• Three Angels Media

Bagian 1 : Kemana kita pergi setelah ini?

“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang (jiwa) yang berbuat dosa, itu yang harus mati. - Yehezkiel 18:4

Salah satu nubuat terakhir yang harus dipenuhi sebelum kembalinya Kristus adalah : “ 1 Timotius 4: 1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan”

Kematian adalah salah satu mata pelajaran yang sering disalah mengerti. Bagi banyak orang, subyek ini diselimuti misteri dan membangkitkan perasaan ketakutan, ketidakpastian, dan bahkan keputusasaan. Yang lain percaya bahwa orang-orang tercinta yang meninggal, tidak mati sama sekali, melainkan tinggal bersama mereka atau berada di alam lain! Yang lain lagi bingung tentang hubungan antara tubuh, roh dan jiwa.

Tapi apakah penting apa yang Anda percaya? Ya, tentu saja! Karena apa yang Anda percaya tentang orang mati akan memiliki dampak besar pada apa yang terjadi pada Anda di akhir zaman. Tidak ada tempat untuk menebak-nebak. Jadi Panduan Studi ini akan memberi Anda apa yang Tuhan katakan melalui Kitab-Nya tentang masalah ini. Kita akan menguji ayat dengan ayat, sehingga tidak ada ruang untuk opini manusia. Bersiaplah hal ini akan membuka mata anda!

Mari kita kembali ke awal, kepada Masa penciptaan. Dari mana kita datang ?

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas (Tuhan) kedalam hidungnya (manusia), Nafas Kehidupan; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup(jiwa yang hidup).” Kej 2: 7

Jawaban: Tuhan membuat manusia dari dua hal : debu tanah + nafas Tuhan = mahluk/jiwa yang hidup. Alkitab memberikan jawaban yang sangat jelas dan terus terang bahwa langit, bumi, segala isinya dan manusia diciptakan oleh Tuhan. Dalam 6 hari harafiah. Manusia diciptakan pada hari ke-6. Tidak ada ruang untuk teori evolusi didalam Alkitab. (Pelajaran yang berbeda)

Apa yang terjadi bila seseorang meninggal?

"Maka debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya." Pengkhotbah 12:7.

Jawaban: Tubuh berubah menjadi debu lagi, dan roh kembali kepada Tuhan yang memberikannya, roh setiap orang yang meninggal , apakah benar atau jahat akan kembali kepada Tuhan saat kematian.

“Tubuh tanpa roh [nafas, lihat margin] adalah mati. Yakobus 2:26”

“…dan roh Allah [bukan Roh Kudus melainkan nafas yang Tuhan berikan kepadanya, lihat margin] ada di lubang hidungku." Ayub 27: 3

Pemazmur berkata, " Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya”. Maz 146:3-4. Dalam versi KJV apabila nyawanya melayang ditulis : His breath goeth forth, artinya : nafasnya pergi.

Jawaban: roh yang kembali kepada Tuhan saat kematian adalah nafas hidup. Kita dengan yakin tanpa keraguan boleh mempercayai tulisan suci ini, semua penulis Alkitab sepakat baik Perjanjian baru dan Perjanjian Lama bahwa roh = nafas, karena para penulis Alkitab diinspirasi oleh Roh kudus yang sama, jadi tidak mungkin mereka kontradiktif. Tidak ada tempat di dalam semua buku Tuhan apakah "roh" itu memiliki kehidupan, kebijaksanaan, atau perasaan setelah seseorang meninggal. Yang dimaksud roh adalah "nafas hidup" dan tidak lebih. Itu bukanlah roh melayang-layang yang memiliki memori, pemikiran atau perasaan yang menyerupai manusia yang pernah hidup sekarang mati. Pengajaran yang mengajarkan bahwa manusia mati dan rohnya masih hidup adalah ajaran penyembahan berhala yang diadopsi dunia Kristen, ajaran yang tidak belandaskan Alkitab, dan tipuan setan yang menyesatkan.

Apa itu "jiwa"? "Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia dari debu tanah, dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dan manusia menjadi sebuah mahluk/jiwa yang hidup." Kejadian 2:7. Jawaban: Sebuah Jiwa adalah sebuah makhluk hidup. Jiwa selalu merupakan kombinasi dari dua hal: tubuh ditambah nafas. Ini adalah satu paket kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk sebuah mahluk hidup. Jiwa tidak bisa eksis kecuali tubuh dan nafas digabungkan. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita adalah jiwa.

Jadi inilah Persamaan Matematika Kehidupan : tubuh (debu) + roh (nafas) = jiwa (mahluk hidup), sementara ini adalah Persamaan Matematika Kematian : tubuh (debu) – roh (nafas) = kematian (tidak ada jiwa).

Apakah jiwa bisa mati?

"Jiwa yang berdosa, itu akan mati." Yehezkiel 18:20

"…seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.." Wahyu 16:3

Jawaban: Menurut Firman Tuhan, jiwa bisa mati! Kita adalah jiwa, dan jiwa mati. Manusia itu fana (bisa mati) Ayub 4:17. Hanya Tuhan yang abadi (1 Timotius 6:15, 16). Konsep tentang jiwa abadi yang tidak bisa mati bertentangan dengan firman. Alkitab mengajarkan bahwa jiwa tunduk pada kematian dan pasti mengalami kematian.

  1. Apakah orang baik langsung pergi ke surga saat mereka meninggal?

  2. Apa yang terjadi pada orang benar yang mati pada saat kedatangan Kristus yang kedua?

"Semua orang yang ada di dalam kuburan akan mendengar suaranya, dan akan tampil maju." Yohanes 5:28, 29 KJV"

“Daud ...sudah mati dan dikuburkan, dan kuburnya ada masih ada bersama kita sampai hari ini." "Karena Daud tidak naik ke sorga." Kisah Para Rasul 2:29, 34. Daud masih di kubur dan dia tidak naik ke sorga.

"Jika aku menunggu, dunia orang mati (kuburan) adalah rumah bagi aku." Ayub 17:13 KJV. Dunia orang mati adalah sebenarnya Kuburan. Tidak lebih.

“Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan seruan, dengan seruan penghulu malaikat, dengan sangkakala Tuhan, dan yang mati dalam Kristus akan lebih dulu bangkit.” Dimana orang yang mati dalam Kristus dari jaman Adam sampai saat Yesus datang ? Mereka mati dan berada dalam kubur oleh sebab itu mereka dibangkitkan (Kebangkitan pertama). Kalau mereka di sudah di sorga dan masih hidup, mereka tidak perlu dibangkitkan. (Lebih Jelas mengenai Kebenaran Pengangkatan, baca artikelnya).

Henok dan Elia tidak mengalami kematian, mereka hidup saleh dan berjalan dengan Tuhan, mereka tidak mati, mereka diangkat hidup-hidup ke sorga. Musa mati tetapi dibangkitkan dan diangkat ke sorga (Pelajaran yang berbeda). Tapi mayoritas manusia umumnya mereka mati dan masih didalam kubur.

Jawaban 1: Tidak, orang tidak pergi ke surga atau ke neraka saat meninggal dunia. Mereka pergi ke kuburan mereka untuk menunggu hari kebangkitan. Bagaimana dengan orang Jahat apa mereka setelah kematian masuk neraka? apa atau masuk tempat penghukuman sementara ? atau apa? Mana yang benar? silahkan baca Artikel mengenai Neraka.

"Lihatlah, aku datang segera, dan upahku ada bersamaku, untuk memberi setiap orang sesuai dengan pekerjaannya." Wahyu 22:12. "Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan sorak sorai, ... dan orang mati di dalam Kristus akan bangkit ... dan demikianlah kita akan berada bersama dengan Tuhan." 1 Tesalonika 4:16, 17. "Kita semua akan berubah, seketika, dalam sekejap mata, ... dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa .... Karena (darah dan daging) yang binasa ini harus mengenakan yang tidak binasa , dan “yang fana” (tubuh yang dapat mati) harus mengenakan (tubuh) “keabadian”/yang tidak dapat mati." 1 Korintus 15: 51-53 KJV. Upah bagi orang benar (yaitu kehidupan kekal sesuai pekerjaan masing-masing) baru diberikan Tuhan ketika datang. Upah masuk sorga belum diberikan setelah kematian tetapi menunggu hari Kebangkitan sesudah Yesus datang.

Jawaban 2: Mereka akan diberi upah. Mereka akan dibangkitkan, dalam sekejap mata diberikan tubuh abadi yang tidak dapat mati, dan terangkat keatas untuk menemui Tuhan di udara. Jadi setelah orang mati, orang tersebut tidak langsung dibawa/masuk ke surga, apa gunanya kebangkitan jika setelah kematian orang dibawa ke surga. Ini bahaya besar karena akan membuat kebangkitan menjadi sesuatu yang percuma. Paulus sedang memperingatkan Gereja di Korintus tentang injil yang dia beritakan sesuai kitab suci, dan tentang Kebangkitan orang mati (1 kor 15:1-12) Jemaat Korintus adalah jemaat yang kebanyakan dari bangsa-bangsa lain yang dahulunya penyembah berhala, dimana kepercayaan mereka Jiwa itu kekal, roh itu tidak mati, ada reinkarnasi, inti nya adalah tidak ada kebangkitan orang mati, sehingga kepercayaan ini terbawa masuk dalam gereja, membuat kebangkitan tidak diperlukan. Ini lah sasaran setan sebenarnya, meniadakan kebangkitan orang mati, meniadakan Kuasa Kebangkitan Yesus, meniadakan Kemenangan Yesus atas maut. Injil mana yang anda percaya? yang kitab suci ajarkan? Atau injil yang lain? Ingatlah akan peringatan Paulus mengenai Injil Yang Benar.

Seberapa pengetahuan atau pengertian yang dimiliki orang mati setelah kematian? Apakah orang mati memiliki pengertian, melakukan sesuatu? memiliki perasaan? Apa mereka bisa berkomunikasi?

"Orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang mati tidak tahu apa-apa, dan mereka tidak lagi mendapat upah, karena ingatan mereka terlupakan (tidak ada memori). Juga cinta dan kebencian mereka dan iri mereka sekarang telah binasa; tak ada bagian selama-lamanya dalam segala hal yang dilakukan di bawah matahari. " "Tidak ada pekerjaan, atau perangkat, atau pengetahuan, atau kebijaksanaan, di dalam kuburan, ke mana anda pergi." Pengkhotbah 9: 5, 6, 10.

"Yang mati tidak memuji Tuhan." Mazmur 115: 17.

Jawaban: Tuhan mengatakan bahwa orang mati sama sekali tidak tahu apa-apa!tidak ada kenangan, tidak ada upah tidak ada pekerjaan, tidak ada perasaan, tidak ada pengetahuan, tidak ada kebijaksanaan, tidak bisa memuji Tuhan, tidak bisa berbicara. Mereka Mati. Upah untuk orang baik adalah nanti di kebangkitan pertama yaitu hidup kekal, sedang upah orang jahat adalah nanti di kebangkitan kedua yaitu kematian hukuman kekal.

Orang benar belum masuk sorga setelah mereka mati, karena mereka tidak tahu apa-apa, mereka belum mendapat upah, mereka tidak punya perasaan, mereka tidak bisa memuji Tuhan, mereka belum dibangkitkan, belum menerima tubuh yang baru masih daging berdosa yang bisa binasa, jadi apa gunanya masuk Sorga kalau orang benar tidak bisa : melihat, berbicara, memuji dan merasakan kebaikan Tuhan. Jadi pengajaran dominan gereja saat ini yang mengajarkan orang benar mati langsung masuk sorga bukan berasal dari Alkitab. Ini disebut paham Spiritualisme (Spiritualism) yang berasal dari kepercayaan penyembah berhala, yang bahkan berasal dari penemuan setan, yaitu kebohongna setan pertama kali dalam sejarah manusia, ketika dia menggunakan ular sebagai perantara (medium) untuk menipu Hawa. Si ular mengatakan tipuan…"Sekali-kali kamu tidak akan mati”. Kejadian 3:4

Jadi jikalau ada pengajaran setelah kematian orang mati/jiwa yang mati masih memiliki pengetahuan, memiliki perasaan, bisa melakukan sesuatu, berbicara, darimana ajaran itu ? Alkitab tidak mengajarkan demikian. Jadi siapa kah “hantu” yang “menampakkan diri” kepada banyak orang, mengambil rupa seorang yang pernah hidup, dan berbicara mengatakan hal-hal yang tidak asing kepada pendengarnya, bahkan seolah-olah tahu akan masa depan ? mereka adalah roh-roh jahat. Tidak sulit bagi setan mengambil rupa seorang yang sudah mati, dan terkadang datang berkedok sebagai malaikat terang.

Bersambung..

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

274 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA