• Three Angels Media

Pelajaran 3 - Pertolongan Dari Atas


Bayangkan ngerinya terdampar di tengah laut sambil di kepung hiu-hiu kelaparan! Lalu bayangkan betapa lega dan bersyukurnya Anda bila diangkat ke tempat aman. Kenyataannya semua orang di planet ini sedang tersesat di tengah laut yang penuh bahaya. Kita betul-betul butuh pertolongan, bukan dari sebuah kapal atau helikopter, tetapi dari Allah. Tuhan mengasihi Anda; karena begitu besar kasih-Nya pada Anda sehingga Dia mengirimkan Anak-Nya untuk menyelamatkan Anda. Anda kemungkinan besar sudah pernah mendengar tentang semua ini, tapi apakah Anda betul-betul mengerti intinya? Apa maknanya bagi Anda, dan dapatkah itu mengubah hidup Anda? Bacalah dan temukan jawabannya!

1. Apakah Tuhan benar-benar peduli kepada saya?

Inilah yang dikatakan-Nya: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.” (Yesaya 43:4).

“Ya, Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal.” (Yeremia 31:3).

Jawab: Kasih Tuhan yang tak berkesudahan bagi Anda dan saya jauh melampaui pemahaman kita. Dia mengasihi Anda seolah-olah Anda adalah satu-satunya orang yang akan binasa di seluruh alam semesta. Dia rela menyerahkan hidup-Nya bagi Anda atau saya bahkan seandainya tidak ada orang berdosa lain yang perlu ditebus. Cobalah untuk mengingat hal ini. Anda berharga di mata-Nya. Dia mengasihi Anda.

2. Bagaimana cara Tuhan menunjukkan kasih-Nya bagi kita?

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yohanes 4:9,10).

Jawab: Karena Dia begitu mengasihi kita, Dia bersedia untuk melihat Anak-Nya yang tunggal menderita dan mati dibanding melihat Anda dan saya terpisah dari-Nya selamanya. Kita tidak akan pernah memahami hal itu, tapi Dia melakukannya hanya untuk Anda dan saya.

3. Bagaimana Dia bisa mengasihi seseorang seperti saya?

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).

Jawab: Jelas bukan karena kita pantas mendapatkannya sebagai upah atas perbuatan kita sendiri, atau karena kita pantas mendapatkannya karena kebaikan kita. Kita tidak pantas mendapatkan apa pun dari Bapa kecuali kematian, yang adalah upah dosa (Roma 6:23). Tetapi kasih Tuhan tidak bersyarat, Dia mengasihi pencuri, pezinah, dan pembunuh. Dia juga mengasihi orang egois, orang munafik, dan orang yang suka mengucapkan kata-kata kotor. Tetapi yang paling hebat ialah, Dia mengasihi kita! Dan karena Dia tahu bahwa dosa-dosa kita hanya bisa menyeret kita kepada penderitaan dan kematian, Dia ingin menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Itulah sebabnya Dia mati bagi kita.

4. Apa arti kematianNya bagi saya?

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Tuhan.” (1 Yohanes 3:1).

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Tuhan, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” (Yohanes 1:12).

Jawab: Yesus Kristus mati untuk memenuhi tuntutan hukuman mati yang seharusnya kita terima. Dia berubah menjadi seorang manusia supaya Dia bisa menderita kematian kedua yang seharusnya kita derita (Baca Pelajaran 2).

Dengan kata lain, ketidakberdosaanNya diberikan kepada kita (yang pasti dosa kita jauh lebih banyak banding kebaikan kita) supaya kita bisa dianggap tidak berdosa oleh Allah. Kematian Yesus Kristus diterima oleh Bapa sebagai pembayaran penuh bagi semua dosa-dosa kita di masa lalu, dan dengan menerima apa yang dilakukan-Nya sebagai pemberian cuma-cuma dari-Nya, kita diterima ke dalam keluarga Tuhan sebagai anak-Nya.

Renungkan hal-hal ini:

– Karena dosa-dosa saya, saya sudah pasti berada di bawah hukuman mati.

– Saya tidak bisa membayar denda penebus dosa itu. Karena jika saya mati sebagai ganti dosa-dosa saya, saya tidak mungkin bangkit sendiri. Saya pasti akan mati selama-lamanya.

– Saya berutang sesuatu yang tidak sanggup saya bayar sampai kapanpun! Tapi Seorang Sahabat datang menolong, yaitu Yesus Kristus, dan menawarkan, “Saya akan membayar hutang dosamu. Saya akan mati sebagai ganti dirimu dan memberimu ketidakberdosaanku. Kamu tidak perlu mati demi dosa-dosamu sendiri.”

– Saya harus menerima penawaran itu! Mudah sekali, bukan? Saya mengakui bahwa hanya kematian Yesus Kristus yang bisa membayar hutang dossaya. Saya mau menerimanya. Begitu saya melsayakan hal ini, saya menjadi anak Tuhan!

5. Bagaimana cara menerima Dia dan beralih dari kematian kepada hidup yang kekal?

Akui saja tiga hal ini:

1. Saya orang berdosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 3:23).

2. Sayaberada di bawah ancaman hukuman mati. “Sebab upah dosa ialah maut.” (Roma 6:23).

3. Saya tak bisa menyelamatkan diri saya sendiri. “Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5).

Lalu, percayalah tiga hal ini:

1. Yesus Kristus mati bagi saya. “Tetapi Dia… mengalami maut bagi semua manusia.” (Ibrani 2:9).

2. Dia mengampuni saya. “Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita.” (1 Yohanes 1:9).

3. Dia menyelamatkan saya dari hukuman mati. Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.” (Yohanes 6:47).

Jawab: Dengan cara meminta, percaya, dan menerima pemberian dari Yesus Kristus, Tuhan kita.

6. Apa yang harus saya lakukan untuk memperoleh anugerah keselamatan yang cuma-cuma ini?

“Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:24).

“Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Roma 3:28).

Jawab: Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menerimanya sebagai pemberian gratis. Kepatuhan saya terhadap hukum-hukum Tuhan tidak akan dapat menyelamatkan saya sedikitpun dalam proses penghakiman Tuhan. Semua yang meminta keselamatan oleh iman akan menerimanya. Orang berdosa yang paling jahat akan diampuni Tuhan sama seperti orang yang paling baik. Masa lalu kita tidak akan diperhitungkan. Ingat, Tuhan mengasihi semua manusia tanpa pandang bulu, dan pengampunan hanya diberikan bagi mereka yang memintanya. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8,9).

7. Waktu saya bergabung dalam keluargaNya melalui iman, perubahan apa yang akan dilakukan Yesus Kristus dalam hidup saya?

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).

Jawab: Saat pengampunan melalui Yesus Kristus saya terima dalam hati saya, Dia menghancurkan diri saya yang lama yang penuh dosa dan betul-betul mengubah saya menjadi ciptaan baru. Hidup yang lama yang penuh dosa menjadi sesuatu yang menjijikkan dan tak diinginkan. Untuk pertama kalinya dengan sukacita saya mulai mengalami perasaan bebas yang menakjubkan, lepas dari rasa bersalah dan rasa terhukum. Saya mulai melihat betapa hampa hidup saya yang sebelumnya tanpa Kristus. Saya bukan lagi seorang budak, tapi kini diangkat sendiri oleh Tuhan untuk duduk bersama-sama semeja dengan-Nya dalam perjamuan pesta. Satu menit bersama Tuhan memberi lebih banyak sukacita dibandingkan seumur hidup menjadi budak Iblis. Sungguh suatu pertukaran yang sangat menguntungkan! Kenapa saya menunggu begitu lama untuk menerimanya?

8. Apakah hidup yang diubahkan ini akan lebih baik dibandingkan dengan kesenangan kehidupan yang lama?

Kristus berfirman, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya… sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 15:11).

“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36)

Aku datang, supaya mereka mempunyainya dalam segala kelimpahan’ (Yohanes 10:10).

Jawab: Banyak orang merasa bahwa hidup sebagai umat Tuhan tidak akan menyenangkan, sebab banyak peraturan dan penyangkalan-diri. Tetapi itu tidak benar, yang terjadi justru sebaliknya. Waktu Anda menerima kasih Yesus Kristus, sebuah semangat hidup baru muncul dari dalam.

Damai dan sukacita yang tak terbayangkan mengisi hidup Anda. Tidak bisa dibandingkan dengan hidup yang lama yang penuh keegoisan dan kegagalan.

Bagai mimpi buruk, masa lalu yang menyakitkan akan memudar, dan Anda akan mengalami hidup yang berkelimpahan seperti yang dirancang Tuhan sejak semula.

9. Tapi bisakah saya melakukan segala hal yang seharusnya dilakukan oleh pengikut Tuhan?

“Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:19,20).

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”(Filipi 4:13).

Jawab: Disinilah mujizat terbesar dalam kehidupan umat Tuhan dinyatakan. Tidak ada yang memaksa Anda untuk berbuat baik! Tetapi Anda akan gemar untuk melakukan perbuatan baik karena ada kasih di dalam hati Anda. Apa yang Anda lakukan sebagai umat Tuhan adalah pancaran dari hidup seseorang di dalam diri Anda. Penurutan pada Hukum Tuhan adalah respon alami dari kasih di dalam hidup Anda. Menjadi lahir baru di dalam Tuhan, sebagai ciptaan baru, Anda akan ingin untuk menuruti-Nya karena hidup-Nya telah menjadi bagian dari hidupmu. Untuk melakukan hal-hal yang diminta seseorang yang Anda kasihi bukanlah suatu beban, tapi suatu sukacita. “Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:9).

10. Apakah itu artinya bahwa 10 Hukum Tuhan pun tidak akan sulit untuk dipatuhi?

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku,” (Yohanes 14:15).

“Sebab inilah kasih kepada Tuhan, yaitu, bahwa kita menuruti perintahperintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat” (1 Yohanes 5:3).

“Tetapi barang siapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kite ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.” (1 Yohanes 2:5).

Jawab: Alkitab selalu menghubungkan penurutan dengan kasih kepada Tuhan. Umat Tuhan yang lahir kembali sama sekali tidak akan merasa sulit untuk mematuhi 10 Hukum. Karena semua dosa yang telah saya lakukan ditutupi oleh darah Yesus Kristus, maka penurutan saya di masa kini dan yang akan datang berakar dari hidup-Nya yang ada dalam diri saya. Bahkan, karena saya sangat mengasihiNya karena sudah mengubah hidup saya, saya akan melangkah lebih jauh lagi dibanding hanya sekadar menuruti 10 Hukum. Hari demi hari, saya menyisihkan waktu untuk membaca Alkitab untuk mengetahui kehendak-Nya, mencoba menemukan cara-cara baru untuk menunjukkan kasih saya kepada-Nya. “Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22).

11.Bagaimana saya bisa yakin bahwa jika mematuhi hukum-hukum yang di dalam Alkitab bukanlah legalisme?

“Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Tuhan dan iman kepada Yesus Kristus. (Wahyu 14:12).

Mengalahkan dia [Setan] oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sarnpai ke dalam maut.” (Wahyu 12:11).

Jawab: Jangan menyamakan penurutan dengan legalisme. Legalisme berarti mencoba memperoleh keselamatan dengan berbuat amal atau melakukan sesuatu. Umat Tuhan di Alkitab memiliki 4 ciri-ciri:

[if !supportLists]1. [endif]Mematuhi 10 Hukum.

[if !supportLists]2. [endif]Percaya kepada darah Anak Domba

[if !supportLists]3. [endif]Senang membagi iman mereka dengan orang lain

[if !supportLists]4. [endif]Lebih memilih mati daripada berdosa.

Itu adalah tanda-tanda sejati orang yang mengasihi Yesus Kristus dan yang sudah membuat komitmen seumur hidup untuk mengikut Dia.

12. Tindakan apa yang mengukuhkan hubungan kasih kita dengan Yesus Kristus, dan apa artinya?

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” “supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya.” (Roma 6:4,6).

“Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” (2 Korintus 1l:2)

Jawab: Baptisan dengan cara diselam melambangkan tiga peristiwa penting dalam hidup orang percaya:

[if !supportLists]1. [endif]Mati terhadap dosa.

[if !supportLists]2. [endif]Lahir kembali di dalam Kristus

[if !supportLists]3. [endif]Pernikahan dengan Kristus untuk selamanya.

Selama kasih kepada Tuhan terus bertumbuh persatuan rohani ini akan bertambah kuat dan manis seiring dengan berjalannya waktu. Seperti didalam pernikahan antara laki-laki dan perempuan, hilangnya cinta dapat mengubah sukacita menjadi penderitaan. Ketika cinta hilang, rumah dipersatukan hanya oleh kewajiban yang dituntut oleh hukum sipil. Begitu juga sewaktu umat Tuhan berhenti mengasihi Yesus Kristus sebagai yang terutama, agamanya hanya dipandang sebagai suatu set peraturan belaka, sebagai kewajiban yang mengekang dan membebani.

13. Bagaimana saya memastikan agar iman dan kasih saya dalam persatuan dengan Yesus kristus akan terus bertambah?

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci.” (Yohanes 5:39).

“Tetaplah berdoa.” (I Tesalonika 5:l7).

“Kamu telah menerima Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” (Kolose 2:6).

“Tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut.” (1 Korintus 15 : 31).

Jawab: Tidak ada hubungan kasih yang bisa bertumbuh tanpa komunikasi. Doa dan pendalaman Alkitab sangatlah penting untuk menjaga agar hubungan ini bertumbuh. Firman Tuhan berisi surat cinta yang harus saya baca setiap hari untuk menumbuhkan kehidupan kerohanian saya. Berbicara denganNya dalam doa memperdalam kesetiaan dan membuka pikiran saya kepada pemahaman yang lebih menakjubkan dan lebih mendalam mengenai kepeduliannya bagi saya. Hari demi hari saya terpesona atas segala berkat yang disediakanNya untuk kebahagiaan saya.

Tuhan memeteraikan pernikahan rohani kita

Untuk menyegel pernikahan rohani kita selamanya, Dia telah berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkan kita (Mamur 55:22, Matius 28:20, Ibrani 13:5), menjaga kita di waktu sakit maupun sehat (Mazmur 41:3, Yesaya 41:10), dan untuk menyediakan segala kebutuhan yang akan muncul dalam kehidupan kita (Matius 6:25-34). Sama seperti saya menerima Dia dengan iman dan mendapati janji-janji-Nya selalu cukup, saya akan tetap mempercayainya untuk semua kebutuhan saya di masa depan, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan saya.

14. Apakah Anda ingin mengundang Yesus Kristus dalam hidup Anda dan mengalami kelahiran baru?

Jawab: Ya / Tidak

PERTANYAAN – PERTANYAAN LAIN

Pertanyaan-pertanyaan yang masih belum terjawab dari pembahasan di atas, akan kami jawab dibawah ini:

1. Bagaimana mungkin kematian satu Orang membayar hutang dosa bagi seluruh umat manusia? Hidup saya penuh dosa. Rasanya Tuhan harus melakukan sesuatu yang lebih untuk menebus seseorang yang sejahat saya (Ibrani 7:25).

Roma 3:23 mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa. Karena upah dosa ialah maut (Roma 6:23) dan karena semua orang telah berbuat dosa, maka sesuatu yang istimewa sangat diperlukan bagi semua manusia keturunan Adam. Hanya Satu Orang yang nyawa-Nya setara dengan nyawa seluruh umat manusia yang bisa mati untuk menebus dosa semua umat manusia. Karena Yesus Kristus adalah Pencipta dan Pembuat semua bentuk kehidupan, nyawa yang diserahkan-Nya setara dengan nyawa semua orang yang pernah hidup di bumi ini. Bukan hanya penebusan dosa harus dilakukan oleh Orang yang nyawanya bisa menggantikan semua nyawa seluruh makhluk hidup, tapi Orang yang mati itu harus bisa bangkit dari kematian itu. Mengapa? Untuk menyediakan hasil dari penebusan itu bagi orang yang bersedia menerimanya dengan iman. “Karena itu la sanggup juga menyelamatkan semua orang, bahkan yang paling jauh sekalipun, yang datang kepada Tuhan melalui Dia. Sebab la hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25).

2 . Kalau saya menerima Yesus Kristus dan pengampunan dosaNya lalu berdosa lagi, apakah Dia akan mengampuni saya lagi? (l Yohanes 1:9).

Kita yakin Tuhan akan mengampuni kita lagi jika kita menyesal dan mengakuinya. “Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita .dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (I Yohanes 1:9).

3. Bagaimana saya bisa menghadap Tuhan dalam kondisi saya yang penuh dosa? Bukankah lebih baik bagi saya jika saya meminta seorang pendeta saja yang berdoa sehingga menjadi perantara antara saya dengan Tuhan? (Ibrani 4:16).

Karena Yesus Kristus telah hidup sebagai manusia dan telah dicobai seperti kita (Ibrani 4:15), maka kita mempunyai Tuhan yang bisa mengerti dan mengasihani kita. Ibrani 4:16 mengatakan bahwa kita bisa dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia untuk menerima pengampunan. Kita bisa langsung menghadap Tuhan Allah melalui Yesus Kristus tanpa perantara manusia lain, dan dengan mempercayai belas kasihan-Nya kita bisa dengan penuh keyakinan datang padaNya dalam nama Yesus Kristus (Yohanes 14:14). 1 Timotius 2:5 menuliskan: “Karena Tuhan itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Tuhan Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.”

4. Apa ada yang bisa saya lakukan untuk membantu Tuhan menyelamatkan saya?

Tidak ada. Rencana-Nya seratus persen berdasarkan kasih karunia-Nya (Roma 3:24; 4:5); dan itu adalah pemberian Tuhan (Efesus 2:8). Dengan Tuhan memberikan kita kasih karunia melalui iman, Dia juga memberikan kita keinginan dan kekuatan untuk mematuhi kehendak-Nya. Ini dihasilkan dalam penurutan pada hukum-hukumNya. Jadi, bahkan penurutan kita pada hukum-hukumNyapun juga berasal dari kasih karunia Tuhan yang cuma cuma. Penurutan yang merupakan bentuk pelayanan dan tindakan kasih adalah ujian sejati dalam menjadi murid dan buah iman dalam Yesus Kristus yang muncul dengan sendirinya.

5. Jika Tuhan sudah mengampuni dosa saya dan mengembalikan saya kedalam keluarga-Nya, apakah itu akan menghapus semua hukuman atas dosa-dosa saya, atau apakah saya masih tetap harus dihukum atas dosa tersebut?

Alkitab menuliskan “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). Yesus Kristus telah membayar penuh seluruh denda bagi dosa-dosa kita, dan mereka yang menerima-Nya dalam iman tidak perlu lagi membayar denda untuk membersihkan diri, tapi sudah dianggap bersih atau dicuci dalam darah Anak Domba! (Wahyu 22:14; 7:14) Yesaya 43:25 berisi janji yang indah mengenai penebusan “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Mikha 7:18, 19 menunjukkan sikap penuh kasih Tuhan Sang-Penebus kepada umatNya; “Siapakah Tuhan seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah la kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.”

Artikel diatas diambil dari Amazing Facts

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA