• Three Angels Media

Pelajaran 5 - Kunci Pernikahan Bahagia


Sebagaimana anda sudah ketahui hampir 50 % pernikahan di zaman sekarang berakhir dengan perceraian sehingga meninggalkan pasangan yang sakit hati dan anak-anak yang tidak mempunyai penopang. Jangan biarkan hal ini terjadi pada anda! Siapa pun anda, entah pernikahan anda sedang terguncang, sedang indah-indahnya, atau bahkan belum menikah sekalipun, berikut adalah nasihat gratis tetapi terbukti efektif untuk membantu agar pernikahan anda bisa langgeng. Nasihat ini berasal langsung dari Tuhan yang menciptakan dan mendirikan lembaga pernikahan! Jika anda sudah mencoba segalanya tetapi tidak ada yang berhasil, kenapa tidak mencoba kata-kata Tuhan? Ikuti kunci-kunci pelajaran berikut ini dan anda akan bisa mengukuhkan rumah tangga anda kembali.

Tujuh Belas Kunci Pernikahan Bahagia dari Buku Tuhan!

1. Bentuk rumah tangga anda sendiri.

“Sebab itu seorang laki-Iaki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24).

Jawab: Prinsip Tuhan sudah sangat jelas. Pasangan yang sudah menikah harus meninggalkan rumah orangtuanya masing-masing dan mendirikan rumah tangganya sendiri, sekalipun kondisi keuangan hanya sanggup untuk rumah kontrakan berkamar satu. Suami istri harus membuat keputusan bersama dalam hal ini dan memberitahukan keputusan tersebut kepada kerabat masing-masing. Mereka harus tetap teguh pada keputusan ini walaupun ada yang tidak menyukainya. Banyak pernikahan bisa menjadi lebih apabaik apabila prinsip ini dijalankan.

2. Pertahankan kemesraan semasa pacaran dulu.

“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8).

“…suaminya memuji dia” (Amsal 31:28).

“…perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada… bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.” (I Korintus 7:34).

“Hendaklah kamu saling mengasihi … dan saling mendahului dalam memberi hormat”. (Roma 12:10).

Jawab: Teruskan atau tumbuhkan kembali kasih sayang selama masa pacaran ke pernikahan anda. Pernikahan yang berhasil tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi harus dipupuk. Jangan terlalu acuh tak acuh kepada pasangan anda; nantinya kejenuhan akan mengambil alih dan bisa menghancurkan pernikahan anda. Pertahankan agar cinta tetap tumbuh dengan mengekspresikannya kepada pasangan anda, kalau tidak cinta itu akan pudar, dan anda akan semakin menjauh antara satu sama lain. Kasih dan sukacita tidak bisa diperoleh dengan mencarinya untuk diri sendiri, tetapi dengan memberikannya kepada orang lain. Jadi habiskan waktu sebanyak mungkin untuk melakukan banyak hal bersama-sama. Usahakan untuk menyambut satu sama lain dengan lebih antusias. Bersantai, berkunjung ke rumah kerabat, jalan-jalan, dan makan bersama-sama. Sertakan juga perhatian-perhatian kecil, kata-kata yang menguatkan, dan sentuhan-sentuhan kasih sayang. Kejutkan satu sama lain dengan hadiah-hadiah kecil atau bantuan-bantuan kecil. Usahakan untuk lebih saling mengasihi satu sama lain. Jangan mengharapkan hal yang lebih dari pernikahan anda kalau anda sendiri tidak pernah berusaha sungguh-sungguh untuk hal tersebut. Kurangnya cinta dan kasih sayang adalah penghancur pernikahan yang paling utama.

3. Ingatlah bahwa Tuhan yang mempersatukan anda dalam pernikahan.

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya … Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:5, 6).

Jawab: Apakah cinta hampir lenyap dari rumah anda? Saat Iblis mau menghancurkan pernikahan anda dengan menggoda anda untuk menyerah, jangan lupa bahwa Tuhan sendirilah yang mempersatukan anda berdua dalam pernikahan dan Dia menginginkan anda agar tetap bersama dan berbahagia. Dia akan membawa sukacita dan kasih ke dalam hidup anda apabila anda mematuhi perintah-perintah-Nya. “Bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Matius 19:26). Jangan putus asa. Roh Tuhan dapat merubah hati anda dan hati pasangan anda jika anda meminta dan membiarkan Tuhan bekerja.

4. Jagalah hati dan pikiranmu.

“…Jangan mengingini isterinya…” (Keluaran 20:17).

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23.)

“semua yang benar,… mulia, … adil,… suci,… manis,… yang sedap didengar,… pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Jawab: Pemikiran-pemikiran yang salah bisa menyakiti pernikahan anda. Setan akan menjerat anda dengan pemikiran seperti; “Pernikahan ini salah,” “Dia tidak memahami aku,” “Aku tidak sanggup lagi menerima semua ini,” “Kita bisa bercerai kapan saja kalau perlu,” “Aku mau pulang ke rumah orangtuaku saja,” atau “Dia senyum-senyum sama perempuan itu.” Pemikiran-pemikiran semacam ini berbahaya karena pemikiran suatu saat akan berbuah tindakan. Hindari melihat, mengucapkan, membaca, mendengarkan, atau bergaul dengan orang yang membawa kepada ketidaksetiaan. Pikiran yang tidak dikendalikan itu bagaikan mobil yang diparkir netral di jalan yang menurun; hanya akan menghasilkan bencana.

5. Jangan tidur di malam hari dengan perasaan marah pada pasangan anda.

“Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26).

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu.” (Yakobus 5:16).

“Lupakan apa yang telah di belakang” (Filipi 3:13)..

“Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni” (Efesus 4:32).

Jawab: Menyimpan amarah dan rasa sakit hati (besar atau kecil) bisa berbahaya. Jika tidak diatasi segera masalah-masalah sepele sekalipun akan menjadi besar didalam benak anda dan ini menyebabkan sudut pandang anda terhadap kehidupan menjadi tidak baik. Inilah sebabnya Tuhan berkata bahwa kemarahan harus padam sebelum matahari terbenam. Berjiwa besarlah untuk memaafkan kesalahannya dan untuk mengatakan dengan tulus; “Saya minta maaf.” Karena tidak ada manusia yang sempurna, dan anda berdua berada dalam pihak yang sama, jadilah sportif dan akui kesalahan anda bila memang anda yang salah. Selain itu berbaikan adalah pengalaman yang sangat menyenangkan karena mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk membuat pasangan suami-isteri menjadi lebih dekat satu sama lain. Tuhan menyarankan hal ini, dan sudah terbukti!

6. Jadikan Yesus sebagai pusat rumah tangga anda.

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” (Mazmur 127:1)

“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka la akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6).

“Damai sejahtera Tuhan, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7).

Jawab: Ini adalah prinsip yang paling utama karena didalam prinsip ini berdiri prinsip –prinsip yang lainnya. Rahasia kebahagian sejati dalam rumah tangga bukanlah diplomasi, strategi, dan usaha keras untuk mengatasi masalah, tetapi persatuan dalam Kristus. Hati yang diisi dengan kasih Yesus tidak akan bisa lama berpisah. Pernikahan pasti akan berhasil dengan Yesus di dalam rumah tangga anda. Yesus bisa menghilangkan segala kepahitan, kekecewaan dan memulihkan kembali kasih dan kebahagiaan.

7. Berdoalah bersama-sama.

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41).

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan.” (Yakobus 5:16).

“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Tuhan, – yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati.” (Yakobus 1:5).

Jawab: Berdoalah bersama-sama! Ini adalah aktifitas yang akan membantu pernikahan anda menjadi sangat sukses. Berlututlah di hadapan Tuhan dan mintalah agar Tuhan mengaruniakan cinta sejati bagi satu sama lain, kemauan untuk saling memaafkan, kekuatan, dan kebijaksanaan untuk menyelesaikan segala masalah-masalah anda. Tuhan akan menjawab. Kebiasaan buruk anda mungkin tidak akan langsung hilang segera, tetapi Tuhan akan mempunyai akses lebih untuk merubah hati dan kebiasaan Anda.

8. Sejak awal sepakati bahwa perceraian bukan solusi yang baik.

“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6).

“Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:9)

“Sebab seorang istri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup.” (Roma 7:2).

Jawab: Alkitab berkata ikatan pernikahan itu tidak untuk dilepaskan. Perceraian diizinkan hanya dalam kasus perzinahan. Tetapi itu juga bukan sesuatu yang diharuskan melainkan hanya disarankan. Pengampunan selalu lebih baik daripada perceraian bahkan dalam kasus perzinahan sekalipun.

Sewaktu Tuhan memberkati ikatan pernikahan di Eden Dia merancangnya untuk seumur hidup. Maka dari itu janji pernikahan adalah janji yang paling suci dan mengikat dalam hidup seseorang. Ingatlah maksud Tuhan dalam pernikahan adalah agar mengangkat kehidupan kita dan memenuhi kebutuhan kita. Pikiran- pikiran bahwa “perceraian adalah jalan keluarnya” akan selalu menghancurkan pernikahan. Perceraian selalu menghancurkan dan bukanlah jalan keluar dari masalah; sebaliknya perceraian malah menciptakan masalah-masalah yang lebih besar seperti masalah keuangan dan masalah anak-anak yang bersedih karena orang tua mereka yang berpisah.

9. Jagalah lingkaran keluarga anda.

“Jangan berzinah.” (Keluaran 20:14)

“Hati suaminya percaya kepadanya… la berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.” (Amsal 31:11, 12).

“TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia.” (Maleakhi 2:14).

“Karena perintah itu…,”dan ajaran itu … melindungi engkau terhadap perempuan jahat.. Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Dapatkah orang membawa- api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? … Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorang pun, yang menjamahnya, luput dari hukuman.” (Amsal 6:24 – 29).

Jawab: Masalah dalam keluarga tidak boleh diumbar-umbar ke orang lain di luar rumah anda, meskipun orang tua anda sendiri. Orang ketiga yang bersimpati atau mendengarkan keluhan-keluhan tersebut dapat digunakan Iblis untuk mencemari hati suami atau isteri tersebut.

Selesaikanlah masalah-masalah rumah tangga anda secara pribadi. Tidak seorang pun yang boleh ikut campur kecuali pendeta atau penasehat pernikahan. Saling jujurlah terhadap satu sama lain, dan jangan pernah merahasiakan sesuatu. Jangan ucapkan lelucon yang menyakiti perasaan pasangan anda, saling membelalah satu sama lain bila diserang pihak luar. Perzinahan akan selalu melukai anda dan semua orang di dalam keluarga anda. Tuhan, yang mengetahui pikiran, tubuh, dan perasaan anda berkata “Jangan berzinah.” (Keluaran 20:14) Kalau godaan-godaan sudah mulai terjadi, putuskan segera. Kalau tidak kegelapan-kegelapan yang sulit untuk disingkirkan akan hadir dalam hidup anda.

10. Tuhan memberikan standar kasih; usahakan agar anda mencapainya.

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. la tidak memegahkan diri dan tidak sombong. la tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. la tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. la tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. la menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu!” (1 Korintus 13:4-7).

Jawab: Ayat diatas merupakan salah satu gambaran terbaik mengenai cinta kasih dari Tuhan. Bacalah berulang-berulang. Sudahkah anda membuat kata-kata ini menjadi bagian dari pernikahan anda? Kasih bukanlah dorongan hati sesaat, tapi prinsip kudus yang mencakup seluruh kehidupan pernikahan anda. Dengan kasih sejati, pernikahan anda mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk bertahan.

11. Ingat bahwa kritik dan omelan-omelan selalu menghancurkan kasih.

“Hai suami-suami, kasihilah istrimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” (Kolose 3; 19).

Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah. ”(Amsal 21:19).

“Seorang istri yang suka bertengkar serupa dengan tiris (atap bocor) yang tidak henti-hentinya menitik (menetes) pada waktu hujan.” (Amsal 27:15).

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3).

“Kasih itu sabar…; ia tidak cemburu… la tidak pemarah dan tidak nienyimpan kesalahan orang lain?.. la menutupi segala sesuatu,….. sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus 13:4-7).

Jawab: Berhentilah mengkritik, mengejek, dan mencari-cari kesalahan pasangan anda. Pasangan anda mungkin memiliki banyak kekurangan, tetapi hanya dengan mengkritik tidak akan memperbaikinya. Terlalu mengharapkan kesempurnaan hanya akan membawa sakit hati kepada anda dan pasangan anda. Jangan mencoba memperbaiki, mengendalikan, atau memaksa pasangan anda, anda hanya akan menghancurkan kasih yang ada. Hanya Tuhan yang bisa mengubah sifat manusia. Memiliki selera humor, hati yang ceria, ramah, sabar, dan penuh kasih sayang akan menyingkirkan banyak masalah-masalah rumah tangga anda. Cobalah untuk membuat pasangan anda lebih berbahagia, bukan hanya sekadar merasa senang, maka nanti kesenangan itu akan datang dengan sendirinya. Rahasia pernikahan bahagia bukanlah memiliki pasangan yang sempurna, tapi menjadi pasangan yang sempurna.

12. Jangan berlebihan dalam melakukan segala sesuatu.

“Semua orang yang ingin memiliki kemampuan yang hebat dalam suatu hal, tidak boleh berlebihan dalam melakukan segala sesuatu.” (1 Korintus 9:25 KJV).

“… [Kasih] tidak mencari keuntungan diri sendiri.” (1 Korintus 13:5).

“Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.” (1 Korintus 10:31).

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya.” (1 Korintus 9:27).

“jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tesalonika 3:10).

“Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur.” (Ibrani 13:4).

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman”. (Roma 6:12, 13).

Jawab: Berlebihan tidak baik, kekurangan juga tidaklah baik. Waktu untuk ibadah, kerja, mengasihi, istirahat, olahraga, bermain, makan dan waktu sosial harus seimbang dalam pernikahan, atau akan timbul masalah suatu saat nanti. Terlalu banyak bekerja, kurangnya istirahat, gizi tidak seimbang, atau kurang olahraga akan membuat seseorang suka mengkritik, tidak bertenggangrasa, dan berpikiran negatif. Alkitab juga menyarankan untuk mengendalikan nafsu berhubungan badan (1 Korintus 7:3-7) karena seks yang merendahkan derajat manusia, aneh-aneh, dapat menghancurkan kasih dan rasa hormat antara satu sama lain. Hubungan sosial juga sangatlah penting karena kebahagiaan sejati tidak dapat ditemukan dalam pengasingan. Kita harus belajar untuk tertawa dan menikmati saat-saat santai yang menyenangkan. Bersifat terlalu serius setiap saat sangatlah berbahaya. Berlebihan atau kekurangan dalam melakukan apa pun melemahkan pikiran, tubuh, kesadaran, dan kemampuan untuk mengasihi dan menghargai satu sama lain. Jangan biarkan ketidakmampuan anda mengendalikan diri merusak pernikahan anda.

13. Hargai hak-hak pribadi dan privasi satu sama lain.

“Kasih itu sabar;… ia tidak cemburu…. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri Sendiri… la tidak bersukacita karena ketidakadilan… [ia] percaya segala sesuatu.” (1 Korintus 13:4-7).

“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (Roma 12:10).

Jawab: Pasangan anda memiliki hak privasi yang berasal dari Tuhan. Jangan utak-atik dompet, tas, surat pribadi, dan benda-benda pribadi pasangan anda tanpa izin. Hak atas privasi dan keinginannya untuk tidak diganggu apabila sedang sibuk haruslah dihargai. Suami atau isteri anda juga mempunyai hak untuk berpendapat yang berbeda dengan anda. Pasangan yang sudah menikah tidak boleh merasa memiliki pasangannya seperti memiliki sebuah barang, jangan mencoba memaksa untuk merubah kepribadiannya. Hanya Tuhan yang bisa membuat perubahan semacam itu. Jangan terlalu sering untuk mencari tahu apa yang pasangan anda sedang lakukan, kepercayaan diri dan rasa saling percaya satu sama lain adalah kunci penting untuk mencapai kebahagiaan. Kurangi waktu untuk mencoba menyelidiki hati pasangan anda dan perbanyak waktu untuk membuat hatinya bahagia. Itu lebih baik.

14. Jadilah bersih, rendah hati, rapih dan rajin.

“Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, … jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian.yang mahal-mahal,” (2 Timotius 2:9).

“la mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. la bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.” (AmsaI 31:13, 15, 27).

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu,” (Yesaya 1:16)

“segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (1 Korintus 14:40)

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan… seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” (1 Timotius 5:8).

“Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” (Amsal 21:25).

Jawab: Sifat malas dapat digunakan oleh Setan untuk menghancurkan rasa hormat dan kasih sayang bagi satu sama lain sehingga dapat merusak rumah tangga anda. Pakaian yang sederhana, tubuh yang terawat sangatlah penting bagi suami istri. Masing-masing juga harus mengambil bagian dalam menjaga rumah agar tetap bersih dan teratur karena hal tersebut akan membawa kedamaian dan ketenangan. Pasangan yang malas, tidak efisien dan tidak berkontribusi bagi rumah tangganya merupakan noda bagi keluarga dan tidak menyenangkan Tuhan. Segala sesuatu yang dilakukan untuk pasangan anda seharusnya dilakukan dengan kasih dan rasa hormat. Ketidakperdulian dalam hal-hal kecil menyebabkan banyak perpecahan di rumah tangga.

15. Berniatlah untuk berbicara dengan sopan dan ramah.

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” “Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi.” (Pengkhotbah 9:9).

“Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. “ (1Korintus 13:11).

Jawab: Selalu berbicara dengan nada yang lemah-lembut dan ramah kepada pasangan anda walaupun dalam perselisihan. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam keadaan marah, lelah, atau patah semangat pasti bukan keputusan yang baik, jadi lebih baik untuk santai dan biarkan kemarahan itu mereda sebelum berbicara. Dan bila anda berbicara, usahakan agar selalu tenang dan penuh kasih. Kata-kata kasar dan penuh dengan amarah dapat melemahkan semangat pasangan anda untuk menyenangkan anda.

16. Bersikaplah bijaksana dalam hal keuangan.

“kasih itu murah hati; … dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.” (I Korintus 13:4, 5).

“mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7).

Jawab: Semua harta dan penghasilan yang diperoleh sesudah hari pernikahan harus dianggap sebagai milik bersama, dan setiap pasangan boleh menggunakan jumlah yang sudah ditentukan sesuai dengan anggaran keuangan keluarga. Rekening bank yang terpisah terkadang bisa menghilangkan kesempatan untuk memperdalam rasa saling percaya , yang merupakan suatu kunci penting untuk pernikahan yang sehat. Pengelolaan keuangan membutuhkan kerja sama, keduanya harus terlibat tetapi harus ada satu orang yang memimpin. Siapa yang mengelola keuangan tersebut harus ditentukan oleh kemampuan dan sesuai kesepakatan bersama.

17. Sering-seringlah berdiskusi dan meminta pendapat pasangan anda.

“Kasih.. . tidak memegahkan diri dan tidak sombong.. . la tidak pemarah.” (1 Korintus 13:4, 5)

Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.”(Amsal 15::32)

Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu.” (Amsal 26:12).

Jawab: Salah satu hal yang paling menguatkan pernikahan anda adalah dengan membicarakan keputusan-keputusan besar. Pindah kerja, membeli sesuatu yang mahal, dan keputusan hidup lainnya harus melibatkan pasangan anda, dan setiap ada perbedaan pendapat harus dihormati. Sering berdiskusi akan menghindarkan pernikahan dari banyak masalah. Jika sesudah diskusi dan berdoa masih ada perbedaan pendapat, isteri harus mengalah kepada keputusan suami, dan keputusannya itu haruslah berdasarkan kasihnya kepada istrinya dan demi kebaikan istrinya. (Efesus 5:22-24).

18. Apakah anda ingin pernikahan anda memancarkan kasih Tuhan yang tidak mementingkan diri sendiri, berdedikasi dan berbahagia?

Jawab: Ya/Tidak

PERTANYAAN LAIN

1. Siapa yang harus mengaku salah terlebih dulu saat terjadi perdebatan? (Roma 15:1).

Pihak yang benar!

2. Adakah petunjuk mengenai mertua atau kerabat yang turut serta dalam keputusan keluarga? (l Tesalonika 4:11).

Ya! Jangan ikut campur dalam rumah tangga anak anda terkecuali diminta oleh kedua orang pasangan tersebut. Banyak pernikahan yang seharusnya indah menjadi kacau akibat campur tangan mertua atau kerabat . Kewajiban mertua dan kerabat ialah membiarkan rumah tangga pasangan tersebut untuk membuat keputusannya sendiri.

3. Suami saya tidak percaya pada Tuhan dan saya sedang berusaha untuk menjadi Kristen. Pengaruhnya di rumah tidak baik, haruskah saya menceraikannya? (1 Korintus 7:12).

Tidak! Baca 1 Korintus 7:12-14 dan 1 Petrus 3:1, 2. Tuhan memberikan jawaban yang jelas.

4. Isteri saya berzinah dengan pria lain. Sekarang setelah bertobat, dia minta rujuk dan kembali ke rumah. Pendeta bilang saya harus menerimanya kembali, bukankah Tuhan melarang hal ini? (Matius 6:14).

Tidak! Tuhan mengizinkan perceraian sebagai solusi untuk kasus perzinahan, tetapi tidak pernah memaksakannya. Memaafkan selalu lebih baik dan lebih tepat. (Matius 6:14, 15) Perceraian akan merusak hidup anda dan anak-anak anda. Berilah kesempatan kedua! Peraturan emas berlaku di sini (Matius 7:12). Jika anda dan isteri anda mau menyerahkan hidup kepada Tuhan, Dia akan membuat pernikahan anda sangat bahagia. Belum terlambat.

5. Tolong beri saran. Saya seorang wanita yang menarik, para lelaki selalu mencoba mendekati saya. (1 Tesalonika 5:22).

Menjadi seorang wanita di zaman ini tidaklah mudah karena banyak pria tidak mau mengontrol hawa nafsu mereka. Tetapi ada beberapa cara yang dapat digunakan agar tidak terlalu menjadi pusat perhatian seperti berpakaian sederhana, menghindari pembicaraan yang menggoda, atau tidak turut serta dalam aktifitas yang mengundang perhatian yang tidak baik. Jika ada kekudusan, pengendalian diri dan harga diri pada anda maka secara otomatis pria-pria akan mundur. Yesus berkata “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu.” (Matius 5:16).

6. Apa ada nasehat Tuhan yang sederhana dan jelas bagi orang yang sudah berdosa tapi betul-betul mau bertobat? (Yohanes 8:11).

Tuhan Yesus pernah berkata kepada seorang wanita yang sudah jatuh kedalam dosa lalu bertobat. “ Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:10,11). Nasehat-Nya masih tetap berlaku sampai saat ini.

7. Bukankah pihak yang tidak bersalah dalam sebuah perceraian biasanya juga bersalah? (1 Samuel 16:7).

Tentu saja. Seringkali pihak yang merasa tidak bersalah tetapi dengan sikapnya yang tidak menyayangi, masa bodoh, tidak baik hati, egois, cerewet, atau sudah dingin terhadap pasangannya bisa menimbulkan pikiran-pikiran dan tindakan jahat dalam diri pasangan mereka. Terkadang pihak yang tidak bersalah sama salahnya di mata Tuhan. Tuhan melihat motif dalam hati kita, bukan hanya tindakan kita. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Tuhan; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7).

8. Apakah Tuhan ingin saya tetap tinggal dengan pasangan yang suka memukul dan menyiksa saya secara fisik?

Kekerasan dalam rumah tangga bisa menjadi masalah serius yang mengancam nyawa dan butuh perhatian secepatnya. Pasangan hidup dan anggota keluarga yang telah disiksa secara fisik harus mencari lingkungan yang aman untuk ditinggali sementara. Baik suami maupun isteri harus mencari bantuan profesional melalui penasehat pernikahan Kristen, dan untuk sementara pasangan sebaiknya tinggal secara terpisah.

Artikel diatas diambil dari Amazing Facts

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA