• Three Angels Media

7 tahun masa kesukaran (2)


Orang-orang Kristen yang memiliki pemikiran tentang nubuatan di seluruh Planet Bumi sering kali terlibat dalam perdebatan sengit tentang apakah Yesus Kristus akan kembali untuk Gereja-Nya sebelum tujuh tahun masa kesusahan (pandangan "pre-tribulation"), di pertengahan tujuh tahun (pandangan “mid –tribulation”), atau pada akhir tujuh tahun (pandangan “post-tribulation"). Namun sejauh ini pertanyaan yang paling eksplosif yang tampaknya banyak diajukan adalah: Apakah akhir zaman dimana ada "tujuh tahun masa kesengsaraan" benar-benar diajarkan di dalam Alkitab? Pada tahun 1945, setelah berbulan-bulan mengalami musibah yang menyengsarakan, Presiden A.S. Harry Truman akhirnya mengeluarkan perintah untuk menjatuhkan dua bom atom ke Jepang dalam upaya untuk mengakhiri Perang Dunia II. Pada tanggal 6 Agustus, "Little Boy" dijatuhkan di Hiroshima. Tiga hari kemudian, "Fat Man" dilepaskan di Nagasaki. Sekitar 130.000 orang langsung terbakar habis oleh kekuatan kedua bom atom tersebut. Banyak diskusi panas terjadi mengenai apakah benar atau tidak untuk menjatuhkan bom-bom tersebut. Satu hal yang pasti, di benak orang-orang yang membuat keputusan yang menakutkan itu, mereka percaya itu demi kebaikan Amerika. Sahabat terkasih, ini untuk kepentingan orang-orang Kristen di manapun bahwa “bom kebenaran” Tuhan sekarang harus dijatuhkan kepada apa yang saya sebut sebagai, "Khayalan Minggu ke-70 Daniel." Seperti telah kita lihat, keseluruhan teori 7 tahun tersebut didasarkan pada Daniel 9:27, yang mengatakan: Dia harus mengkonfirmasikan perjanjian itu dengan banyak orang selama satu minggu: dan di tengah minggu dia akan menyebabkan pengorbanan dan korban persembahan berhenti ... (Daniel 9:27 KJV). Ini mungkin akan mengejutkan Anda, namun secara sejarah, sebagian besar ilmuwan Alkitab yang dihormati tidak menerapkan Daniel 9:27 kepada tujuh tahun masa kesusahan sama sekali. Mereka juga tidak menafsirkan "dia" kepada antikristus yang akan muncul di masa depan (seperti yang diterapkan oleh banyak orang sekarang). Malahan para ilmuwan Alkitab tempo dulu, mereka menerapkan kata “dia” kepada Yesus Kristus. Coba perhatikan apa yang ditulis oleh komentar Alkitab yang terkenal di dunia oleh Matthew Henry tentang Daniel 9:27: "Dengan mempersembahkan dirinya sendiri sebagai sebuah korban satu kali dan untuk selamanya Ia [Yesus] akan mengakhiri semua ritual pengorbanan Lewi." 1 Demikianlah Matthew Henry menerapkan Daniel 9:27 kepada Kristus, bukan antikristus.

Komentar terkenal lainnya yang ditulis oleh seorang Metodis Inggris Adam Clarke mengatakan bahwa selama masa tujuh tahun Daniel 9:27 "Yesus sendiri akan mengkonfirmasi atau meratifikasi perjanjian baru dengan umat manusia."2

Komentar Alkitab yang sangat lama lainnya mengungkapkan juga:" Dia harus mengkonfirmasi perjanjian -Kristus. Konfirmasi perjanjian itu diberikan kepada-Nya."3 Inilah satu pernyataan lagi dari sebuah buku berjudul, Christ and Antichrist, yang diterbitkan pada tahun 1846 oleh Dewan Publikasi Presbyterian di Philadelphia. Di halaman 2, di bawah Rekomendasi, ada dukungan dari banyak pendeta Presbyterian, Methodis, dan Baptis, termasuk perwakilan resmi dari Southern Baptist Convention.4 Mengomentari minggu terakhir Daniel 9:27, jilid kuno tersebut menyatakan: .. suatu waktu disepanjang tujuh tahun yang tersisa, dia [sang Mesias] harus mati sebagai korban untuk dosa, dan dengan demikian membawa "kebenaran yang kekal." Inilah kiasan untuk kejadian-kejadian yang begitu gamblang, sehingga orang akan berpikir, orang-orang yang timbul diantara kejadian tersebut, tidak mungkin salah mengartikan nubuatan itu.5 Baiklah, ini dia. Sepuluh hal berikut ini memberikan bukti yang logis dan meyakinkan bahwa minggu ke-70 terakhir di Daniel yang terkenal tidak memiliki aplikasi untuk diterapkan di masa depan di tujuh tahun masa kesukaran. Sebaliknya, periode nubuat yang besar ini secara pasti telah tergenapi hampir dua ribu tahun yang lalu. 1. Seluruh nubuat Daniel 9:24-27 mencakup periode "tujuh puluh minggu," atau 490 tahun. Logika mengharuskan "tujuh puluh minggu" mengacu pada satu blok waktu berturut-turut, dengan kata lain, sampai tujuh puluh minggu langsung berurutan . Tidak ada contoh dalam Kitab Suci (atau di tempat lain)! Dari suatu periode waktu yang disebutkan berturut-turut dimana ada permulaan, trus sejenak berhenti , dan kemudian dimulai lagi. Semua referensi alkitabiah mengenai waktu adalah berurutan : 40 hari dan 40 malam (lihat Kejadian 7: 4), 400 tahun di Mesir (lihat Kejadian 15:13), 70 tahun masa pembuangan (lihat Daniel 9: 2), dll. Dalam nubuat Daniel , "Tujuh puluh minggu" akan dimulai pada masa pemerintahan Persia dan berlanjut sampai zaman Mesias.

2. Logika juga mengharuskan agar minggu ke-70 timbul setelah minggu ke-69. Jika tidak, maka tidak bisa disebut minggu ke-70!

3. Tidak masuk akal untuk memasukkan selisih 2.000 tahun diantara minggu ke-69 dan ke-70. Tidak ada sedikit pun celah 2000 tahun yang ditemukan dalam nubuat itu sendiri. Tidak ada selisih waktu antara tujuh minggu pertama dan langsung diikuti enam puluh dua minggu, jadi mengapa memasukkan selisih waktu antara minggu ke-69 dan ke-70?

Ditambahkan: siapapun yang belajar Matematika dengan sangat mudah akan mengatakan ada yang salah dengan urutan ini : 7 minggu pertama + 62 minggu + 2000 tahun sampai saat ini terus sampai masa depan entah kapan + 1 minggu terakhir (7 tahun masa kesukaran) = Total 70 Minggu. Secara Matematika tidak masuk akal.

Yang sebenarnya adalah Matematika sederhana yang bisa dipahami anak kecil : 7 minggu pertama + diikuti 62 minggu + diikuti langsung oleh 1 minggu terakhir tanpa celah waktu = Total 70 Minggu. Tanyakan perhitungan pertambahan sederhana ini kepada anak anda yang belajar matematika. Anda akan menyadari segera bahwa 7 tahun terakhir (7 tahun masa kesukaran) di masa yang akan datang dengan celah waktu 2000 tahun setelah 62 minggu adalah ilusi semata dan merupakan jawaban yang tidak lulus tes matematika sederhana. Dan terlebih tidak lulus tes Alkitab.

Contoh sederhana : Jika Anda memberi tahu anak Anda untuk tidur selama 70 menit, Anda pasti bermaksud 70 menit berturut-turut tanpa jeda waktu diantara 70 menit bukan! Bagaimana jika lima jam kemudian anak Anda yang telah bangun berkata, "Tapi ayah, saya tahu 69 menit telah berlalu, tapi menit ke-70 belum dimulai!"? Setelah menerima hukuman yang pantas, dia akan segera dikirim ke tempat tidur.

4. Daniel 9:27 tidak mengatakan apapun tentang tujuh tahun “masa kesusahan”, tidak mengatakan ada sebuah "kuil Yahudi / bait Allah" yang akan dibangun kembali, dan tidak sama sekali menyebutkan"antikristus".

5. Fokus utama yang disebutkan nubuatan ini adalah tentang Mesias, bukan antikristus. Setelah Mesias "dipotong / dicabut" (mengacu pada kematian Kristus), teks tersebut mengatakan, "Dan orang-orang dari pangeran yang akan datang akan menghancurkan kota dan tempat kudus." Di masa lalu, ini telah diterapkan secara konsisten kepada kehancuran Yerusalem dan kehancuran bait Allah kedua oleh tentara Romawi yang dipimpin oleh Pangeran Titus pada tahun 70 Masehi.6

6. "Dia harus mengkonfirmasikan / meneguhkan perjanjian tersebut." Paulus mengatakan "perjanjian itu" telah dikonfirmasi / disahkan sebelumnya oleh Allah di dalam Kristus "(Galatia 3:17 KJV). Yesus Kristus datang "untuk mengkonfirmasi/mengokohkan janji yang dibuat kepada bapak leluhur" (Roma 15: 8, penekanan ditambahkan). Dalam King James Version, Daniel 9:27 tidak mengatakan tentang "sebuah perjanjian (a covenant)" atau perjanjian damai (peace treaty), namun "perjanjian tersebut (the covenant)" yang diaplikasikan kepada Perjanjian Baru. Tidak ada tempat dalam Alkitab dimana antikristus membuat, atau mengkonfirmasi, atau melanggar perjanjian dengan siapapun. Kata "perjanjian" adalah Mesianik (berhubungan erat dengan Mesias), dan selalu berlaku bagi Mesias, bukan antikristus.

7. "Dia harus mengkonfirmasi perjanjian tersebut dengan banyak orang ". Yesus Kristus berkata,"Inilah darah-Ku dari perjanjian baru, yang ditumpahkan bagi banyak orang ... "(Matius 26:28). Lihatlah keduanya sangatlah cocok! Yesus mengutip Daniel 9:27 secara khusus.

8. "Di tengah minggu dia akan menyebabkan pengorbanan dan korban persembahan berhenti." Setelah tiga setengah tahun pelayanan suci, Yesus Kristus mati di kayu salib, "di tengah minggu [di tengah-tengah dari Tujuh tahun]. "Pada saat yang tepat di hari kematian-Nya," tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah ... "(Matius 27:51). Tindakan Tuhan ini menandakan bahwa semua ritual tata cara pengorbanan hewan pada saat itu berhenti dan tidak memiliki nilai lagi. Mengapa? Karena Korban Yang Sempurna telah dipersembahkan! Yesus Anak Domba Allah Yang Tak Bercacat telah dipersembahkan dan memberhentikan seluruh tata cara pengorbanan hewan.

9. "..dan di atas sayap kekejian (abomination) akan datang yang membinasakan (desolate)" bandingkan dengan Matius 24:15 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji (abomination of desolation - KJV) berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya”. Ini bukanlah sebuah pokok bahasan sederhana, namun kita tahu bahwa Yesus dengan jelas menerapkan peristiwa ini ketika para pengikut-Nya akan melarikan diri dari Yerusalem sebelum penghancuran bait Allah kedua pada tahun 70 M. Dalam sebuah teks paralel dengan Matius 24:15, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, "Ketika Anda melihat Yerusalem dikelilingi oleh tentara (tentara Romawi yang dipimpin oleh Pangeran Titus), maka ketahuilah bahwa kehancurannya Sudah dekat "(Lukas 21:20, penekanan ditambahkan). Murid-murid Yesus yang mempelajari nubuatan ini benar-benar "melihat" peristiwa-peristiwa itu terjadi didepan mereka. Karena "kekejian", Yesus berkata kepada mereka, “Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi". (Matius 23:38). Jadi, pernyataan Gabriel dalam Daniel 9:27 tentang Yerusalem yang akan menjadi "sunyi sepi" dipenuhi dengan sempurna pada tahun 70 M.

10. Gabriel mengatakan bahwa ramalan 70 minggu yang secara khusus diterapkan pada orang-orang Yahudi (lihat Daniel 9:24). Selama periode pelayanan publik Kristus selama 3 ½ tahun, fokus Sang Guru sebagian besar untuk "domba yang hilang dari keluarga Israel" (Matius 10: 6). Setelah kebangkitan-Nya dan kemudian selama 3 ½ tahun setelah itu, murid-murid-Nya kebanyakan berkhotbah kepada orang-orang Yahudi (lihat Kisah Para Rasul 1-6). Setelah periode 3 ½ tahun kedua, di tahun 34 Masehi, Stephen yang berani dilempari batu oleh Sanhedrin Yahudi (lihat Kisah Para Rasul 7). Perbuatan ini menandai penolakan resmi para pemimpin dan bangsa Israel terhadap Injil Juruselamat kita. Kemudian Injil pergi ke bangsa-bangsa lain. Dalam Kisah Para Rasul 9, Saulus menjadi Paulus, "rasul untuk bangsa-bangsa lain" (Roma 11:13). Dalam Kisah Para Rasul 10, Tuhan memberi Petrus sebuah penglihatan yang mengungkapkan bahwa sekaranglah waktunya untuk berkhotbah kepada orang-orang bukan Yahudi (lihat Kisah Para Rasul 10: 1-28). Baca juga Kisah Para Rasul 13:46. Jadi kira-kira 3 ½ tahun setelah penyaliban - dan pada akhir nubuatan 70 minggu yang diberikan untuk orang-orang Yahudi - Injil beralih ke orang-orang bukan Yahudi persis seperti yang diperkirakan dalam nubuatan Alkitab.

<