• Steve Wohlberg

Bagian 5 : Kekeliruan tentang dunia orang mati (Kubur) dalam topik Kematian (bab 3)


Disana Paman Manuel terbaring. Dia meninggal. Otak saya yang berusia tujuh tahun mencoba memahami apa yang terjadi saat saya menghadiri pemakaman Paman Manuel, melihat peti jenazahnya, menatap wajahnya yang pucat pasi, memegangi tangan ayahku sementara dikelilingi oleh pelayat yang berpakaian hitam, dan menyaksikan air mata ibuku. Itu sangat aneh. Pada usia muda, saya hampir tidak mengerti apa arti kematian, apa yang terjadi setelah kehidupan singkat di bumi ini berakhir.

Pemakaman Paman Manuel hampir 40 tahun yang lalu. Sejak itu, saya telah melakukan banyak penelitian tentang apa yang Alkitab katakan tentang kematian, penguburan, dan kebangkitan. Setelah bertahun-tahun belajar, saya sampai pada kesimpulan bahwa ketika seseorang meninggal - apakah orang kudus atau orang berdosa - mereka telah meninggal, mereka terbaring tak sadarkan diri di kuburan mereka menunggu "kebangkitan orang mati" (Kisah Para Rasul 24:15) . Saya menyadari ini sedikit berbeda dari apa yang kebanyakan orang percaya. Meskipun demikian, saya tidak bertanggung jawab kepada manusia, tapi hanya kepada Tuhan saja. Kepada pembaca saya, saya mengajukan permohonan ini: Baca argumen saya, pelajari Alkitab untuk diri sendiri, berdoa, dan sampaikan kesimpulan Anda sendiri. Cukup adil bukan? Salomo mengatakan bahwa "tidak ada pekerjaan atau pertimbangan atau pengetahuan atau kebijaksanaan di dalam kuburan kemana Anda pergi" (Pengkhotbah 9:10) dan bahwa "orang mati tidak mengetahui apa-apa" (Pengkhotbah 9: 5). Baik Perjanjian Lama dan Baru dengan jelas mengajarkan bahwa orang mati "tidur di dalam debu bumi" (Daniel 12: 2) saat mereka menunggu kebangkitan (lihat Mazmur 13: 3; Yohanes 5:28, 29; 11: 11-14). Kisah Para Rasul 7:60; 1 Korintus 15: 6, 51-55). Yesus Kristus berkata tentang orang yang mati yang ercaya kepadaNya, "Saya akan membangunkan dia di akhir zaman" (Yohanes 6:44). Saya telah menemukan ini sebagai pengajaran Kitab Suci yang konsisten. Namun seperti yang saya sebutkan di artikel terakhir saya, ada beberapa bagian Alkitab yang tampaknya mendukung pandangan yang berbeda – dimana orang mati langsung masuk ke surga, atau turun langsung ke api neraka. Dalam artikel terakhir saya, kita melihat 2 Korintus 5: 8 di mana Paulus menulis tentang "absen (beralih) dari tubuh (absent from the body) dan hadir dengan Tuhan." Inilah saatnya untuk melihat ayat terkenal lainnya Pencuri di kayu salib (Lukas 23: 42,43): Pada hari yang paling gelap, saat Anak Allah digantung di antara langit dan bumi dengan menanggung dosa dunia, seorang penjahat yang sekarat yang disalib disamping Yesus bernapas penuh harap, "Tuhan, ingatlah akan aku ketika Engkau datang ke dalam kerajaan-Mu"(Lukas 23:42 KJV). Sang Raja menjawab, "Sesungguhnya aku berkata kepadamu, hari ini engkau akan bersama Aku di firdaus" (ayat 43 KJV). Banyak yang menafsirkan jawaban Kristus sebagai bukti yang meyakinkan bahwa jiwa pencuri yang sekarat itu langsung dibawa ke hadirat Yesus pada hari itu juga, atau yang banyak orang mengatakan dia sudah bersama Yesus di surga. Saya tidak setuju Inilah alasannya: Pertama, pencuri yang sekarat itu memohon, "Tuhan, ingatlah akan aku ketika Engkau datang ke dalam kerajaan-Mu." Dengan demikian pencuri tersebut berharap untuk diingat pada Kedatangan Yesus Kristus yang Kedua, tidak sebelumnya. Kedua, Yesus sendiri tidak pergi ke Firdaus pada hari itu, tapi masuk ke dalam makam Yusuf. Tiga hari kemudian, setelah bangkit dari kematian, Yesus dengan jelas terus terang ​​berkata kepada Maria, "Aku belum naik ke Bapa-Ku" (Yohanes 20:17 KJV). Jadi Tuhan kita tidak naik kepada kemuliaan pada hari kematianNya. Ketiga, Yesus menjelaskan bahwa para pengikutNya akan bersama dengan Dia saat Dia kembali. "Aku akan datang kembali", Dia berjanji, "dan membawa kamu ketempat-Ku / menerima kamu kepada Ku" (Yohanes 14: 3 KJV). Paulus mengajarkan hal yang sama ketika dia menulis bahwa orang percaya sejati akan "berada bersama Tuhan" ketika Dia turun dari surga dan membangkitkan orang mati (lihat 1 Tesalonika 4: 16,17). Jadi apa maksud Yesus saat Dia berbicara dengan pencuri yang sekarat? Percaya atau tidak, kebingungan itu berasal dari satu bagian kecil dari tanda baca yang disebut 'tanda koma'. Sebelum kita melihat kembali kata-kata Kristus yang tepat kepada pencuri, saya akan menjelaskan bahwa Alkitab menyebut dirinya "Perkataan Allah", bukan " Koma Allah ". Faktanya adalah bahwa tanda baca, dan koma ditambahkan ke teks yang diilhami bertahun-tahun setelah Perjanjian Baru ditulis. Sama halnya dengan penomoran ayat. Apapun terjemahan yang Anda baca, Alkitab Anda mengatakan "43" sebelum tanggapan Kristus terhadap pencuri yang sekarat itu. "42" datang sebelum itu, lalu "41", dan sebagainya. Tebak apa? Lukas tidak menulis "41" atau "42" atau "43" atau "44." Dia hanya menulis satu buku tentang Lukas. Tidak lama kemudian orang-orang menuliskan ayat-ayat itu untuk memudahkan kita menemukannya. Aku senang mereka melakukannya. Itu membantu. Tapi mereka juga menambahkan koma. Jadi mari kita keluarkan tanda koma dan lihatlah apa yang secara harafiah Yesus katakan kepada pencuri itu. Kata-kata asli nya yang ditulis Lukas tanpa tanda baca adalah:

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus (Lukas 23:43) Sekarang, jika Anda menempatkan koma di depan kata "hari ini," di situlah sebagian besar terjemahan Alkitab meletakkannya, dan Yesus mengatakan kepada si pencuri, "hari ini engkau akan bersama saya di surga." Tetapi jika Anda menempatkan tanda koma itu setelah kata "hari ini”, maka makna perkataan Yesus berubah seluruhnya. Bunyinya akan seperti ini:

Dan Yesus berkata kepadanya, Sesungguhnya Aku berkata kepadamu hari ini, engkau akan bersama Aku di Firdaus."

Dengan kata lain, Kristus mengatakan kepada pencuri itu, "Aku katakan kepada engkau hari ini" (saat itu dua ribu tahun yang lalu), bahwa engkau akan bersama Aku di masa depan ketika Aku kembali.

Jadi yang mana? dimana seharusnya tanda koma diletakkan? Untungnya, kita tidak perlu menebaknya. Ayat lainnya membuat jawaban Kristus menjadi jelas. Pertama, Yesus tidak pergi ke surga pada hari itu. Kedua, pada hari Minggu pagi Dia belum naik ke Bapa-Nya (lihat Yohanes 20:17). Ketiga, dan yang terpenting, Yesus tidak pernah bertentangan dengan diriNya sendiri. Dia dengan jelas berjanji kepada para pengikut-Nya, "Aku akan datang kembali dan menerima kamu kepada-Ku" (Yohanes 14: 3 KJV). Martin Luther pernah berkata, "Disini aku berdiri. Jadi tolonglah aku Tuhan. Amin”.

Di sinilah aku berdiri dalam Kebenaran Firman Tuhan. Harapan saya adalah Kedatangan Yesus Kristus yang kedua.

Ditambahkan : Kalau ada keraguan akan suatu ayat atau doktrin, kita harus membandingkan dengan ayat lainnya sampai jelas, karena tidak mungkin ayat yang satu bertentangan dengan ayat yang lain, atau doktrin yang satu bertentangan dengan yang lain. Yesus tidak mungkin bertentangan dengan firman-Nya sendiri. Doktrin Alkitab mengenai keadaan orang mati dan apa yang terjadi setelah kematian konsisten dari Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru. Paman Manuel saya adalah orang Yahudi. Sejauh yang saya tahu, dia tidak percaya pada Yang Tersalib dan Bangkit. Ke mana paman Manuel pergi? Dan jika dia tersesat (semoga ini tidak terjadi!), Apa yang akhirnya akan menimpanya? Di bagian selanjutnya dari seri ini, kita akan mencari tahu.

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA