• Three Angels Media

7 tahun masa kesukaran (1)


Bagian 2: 7 tahun masa kesukaran ?

Seorang pria yang telah melakukan kesalahan dan tidak mengkoreksinya, ia sedang melakukan kesalahan lain. Konfusius (551-479 SM) Konsep tujuh tahun masa kesukaran adalah fondasi mendasar dari keseluruhan skenario Left Behind (dan semua buku dan film pro-pengangkatan lainnya). Teorinya adalah: pengangkatan pertama, lalu diikuti tujuh tahun masa penuh kesengsaraan. Dan buku tersebut bukan hanya menjadi “best seller”, tapi gambaran-gambaran dari nubuatan Alkitab didalam buku maupun filmnya didukung oleh para pemimpin gereja yang dihormati diseluruh dunia, dan orang Kristen mempercayai bahwa itu yang akan terjadi di masa depan.

Dari mana konsep "tujuh tahun" ini datang? Mungkin ini mengejutkan Anda, tapi jika Anda mencari "tujuh tahun masa kesusahan/kesukaran/kesengsaraan" dalam konkordansi apa pun, maka Anda tidak akan menemukannya. Kebenarannya adalah, dari Kejadian sampai Wahyu, tidak ada bagian yang secara khusus menyebutkan periode tujuh tahun dari masa kesukaran sama sekali. Hebatnya, keseluruhan teori ini benar-benar didasarkan pada penafsiran yang spekulatif terhadap dua kata kecil dalam satu ayat tunggal. Teksnya adalah Daniel 9:27; Dan dua kata itu, "satu minggu." Mari saya jelaskan. Kitab Daniel dituliskan sementara orang-orang Yahudi berada di Babel - diasingkan karena dosa-dosa mereka. Daniel 9: 24-27 berisi nubuatan dari malaikat Gabriel untuk memberi semangat kepada orang-orang Yahudi bahwa ada "kesempatan kedua" untuk kembali ke Yerusalem, membangun kembali bait suci mereka, dan akhirnya, menerima Mesias mereka (Yesus Kristus). Nubuatan yang sangat kontroversial ini berbunyi: Tujuh puluh minggu telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk menyelesaikan/melenyapkan pelanggaran, dan untuk mengakhiri dosa, dan untuk membuat rekonsiliasi untuk kejahatan, dan untuk membawa kebenaran yang kekal, dan untuk menutup/mensegel/memeteraikan penglihatan dan nubuat, dan mengurapi yang maha Kudus. Maka ketahuilah dan pahamilah, bahwa sejak keluarnya perintah untuk memulihkan dan membangun Yerusalem sampai kepada Mesias sang Pangeran/Putera itu adalah tujuh minggu, dan enampuluh dan dua minggu[62 minggu]: jalan dan temboknya akan dibangun kembali, bahkan di tengah-tengah kesulitan. Dan setelah enampuluh dan dua minggu Mesias (yang diurapi) akan dilenyapkan, tetapi bukan untuk dirinya sendiri; dan orang-orang dari pangeran yang akan datang akan menghancurkan kota dan tempat kudus; Dan akhirnya akan seperti sebuah banjir, dan sampai akhir dari perang itu ketandusan/kegersangan telah ditentukan. Dan dia akan meneguhkan perjanjian itu dengan banyak orang selama satu minggu: dan di tengah minggu dia akan menyebabkan pengorbanan dan korban untuk berhenti, dan karena kekejiannya yang tersebar dia akan membuatnya menjadi sunyi/tandus/gersang, bahkan sampai kepada pelaksanaan/perwujudan, dan yang ditentukan akan dicurahkan ke atas tempat yang sunyi (Daniel 9: 24-27 KJV). Jadi kita memiliki nubuatan tentang "tujuh puluh minggu." Gabriel kemudian membagi menjadi tiga periode yang lebih kecil tujuh minggu (ayat 25), enam puluh dua minggu (ayat 25), dan satu minggu (ayat 27). 7 + 62 + 1 = 70. Tujuh puluh minggu = 490 hari. Prinsip dalam nubuatan di Alkitab adalah : satu hari dalam nubuatan mewakili satu tahun (lihat Bilangan 14:34 dan Yehezkiel 4: 6). Jadi 490 hari = 490 tahun.

Tanpa membahas semua rincian kronologis di sini (saya akan menjelaskan yang lebih spesifik di bagian selanjutnya), nubuatan ini dimulai dengan “sebuah perintah untuk memulihkan dan membangun Yerusalem” (ayat 25) setelah pembuangan ke Babel dan sampai kepada kedatangan Yesus Kristus yang pertama. Setelah 69 (7+62) minggu atau 483 hari , "Mesias akan dilenyapkan diputus" (ayat 26). Semua cendekiawan Kristen menerapkan ini pada peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Setelah kematian Tuhan kita, "orang-orang dari pangeran yang akan datang akan menghancurkan kota dan tempat kudus" (ayat 26). Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai "orang-orang dari pangeran" mengacu kepada siapa, mayoritas ilmuwan tetap menerapkan penghancuran "kota dan tempat kudus" ke penghancuran kedua Yerusalem dan tempat perlindungannya yang dibangun kembali oleh tentara Romawi di bawah Pangeran Titus di tahun 70 Masehi. ini merupakan fakta sejarah. Sejauh ini kita sudah melihat 69 minggu terpenuhi. Dan meninggalkan "satu minggu" yang tersisa, atau yang dikenal sebagai "minggu ke-70 nubuatan Daniel yang terkenal." Sekali lagi, teks yang sangat kontroversial itu secara harfiah mengatakan: Dan dia harus meneguhkan (confirm) perjanjian(covenant) itu dengan banyak orang selama satu minggu: dan di tengah minggu dia akan menyebabkan pengorbanan dan korban untuk berhenti ... (Daniel 9:27 KJV).

Berdasarkan prinsip satu hari = satu tahun, maka "satu minggu" (=7 hari) yang tersisa dalam nubuatan ini harus mengacu pada periode tujuh tahun. Promotor pro-rapture (pro-pengangkatan rahasia) mengklaim bahwa ini adalah masa tujuh tahun masa kesengsaraan. Gagasan mereka adalah bahwa 69 minggu pertama (atau 483 tahun) memang sampai kedatangan Yesus Kristus yang pertama, tetapi jam nubuatan telah berhenti karena orang-orang Yahudi menolaknya. Kemudian mereka meluncur minggu ke-70 (periode tujuh tahun terakhir) sampai akhir zaman, menyebutnya kesengsaraan, dan mengatakan itu berlaku untuk orang-orang Yahudi (bangsa Israel di tanah Israel) setelah kita diangkat. Guru-guru pengangkatan menafsirkan Daniel 9:27 sebagai berikut: (1) "dia harus meneguhkan perjanjian itu dengan banyak orang selama satu minggu." Kata "dia" diartikan sebagai antikristus yang akan membuat sebuah perjanjian (atau perjanjian damai) dengan orang-orang Yahudi selama tujuh tahun masa kesusahan. (2) "Di tengah minggu ia akan menyebabkan pengorbanan dan korban untuk berhenti ..." Di tengah masa tujuh tahun, antikristus akan melanggar perjanjiannya, berbalik melawan Israel, dan menghentikan pengorbanan binatang mereka. (3) Ungkapan, "dia akan menyebabkan pengorbanan ... untuk berhenti" dipandang sebagai bukti yang tak terbantahkan bahwa sebuah bait suci Yahudi (yang mencakup tata cara pengorbanan binatang) harus dibangun di Bukit Bait Suci di Yerusalem.

Penulis buku terlaris Hal Lindsey di bukunya “The Late Great Planet Earth” mencerminkan pandangan yang terkenal saat ini, saat dia menulis tentang "tujuh tahun terakhir Tuhan berurusan dengan orang-orang Yahudi sebelum didirikannya kerajaan Allah yang sudah lama ditunggu. Daniel 9:27 ( The Last Great Planet Earth, hal 46). Menurut Lindsey, selama tujuh tahun itu "Antikristus” melanggar perjanjiannya dengan orang-orang Yahudi dan menyebabkan bait suci tempat penyembahan orang Israel, yang sesuai dengan Hukum Musa, untuk berhenti/akan dihentikan ( Daniel 9:27) ... Kita harus menyimpulkan bahwa Bait Suci ketiga akan dibangun di atas situs kuno di Yerusalem tua. "(Ibid.) Oleh karena itu, menurut penafsir modern yang tak terhitung jumlahnya, Daniel 9:27 diaplikasikan pada sebuah antikristus masa depan (paham futurist), sebuah perjanjian damai masa depan yang dibuat dengan Israel, tujuh tahun masa kesukaran di masa depan, dan sebuah bait suci Yahudi yang akan dibangun kembali di masa depan di Yerusalem. Dan semuanya ini akan dimulai dengan pengangkatan lebih dulu. Jujur saja, banyak sekali yang bisa ditafsirkan dari satu ayat itu saja, terutama ketika Daniel 9:27 sama sekali tidak mengatakan apapun tentang tujuh tahun masa kesusahan, antikristus, atau pembangunan kembali bait suci Yahudi!

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

255 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA