• Three Angels Media

4 Sep 2017: Kebiasaan Manusia

“Orang yang telah menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: ‘Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat” (Markus 14:44).

Banyak yang berpikir bahwa memilih adalah kegiatan saat itu: bahwa kita memilih seperti yang kita jalani dan keputusan itu adalah respons terhadap dorongan yang diberikan atau keadaan yang sedang terjadi. Tetapi tidak demikian. Kita memilih sebagaimana kita telah dipilih ribuan kali sebelumnya. Kita diciptakan dari pola yang sama, kebiasaan yang sama, dan dari instrument yang sama. Perasaan kita terbiasa dengan kesenangan. Semua kecendrungan itu, bukan keputusan sesaat. Setiap pilihan (baik atau buruk) adalah langkah untuk membuat perjalanan selanjutnya ke arah lebih muda dan lebih baik. Kita memilih bukan pada saat kita merespons, tetapi seperti yang telah dikondisikan oleh respons kita dari waktu ke waktu.

Ananias dan Safira tidak memilih untuk menahan milik Tuhan karena tiba-tiba ada dorongan untuk mementingkan diri sendiri. Keputusan mereka untuk menahan apa yang menjadi milik Tuhan telah dibentuk oleh tindakan ketamakan dan keserakahan yang berulang-ulang. Yusuf tidak memutuskan untuk hidup suci atau Daniel tidak memperioritaskan doa berdasarkan kesetiaan palsu yang terjadi secara tiba-tiba. Mereka, selama bertahun-tahun, membangun pola hidup yang benar. Dan Yudas tidak menghianati Tuhannya secara tiba-tiba. Keputusannya yang fatal itu didorong, ditempa, dan ditetapkan selama bertahun-tahun, memilih yang dapat dilihat dengan mata belaka telah membentuk keinginan dan tindakan melebihi apa yang ia dapat kendalikan. Begitu juga dengan kita semua. Masa depan kita, pada umumnya, terletak pada kebiasaan kita.

Apakah Anda memiliki kebiasaan yang sulit untuk Anda tinggalkan? Apakah hari ini, Anda sementara berjuang dengan pola hidup atau pikiran jahat yang sulit untuk Anda tinggalkan? Kabar baiknya adalah bahwa tidak peduli seberapa besar ikatan kebiasaan yang mengikat kita dalam beberapa kebiasaan yang buruk yang tidak diinginkan, Yesus dapat membebaskan kita. Dia tidak hanya pembuat cara, tetapi ia juga menghancurkan kebiasaan itu – Dokter Agung yang siap memotong kecenderungan kita untuk berbuat jahat serta mengendalikan pikiran dan keputusan kita.

Dengan keputusan yang tepat dan konsisten, kita pada akhirnya menjadi sangat terbiasa untuk mengambil keputusan secara benar, saat dicobai, berbalik secara alamiah datang kepada Allah untuk dituntun seperti bunga matahari yang selalu menghadap ke matahari (Sons and Daughters of God, hlm. 151). Ini adalah janji yang penuh kuasa yang kita semua harus pilih untuk percaya, dan kebiasaan untuk percaya kepada Allah adalah yang paling penting dari segala yang lain.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA