pada Bagian 3, kita akan menganalisis sejumlah teks Perjanjian Baru yang sering dikutip, yang sekarang disalahartikan sebagai arti bahwa Sepuluh Hukum seharusnya tidak lagi perlu untuk dipatuhi dengan sungguh-sungguh. Yang benar adalah, Sepuluh Perintah tetap – bahkan tidak ada titik atau satu kata pun yang dapat dirubah - dan harus dihormati oleh semua orang percaya di dalam Kristus yang Tersalib.

Apa itu "Perintah Baru"? Yesus berkata, "aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; Seperti Aku telah mengasihi kamu." Yohanes 13:34. Perintah Kristus "untuk saling mengasihi" bukanlah hal baru. Seperti biasa Yesus mengutip Ayat Perjanjian lama. Musa berkata di kitab Imamat (bagian dari Hukum Taurat), "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Imamat 19:18. Jadi apakah Yesus berbohong? Tentu saja Tidak. Apa yang "baru" adalah kata-kata, "seperti Aku telah mengasihi kamu." Apa dari dulu Yesus tidak mengasihi manusia? Apa maksudnya? Bagaimana Yesus mengasihi kita? Yaitu dengan Dia mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita melanggar hukum Allah! Yang baru adalah Perjanjian ini adalah ditahbiskan oleh darah Anak Domba Allah, sementara Perjanjian sebelumnya dengan darah binatang. 1 Kor. 15: 3; 1 Yohanes 3:4.

Perintah "baru" Kristus seharusnya tidak menyebabkan kita melanggar Sepuluh hukum, karena Yesus tidak pernah melakukannya. Hukum saling mengasihi adalah bagian penting dan tertulis dalam hukum Taurat Perjanjian Lama. Paulus menulis, "Kasih adalah pemenuhan hukum Taurat." Roma 13:10. Sebab ini adalah kasih Allah, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat. Kasih karunia selalu menuntun kepada orang yang menerimanya untuk memenuhi setiap Sepuluh Perintah Allah. 1 Yohanes 5: 3. Hukum Tuhan tidak berat apabila dilakukan karena Kasih kita kepada Tuhan, tentu dengan pertolongan kuasa Roh Kudus. Kasih tidak mencari persyaratan terendah, tapi yang tertinggi.

Bila kita mengasihi suami/istri kita, maka kita akan memegang teguh Janji Nikah Kudus yang kita ucapkan dihadapan jemaat dan di hadapan Tuhan, bahkan sampai kepada kematian. Kita akan memberikan yang terbaik bagi pasangan kita. Kita tidak akan kompromi dengan perselingkuhan, ini persyaratan yang cukup tinggi bukan?, persyaratan yang dianggap rendah oleh standard dunia, karena perselingkuhan sudah jadi hal yang biasa. Tapi kita mau melakukan semua persyaratan dengan sukarela, karena Kasih. Bukankah anda ingin pasangan anda memegang komitmen tertinggi satu sama lain dan memberikan yang terbaik ? Demikian juga yang diinginkan “Kekasih kita”, Yesus Kristus. Maukah anda Mengasihi Dia yang telah mati bagi diri kita dengan komitmen yang tertinggi karena Kasih? Jawablah dengan sungguh-sunguh dihati anda.

Bagaimana dengan "Dua Perintah" Kasih ?

Ini adalah salah satu alasan yang paling sering dipakai untuk membenarkan bahwa seseorang melakukan Hukum Kasih yang Terutama dan Utama, sehingga tidak perlu lagi melakukan sepuluh perintah Tuhan. Apa benar demikian? Mari kita pelajari ayat demi ayat secara seksama.

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Ini adalah yang pertama ... yang kedua adalah seperti itu, Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung semua hukum Taurat dan kitab para nabi. "Mat. 22: 37-40.

Yesus kembali mengutip Perjanjian Lama, coba bandingkan perkataan Yesus dengan Ulangan. 6: 5; Imamat 19:18. Dari Perjanjian Lama Hukum Kasih sudah ada, bahkan Sebelum Lucifer jatuh dan sebelum manusia jatuh dalam dosa pemerintahan Allah di sorga dilandaskan atas dasar Kasih, tapi seperti pemerintahan lainnya di Sorga tetap ada Hukum, dimana semua penghuni sorga mentaatinya, didorong atas dasar Kasih. Kasih tanpa hukum akan membuat anak-anak kurang ajar terhadap orangtua, para pasangan selingkuh, warga negara melanggar hukum, pemerintah otoriter, dll. "Dua Perintah Kasih" sebenarnya hanyalah ringkasan dari "Sepuluh Perintah”. Untuk mengasihi Tuhan adalah memelihara ke-4 hukum pertama (hukum ke-1 sampai ke-4 dari Sepuluh Perintah, Loh batu pertama). Untuk mengasihi sesama manusia adalah memelihara perintah ke-5 sampai ke-10 (Loh batu kedua). Hukum Kasih tidak membatalkan Sepuluh Hukum, karena kedua hukum merupakan Hukum yang sama. Paulus mengatakan hukum kedua dari hukum Taurat adalah : jangan berzinah, jangan, mencuri, jangan mengingini….." yang secara singkat dipahami dalam perkataan ini, yaitu, Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Roma 13:9.

Jika kita memelihara kedua hukum, kita akan memelihara Sepuluh-sepuluhnya. Yesus sendiri berkata kepada para Murid yang mengikutiNya Yoh 14 :15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku, mungkin anda bertanya bagaimana bisa kita menuruti perintah Tuhan, jangan berhenti di situ, terus baca ayat 17 selanjut nya ”Dia berjanji akan minta kepada Bapa untuk memberikan Roh kudus, Roh kebenaran untuk kita dapat hidup dalam perintahNya dalam kasih Nya", kemudian ayat 21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya". Ini adalah sebuah janji yangat kuat dan Indah bahwa Tiga Pribadi Allah (Roh Kudus, Yesus, dan Bapa) dalam Harmoni menyatakan Kasih-Nya kepada pemelihara perintah-perintah Tuhan. Bisakah anda sekarang melihat korelasi antara Kasih dan Hukum ?? kedua nya tidak terpisahkan, bahkan ini yang menyatukan orang Percaya dengan Kasih Bapa, Anak dan Roh Kudus, bahkan bisa dibilang menyatukan orang percaya dengan Tiga Pribadi Allah.

Mungkin Anda bertanya Perintah-Perintah Yang Mana ? Sewaktu Yesus hidup sebagai manusia (Dia 100% Tuhan dan Dia 100% manusia), kitab-kitab Perjanjian Baru belum ditulis, belum ada satupun Kitab Perjanjian Baru. Yesus dan para murid belajar firman Tuhan dan Perintah-perintah Tuhan dari Hukum Taurat (Kelima buku yang para ahli mengatakan ditulis Musa : Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan), Kitab-kitab para Nabi (Yesaya, Daniel, Yeremia, dsb), dan Mazmur atau mereka biasa disebut Perjanjian Lama. Yesus seringkali mengutip dari Ayat-ayat Perjanjian Lama. Jadi acuan Perintah-PerintahNya adalah Firman Tuhan yang berasal dari Sepuluh Hukum yang berasal dari Kitab Perjanjian Lama yang tersedia di jaman Yesus menjadi manusia. Masalahnya adalah memahami, memilah-milah dan membedakan mana yang masih berlaku dan sudah dihapuskan (pelajari bagian 1 dan 2).

Bagaimana dengan Perjanjian Baru? Seringkali perdebatan muncul dan banyak yang berkata, tapi sekarang kita hidup di Perjanjian baru, kita tidak perlu lagi melakukan sepuluh hukum? Apakah benar demikian? Mari kita simak apa yang dikatakan firman Tuhan sebenarnya.

"Inilah darah-Ku dari darah perjanjian yang baru, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." Matius 26:28. "Inilah perjanjian yang akan Aku buat dengan mereka ... Aku akan menaruh hukum-hukumKu ke dalam hati mereka, dan akan menuliskannya kedalam pikiran/akal budi mereka; Dan dosa dan kesalahan mereka tidak akan Aku ingat lagi."Ibrani 10: 16,17. Jadi Perjanjian Baru adalah: Pengampunan dosa kita melalui darah Yesus Kristus dan Sepuluh Perintah Allah yang tertulis di dalam hati oleh kuasa Allah. Sekali lagi Yesus dan penulis Kitab Ibrani mengutip Ayat Perjanjian Lama. Perjanjian (Covenant) antara Allah dan bangsa Israel Kuno disebut Perjanjian pertama, gagal bukan karena isi perjanjianNya tidak baik, gagal karena orang Israel jatuh dalam penyembahan anak lembu emas (Ulangan 9:16). Allah setia dengan Perjanjiannya, tapi Israel berselingkuh dengan allah lain. Yeremia 31:23 versi KJV mengidentifikasikan hubungan Perjanjian Pernikahan antara Israel dan Allah yang adalah “Suami mereka”. Seperti Pernikahan kudus atas suami dan istri, Sepuluh Hukum adalah “Janji Pernikahan” untuk saling mengasihi dan setia, disetujui oleh kedua belah pihak. Apakah jangan berzinah termasuk dalam janji suci pernikahan anda? Bukankah dengan menepati janji pernikahan anda justru membuat anda makin mengasihi? Paulus menggambarkan hubungan jemaat dengan Kristus sebagai hubungan suami istri (Efesus 5:22-25), Kitab wahyu 19:7-9 menggambarkan akan ada “Perkawinan Anak domba”, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Maukah anda masuk dalam Perjanjian Nikah dengan Yesus Kekasih Gereja, saling mengasihi selama-lamanya sampai kepada kekekalan? Iblis berusaha mengaburkan dan menyembunyikan tentang Kebenaran Sepuluh Hukum untuk memisahkan mempelai wanita (Gereja Sejati) dengan Mempelai Pria (Yesus).

Setelah Bangsa Israel dilepaskan/diselamatkan dari perbudakan Mesir, barulah Tuhan memberi Sepuluh Perintah. Perhatikan Urutannya: yang pertama adalah Keselamatan yang diberikan cuma-cuma oleh Allah bukan karena pekerjaan atau perbuatan baik dari orang Israel mereka diselamatkan, tapi dengan Kasih Karunia Tuhan, Oleh Kekuatan Kuasanya; yang kedua di Gunung Sinai Allah memberikan 10 Perintah yang ditulis dengan jari Tuhan untuk bangsa Israel mentaatinya sebagai Perjanjian. Bandingkan dengan Perjanjian Baru: Tuhan akan menuliskannya kedalam pikiran mereka (Ibrani 10:17). Kesamaannya adalah PerintahNya sama-sama Ditulis oleh Tuhan Sendiri, Yang pertama ditulis di 2 Loh Batu, sedangkan yang kedua adalah ditulis dipikiran manusia. Isinya: adalah sama-sama 10 perintah Tuhan yang tidak dapat dirubah. Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu. Ulangan 4:13. Perjanjian ini Baru karena ditahbiskan dengan Darah Yesus sendiri sebagai Anak domba Allah, sementara Perjanjian sebelumnya dengan darah binatang anak domba. Renungkan pertanyaan ini, apakah karena kita sekarang ada di Perjanjian baru maka kita boleh menyembah berhala? Mengucapkan nama Tuhan sembarangan? Tidak menghormati orang tua? Mencuri? Berzina ? membunuh? melanggar semua yang ada didalam sepuluh hukum?Sekali-kali Tidak! Bukankah itu berarti kita menyia-nyiakan Kasih Karunia Allah.

Kesalahan pandangan umum yang terjadi adalah orang Israel atau umat Tuhan di Perjanjian Lama itu “diselamatkan” karena mereka memelihara hukum dengan ketat, sementara hal itu berubah di Perjanjian Baru dimana umat Tuhan diselamatkan oleh Kasih Karunia, bukan karena hasil usaha atau pun pekerjaan. Apakah benar demikian ? Dari Uraian diatas sangat gamblang dan jelas bahwa semua manusia sejak adam dan hawa jatuh dalam dosa, semua diselamatkan karena kasih karunia, karena pemberian Tuhan, bukan karena