• Three Angels Media

Pelajaran 5 - Kunci Pernikahan Bahagia


Sebagaimana anda sudah ketahui hampir 50 % pernikahan di zaman sekarang berakhir dengan perceraian sehingga meninggalkan pasangan yang sakit hati dan anak-anak yang tidak mempunyai penopang. Jangan biarkan hal ini terjadi pada anda! Siapa pun anda, entah pernikahan anda sedang terguncang, sedang indah-indahnya, atau bahkan belum menikah sekalipun, berikut adalah nasihat gratis tetapi terbukti efektif untuk membantu agar pernikahan anda bisa langgeng. Nasihat ini berasal langsung dari Tuhan yang menciptakan dan mendirikan lembaga pernikahan! Jika anda sudah mencoba segalanya tetapi tidak ada yang berhasil, kenapa tidak mencoba kata-kata Tuhan? Ikuti kunci-kunci pelajaran berikut ini dan anda akan bisa mengukuhkan rumah tangga anda kembali.

Tujuh Belas Kunci Pernikahan Bahagia dari Buku Tuhan!

1. Bentuk rumah tangga anda sendiri.

“Sebab itu seorang laki-Iaki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24).

Jawab: Prinsip Tuhan sudah sangat jelas. Pasangan yang sudah menikah harus meninggalkan rumah orangtuanya masing-masing dan mendirikan rumah tangganya sendiri, sekalipun kondisi keuangan hanya sanggup untuk rumah kontrakan berkamar satu. Suami istri harus membuat keputusan bersama dalam hal ini dan memberitahukan keputusan tersebut kepada kerabat masing-masing. Mereka harus tetap teguh pada keputusan ini walaupun ada yang tidak menyukainya. Banyak pernikahan bisa menjadi lebih apabaik apabila prinsip ini dijalankan.

2. Pertahankan kemesraan semasa pacaran dulu.

“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8).

“…suaminya memuji dia” (Amsal 31:28).

“…perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada… bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.” (I Korintus 7:34).

“Hendaklah kamu saling mengasihi … dan saling mendahului dalam memberi hormat”. (Roma 12:10).

Jawab: Teruskan atau tumbuhkan kembali kasih sayang selama masa pacaran ke pernikahan anda. Pernikahan yang berhasil tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi harus dipupuk. Jangan terlalu acuh tak acuh kepada pasangan anda; nantinya kejenuhan akan mengambil alih dan bisa menghancurkan pernikahan anda. Pertahankan agar cinta tetap tumbuh dengan mengekspresikannya kepada pasangan anda, kalau tidak cinta itu akan pudar, dan anda akan semakin menjauh antara satu sama lain. Kasih dan sukacita tidak bisa diperoleh dengan mencarinya untuk diri sendiri, tetapi dengan memberikannya kepada orang lain. Jadi habiskan waktu sebanyak mungkin untuk melakukan banyak hal bersama-sama. Usahakan untuk menyambut satu sama lain dengan lebih antusias. Bersantai, berkunjung ke rumah kerabat, jalan-jalan, dan makan bersama-sama. Sertakan juga perhatian-perhatian kecil, kata-kata yang menguatkan, dan sentuhan-sentuhan kasih sayang. Kejutkan satu sama lain dengan hadiah-hadiah kecil atau bantuan-bantuan kecil. Usahakan untuk lebih saling mengasihi satu sama lain. Jangan mengharapkan hal yang lebih dari pernikahan anda kalau anda sendiri tidak pernah berusaha sungguh-sungguh untuk hal tersebut. Kurangnya cinta dan kasih sayang adalah penghancur pernikahan yang paling utama.

3. Ingatlah bahwa Tuhan yang mempersatukan anda dalam pernikahan.

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya … Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:5, 6).

Jawab: Apakah cinta hampir lenyap dari rumah anda? Saat Iblis mau menghancurkan pernikahan anda dengan menggoda anda untuk menyerah, jangan lupa bahwa Tuhan sendirilah yang mempersatukan anda berdua dalam pernikahan dan Dia menginginkan anda agar tetap bersama dan berbahagia. Dia akan membawa sukacita dan kasih ke dalam hidup anda apabila anda mematuhi perintah-perintah-Nya. “Bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Matius 19:26). Jangan putus asa. Roh Tuhan dapat merubah hati anda dan hati pasangan anda jika anda meminta dan membiarkan Tuhan bekerja.

4. Jagalah hati dan pikiranmu.

“…Jangan mengingini isterinya…” (Keluaran 20:17).

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23.)

“semua yang benar,… mulia, … adil,… suci,… manis,… yang sedap didengar,… pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Jawab: Pemikiran-pemikiran yang salah bisa menyakiti pernikahan anda. Setan akan menjerat anda dengan pemikiran seperti; “Pernikahan ini salah,” “Dia tidak memahami aku,” “Aku tidak sanggup lagi menerima semua ini,” “Kita bisa bercerai kapan saja kalau perlu,” “Aku mau pulang ke rumah orangtuaku saja,” atau “Dia senyum-senyum sama perempuan itu.” Pemikiran-pemikiran semacam ini berbahaya karena pemikiran suatu saat akan berbuah tindakan. Hindari melihat, mengucapkan, membaca, mendengarkan, atau bergaul dengan orang yang membawa kepada ketidaksetiaan. Pikiran yang tidak dikendalikan itu bagaikan mobil yang diparkir netral di jalan yang menurun; hanya akan menghasilkan bencana.

5. Jangan tidur di malam hari dengan perasaan marah pada pasangan anda.

“Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26).

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu.” (Yakobus 5:16).

“Lupakan apa yang telah di belakang” (Filipi 3:13)..

“Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni” (Efesus 4:32).

Jawab: Menyimpan amarah dan rasa sakit hati (besar atau kecil) bisa berbahaya. Jika tidak diatasi segera masalah-masalah sepele sekalipun akan menjadi besar didalam benak anda dan ini menyebabkan sudut pandang anda terhadap kehidupan menjadi tidak baik. Inilah sebabnya Tuhan berkata bahwa kemarahan harus padam sebelum matahari terbenam. Berjiwa besarlah untuk memaafkan kesalahannya dan untuk mengatakan dengan tulus; “Saya minta maaf.” Karena tidak ada manusia yang sempurna, dan anda berdua berada dalam pihak yang sama, jadilah sportif dan akui kesalahan anda bila memang anda yang salah. Selain itu berbaikan adalah pengalaman yang sangat menyenangkan karena mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk membuat pasangan suami-isteri menjadi lebih dekat satu sama lain. Tuhan menyarankan hal ini, dan sudah terbukti!

6. Jadikan Yesus sebagai pusat rumah tangga anda.

“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” (Mazmur 127:1)

“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka la akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6).

“Damai sejahtera Tuhan, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7).