• Three Angels Media

Bagian 4: Kekeliruan tentang dunia orang mati (Kubur) dalam topik Kematian (bab 2)


Di artikel sebelumnya, kami menemukan bahwa:

1) Alkitab melarang semua usaha untuk berkomunikasi dengan orang mati (lihat Ulangan 18:11)

2) Roh-roh jahat bekerja dengan tipu muslihat di seluruh dunia (lihat Wahyu 16:14) yang dapat dengan mudah meniru / menyamar menjadi orang-orang yang telah meninggal dunia. 3) Komunikasi dengan orang mati tidak mungkin karena mereka yang telah mati sudah mati.

4) Mereka (orang mati) terbaring tanpa kesadaran, tertidur di dalam kuburan mereka, menunggu kebangkitan (lihat Pengkhotbah 9: 5, 10; Mazmur 6: 5; 13: 3; 115: 17; 146: 4; Yohanes 5:28, 29; 6:39, 40 , 44, 54: 11: 11-14; 1 Korintus 15: 51-54; 1 Tesalonika 4:16, 17). Dua puluh enam tahun yang lalu saya mengetahui kebenaran Alkitab ini: Yesus Kristus telah mati untuk dosa-dosa saya, dimakamkan di makam Yusuf, dan bangkit dari kubur (lihat 1 Korintus 15: 3, 4). Bagi orang Kristen, fakta ini seharusnya tidak dapat dinegosiasikan. Sewaktu saya terus mempelajari Alkitab saya, saya juga percaya bahwa ketika manusia mati, mereka mati, tertidur di kuburan mereka, menunggu "kebangkitan pada hari terakhir" (Yohanes 11:24). Kematian, penguburan dan kebangkitan, inilah urutan yang dikatakan oleh Kitab Tuhan. Saya menyadari bahwa banyak orang Kristen yang takut akan Tuhan lainnya tidak memiliki pandangan yang sama seperti saya. Kebanyakan percaya bahwa ketika kita mati, hanya tubuh kita yang terurai menjadi debu, sedangkan jiwa kita langsung masuk ke hadirat Yesus di sorga. Secara pribadi, saya tidak percaya ini. Jika kita tidak setuju, dapatkah kita melakukannya dengan hormat? Saya berharap begitu. Dalam beberapa tulisan berikutnya dari seri ini saya akan meneliti dengan seksama beberapa teks Alkitab terkenal yang biasanya digunakan untuk mendukung doktrin "kita langsung segera pergi ke Surga pada saat kematian". Banyak yang dipertaruhkan di sini. Tolong pertimbangkan argumen saya, dan kemudian sampaikan kesimpulan Anda sendiri. Absent from the body, present with The Lord = beralih dari tubuh ini, menetap pada Tuhan? (2 Korintus 5: 8KJV): Ini mungkin adalah ayat utama yang digunakan untuk mendukung pandangan umum. Teks yang tepat berbunyi, "Kami yakin, saya katakan, dan bersedia untuk absen dari tubuh, dan untuk menetap bersama Tuhan (KJV)" Paulus dengan jelas berbicara tentang sebuah transisi dari "tubuh" berdosa ini menjadi "menetap pada Tuhan. "Tidak ada pertanyaan tentang ini. Tetapi perhatikan dengan seksama bahwa dalam ayat ini Paulus tidak secara khusus mengatakan kapan masa transisi ini terjadi. Sebagian besar menganggap dia (Paulus) bermaksud transisi terjadi pada saat kematian. Apakah benar ini yang dimaksudkan oleh Paulus? Mungkinkah dia bermaksud pada Hari Kebangkitan ketika Yesus Kristus kembali? Hebatnya, kita tidak perlu menebak, karena ayat-ayat berikut ini membuat maksud Paulus menjadi jelas. Empat ayat sebelumnya Paulus mengatakan transisi ini terjadi ketika "yang fana" "ditelan oleh kehidupan" (2 Korintus 5: 4). Kapan itu? Jika kita mendukung beberapa pasal untuk surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus, jawabannya jelas. Perhatikan baik-baik:

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati (tidur menurut KJV) semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1 Korintus 15: 51-55) Di sini Paulus menulis tentang klimaks kembalinya Yesus Kristus dan kebangkitan orang-orang kudus Allah. Paulus menyebut kematian "tidur" (ayat 51 KJV). Dia juga mengatakan bahwa kita saat ini "dapat binasa = fana" (ayat 53). Akhirnya, dia menjelaskan bahwa ketika "sangkakala akan berbunyi dan orang mati akan dibangkitkan ... dan hal ini akan berlalu seperti ada tertulis, Kematian ditelan dalam kemenangan" (ayat 52-54). Perhatikan dalam 2 Korintus 5: 4 dan 5: 8, Paulus mengatakan bahwa peralihan dari "tubuh" berdosa ini menjadi "menetap pada Tuhan" terjadi ketika "kematian ditelan oleh kehidupan." Dalam 1 Korintus 15: 51-55, dia menjelaskan bahwa "yang dapat binasa / fana" ini akan "memakai keabadian" dan bahwa kematian akan "ditelan dalam kemenangan" pada Kedatangan Kedua Yesus Kristus. Di luar ini, apakah Paulus menjelaskan di tempat lain di mana orang percaya akan menetap pada / bersama dengan Tuhan"? Ya memang. Sekali lagi perhatikan dengan saksama: Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan (1 Tesalonika 4:16, 17). Ayat-ayat ini paralel 1 Korintus 15: 51-55, yang menjelaskan 2 Korintus 5: 4-8. Menurut 1 Tesalonika 4:16, 17, kapan orang-orang percaya akan "hadir bersama dengan Tuhan"? Jawaban: Ketika Yesus Kristus menerjang atmosfer kita yang tercemar dengan teriakan, suara, dan sangkakala Tuhan yang memekakkan telinga! Sangkakala itu akan sangat nyaring sehingga bisa menembus telinga orang-orang yang telah meninggal yang percaya kepada Yang tersalibkan dan Yang telah bangkit. Mereka akan keluar dari kuburan mereka yang lembap. Betapa hebatnya! Maka orang-orang yang masih hidup (saya harap bisa menjadi salah satu dari kelompok ini) akan "terangkat" ke dalam perjalanan angkasa terbesar yang pernah dialami manusia. Lalu? Jangan sampai ketinggalan: "Demikianlah kita akan bersama Tuhan selamanya."

Inilah perkataan Firman Tuhan. Haleluya!

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->