• Three Angels Media

Bab 1: Dimana sebenarnya letak Tanah Perjanjian itu?(1)

Kebenaran Tentang Israel.

Bab 1 : Dimana sebenarnya letak Tanah perjanjian itu ?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menilai motif kepada Pro-Israel ataupun Anti-Israel. Kami percaya bahwa Yesus mati untuk semua bangsa, untuk orang Yahudi, Palestina, Mesir, untuk semua orang. Dan suatu saat Raja segala raja akan datang kembali menjemput umatNya yang terdiri dari segala suku, bahasa, kaum dan bangsa. Tulisan ini diperuntukkan meluruskan kesalahpahaman dari penafsiran ayat-ayat suci yang menyebabkan kebingungan di dunia kristen mengenai Topik tentang Israel sebagai tanah perjanjian. Kembali kepada apa yang Firman Suci sebenarnya katakan mengenai Israel sebagai tanah perjanjian.

Kami sarankan untuk Anda berdoa, buka Alkitab anda, dengarkan argumen kami, dan buat kesimpulan anda sendiri, dan kiranya Roh Kebenaran akan mengoreksi, dan mengarahkan kepada kebenaran. Tidak ada ruang untuk menebak-nebak. Prinsip kami adalah Doktrin Alkitab harus diuji oleh berbagai ayat alkitab sendiri, Alkitab haruslah menjadi penterjemah bagi dirinya sendiri. Cukup Adil bukan ?

Sekarang sedang ada debat yang sangat panas mengenai siapa pemilik tanah dimana Yerusalem modern berdiri saat ini. Perkumpulan yang sekarang dilabel sebagai “Kristen Zionis”1 berkata Tuhan pada awalnya memberikan tanah tersebut kepada orang-orang Yahudi, jadi orang Palestina tidak mempunya “hak” sama sekali untuk tanah itu. Para Kristen Zionis ini sudah membujuk Presiden Bush dan para politikus Amerika untuk menolak rencana Peta Jalan Menuju Perdamaian, menurut mereka itu melawan Tuhan karena memberikan orang-orang Palestina hak yang sama untuk hidup di tanah tersebut – dan untuk mempunyai Negara mereka sendiri – bersebelahan dengan Israel. Peta Perdamian tersebut malah disebutkan sebagai sebuah “Peta Jalan ke neraka”2 – karena dianggap menyangkal janji Tuhan pada jaman dahulu untuk memberikan kepada umat pilihannya tanah spesifik tersebut.

Mari kita lihat kembali fakta-faktanya secara Alkitabiah, bukan hanya di Perjanjian Lama, tetapi juga di Perjanjian Baru yang ditulis dalam terang penuh akan Yesus Kristus.

Pertama, Perjanjian Lama, di Kejadian 17:8, Tuhan berkata kepada Abraham,

“Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

Mari kita perhatikan seksama bahwa janji ini diberikan kepada Abraham dan keturunannya, dan tanah ini akan diberikan kepada keduanya menjadi “milik untuk selamanya.” Sekarang, mari kita coba pikirkan. Agar Abraham bisa mengakui tanah ini sebagai “milik untuk selamanya,” dia harus hidup selamanya. Ini hanya bisa dicapai melalui kematian dan kebangkitan bagi benih keturunan utama Abraham, yang menurut Paulus benih keturunan utama itu adalah Yesus Kristus sendiri (coba bandingkan Kej 17:8 dengan Gal 3:16).

Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. Gal 3:16.

Jadi di Kejadian 17:8, sama seperti di ayat Perjanjian Lama lainnya, “ Allah...telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham” (Gal.3:8).

Ingat, Tuhan menjanjikan tanah ini untuk menjadi miliknya selamanya.Tetapi – ini adalah salah satu kunci yang penting – menurut Perjanjian baru Tuhan sebenarnya tidak mewariskan milik pusaka (tanah fisik), tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya (yaitu Kristus), walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.”(Kis 7:5)

Disini kita temukan:

  1. Tuhan menjanjikan tanah kepada Abraham.

  2. Abraham tidak pernah benar-benar memiliki tanah Kanaan fisik.

Bagaimana kita bisa merekonsiliasikan hal ini? Apakah Tuhan berbohong? Apakah FirmanNya gagal? Tentu saja tidak. Satu-satunya cara untuk merekonsiliasikan hal ini adalah untuk menyadari bahwa tujuan utama dari janji “tanah” tersebut tidak ada hubungannya dengan tanah/negeri/negara yang penuh dosa ini ,tetapi tanah di “bumi yang baru” (lihat Wahyu 21:1) dimana Abraham suatu hari akan diberikan “kepemilikan untuk selamanya” melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Apakah Abraham mencari tanah yang dikutuk oleh dosa atau tanah yang dibebaskan dari dosa sebagai pemenuhan janji Tuhan? Jawabannya ada di Ibrani 11.

Abraham “diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing…dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah….Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh…melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini…mereka dengan rindu mencari suatu tanah air…yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi.”(ayat 9-16)

Ayat-ayat ini membuktikan bahwa tanah yang dicari Abraham adalah bukan tanah yang sama yang dia tempati secara fisik, tetapi tanah yang sudah diperbaharui. Ini sama dengan semua orang -orang percaya di Perjanjian Lama, karena di Ibrani 11 juga menyebutkan Yusuf, Musa, Gideon, Samuel, dan semua nabi-nabi (ayat 32), menyatakan bahwa mereka semua “tidak memperoleh apa yang dijanjikan” (ayat 39) sebagai “milik untuk selamanya.” Jadi – harap diperhatikan poin penting ini! - walaupun beberapa orang-orang suci di Perjanjian Lama ini hidup di Kanaan fisik, mereka masih menunggu untuk pemenuhan janji Tuhan mengenai “tanah” yang dijanjikan ke Abraham. Selama hidup mereka, mereka adalah “orang asing dan pendatang di bumi ini.”

Untuk menyederhanakannya, kita bisa menunjuk kepada dua tanah, yaitu :

1) Tanah Primer yang utama (tanah air sorgawi)

2) Tanah yang kedua (tanah kanaan fisik)

Di bab 2 nanti dari mini seri ini kita akan melihat lebih dekat ke Tanah yang Kedua, - tanah kanaan fisik yang dikutuk di dalam dosa – dimana para nabi-nabi Perjanjian Lama hidup. Selain dari ini, kita harus selalu mengingat bahwa Perjanjian Baru dengan jelas menunjukan bahwa harapan utama Abraham dan orang-orang suci di Perjanjian Lama bukan tanah yang penuh kutuk dimana Yerusalem modern sekarang berdiri, tetapi Tanah yang Utama –tanah kanaan yang dibersihkan dari dosa – dimana semua anak-anak Tuhan akan suatu hari nanti mewarisi sebagai “milik untuk selamanya” melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, yaitu keturunan Abraham yang utama. (Galatia 3:16).Yesus lahir dari garis keturunan Abraham (Matius 1 :1-17)

“Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” 2 Petrus 3:13.

Kami tidak mau tinggal di tanah yang pe