• Steve Wohlberg

Bagian 6 : Kekeliruan tentang dunia orang mati (Kubur) dalam topic Kematian (bab 4)

Elvis Presley. Marilyn Monroe. Putri Diana. Ronald Reagan Paus Yohanes Paulus II - apakah kesamaan mereka? Mereka semua terkenal, dan semuanya sudah meninggal. Tidak peduli seberapa besar rekening bank seseorang, atau seberapa menarik penampilan fisik mereka, atau seberapa dekat dengan Tuhan mereka dalam kehidupan ini, "Segala sesuatu sama bagi sekalian: nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang baik maupun jahat, orang yang tahir maupun najis ... setelah itu mereka pergi menuju orang mati "(Pengkhotbah 9: 2, 3 KJV).

"Tapi di dunia ini tidak ada yang bisa dikatakan pasti, kecuali kematian dan pajak," tulis Benjamin Franklin. Dan dia benar. Ini adalah bagian 6 dalam rangkaian tentang komunikasi dengan roh, apa yang sebenarnya terjadi saat kematian, dan api neraka (segera hadir artikelnya!). Sejauh ini saya telah membangun kasus saya bahwa ketika manusia meninggal - apakah orang-orang kudus atau orang berdosa - mereka benar-benar mati, dan mereka tidak sadar di kuburan mereka, dan sedang menunggu kebangkitan. Untuk rangkuman secara singkat, Salomo berkata "orang mati tidak tahu apa-apa" (Pengkhotbah 9: 5) dan bahwa "tidak ada pekerjaan, atau pertimbangan atau pengetahuan atau kebijaksanaan di dalam kubur di mana engkau akan pergi" (Pengkhotbah 9:10). Daud menulis tentang "tidur nyenyak / tidur dalam kematian" (Mazmur 13: 3), Daniel mengatakan bahwa orang mati "tidur di debu bumi" (Daniel 12: 2), dan Yesus Kristus dengan tegas menyatakan bahwa suatu hari nanti "semua orang yang berada di dalam kuburan mereka akan mendengar suara-Nya dan tampil maju - orang-orang yang telah berbuat baik, kepada kebangkitan hidup, dan orang-orang yang telah melakukan kejahatan, kepada kebangkitan penghukuman "(Yohanes 5:28, 29). Ayat-ayat ini menggambarkan kondisi manusia saat kematian, dia tidur di dalam kuburan, dan akhirnya - kebangkitan tubuh untuk kembali hidup. Untuk mengulangi apa yang telah saya tulis sebelumnya, saya menyadari bahwa pendapat mayoritas berpikir secara berbeda. Tak lama setelah Paus Yohanes Paulus II meninggal pada usia subur di usia 84 tahun, pejabat Vatikan menyatakan bahwa pemimpin mereka yang telah meninggal sekarang "melihat ke bawah dari surga" setelah "disambut ke hadirat Yesus." Dengan segala hormat, saya tidak berpikir begitu. Jika Anda seorang Katolik, jangan tersinggung. Saya akan mengatakan hal yang sama tentang ibu saya sendiri yang sangat saya cintai. Berdasarkan studi saya tentang Alkitab, saya percaya bahwa Paus Yohanes Paulus II dan banyak orang lainnya tidak berada di surga pada saat yang tepat ini. Sebaliknya, mereka tertidur diam di kuburan mereka menunggu Hari Kebangkitan. Dalam dua tulisan terakhir saya, saya memeriksa dua bagian alkitabiah yang sering dikutip untuk mendukung pandangan umum tentang 'pergi kesurga segera pada saat kematian': 1) Ekspresi Paulus tentang kerinduan untuk "absen dari tubuh" dan “bersama dengan Tuhan" (2 Kor. 5: 8): dan 2) janji Yesus Kristus kepada pencuri yang sekarat untuk bersama dengan Dia di surga (Lukas 23:42, 43). Bagi mereka yang telah membaca tulisan tersebut, menurut saya argumennya meyakinkan. Inilah saatnya untuk memeriksa beberapa ayat lagi yang saya yakini sering disalahartikan untuk mengajarkan 'surga instan (langsung pergi ke surga setelah kematian' daripada doktrin kematian secara harafiah, tidur yang tidak disadari, dan kebangkitan tubuh di masa depan. "Keinginan Paulus untuk pergi dan tinggal bersama Kristus" (Filipi 1:23): Paulus tahu bahwa suatu saat setelah dia meninggal, dia akan bersama Yesus, namun merupakan asumsi untuk berpikir bahwa dalam Filipi 1:23 maksudnya pada saat kematiannya. Dalam surat lain, Paulus menjelaskan bahwa dia berharap untuk "selalu bersama dengan Tuhan" ketika Yesus Kristus kembali untuk membangkitkan orang mati (baca 1 Tesalonika 4:16, 17). Penting untuk dicatat bahwa surat terakhir yang ditulis Paul adalah 2 Timotius. Di bab penutup surat itu, perhatikan dengan saksama 'kata-kata terakhir yang terkenal dari Paulus: Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Timotius 4: 6- 8, huruf miring ditambahkan). Di sini sekali lagi Paulus menjelaskan - sama seperti yang dia lakukan dalam 1 Tesalonika 4:16, 17 - bahwa dia menantikan kehadiran Yesus Kristus pada "Hari kedatangan-Nya / kemunculan-Nya". Jiwa-jiwa di bawah mezbah / altar (Wahyu 6: 9-11): Di dalam kitab Wahyu, Yohanes melihat di bawah sebuah mezbah sorgawi, jiwa-jiwa dari para martir yang menyerukan pembalasan terhadap penganiaya mereka. Nah Itu dia! Beberapa orang mengklaim, "Ada jiwa-jiwa yang hidup di surga setelah mereka meninggal!" Tapi mari kita lihat lebih dekat. Seluruh pasal ini penuh dengan simbolisme. Di bab yang sama, Yohanes juga melihat empat kuda dengan para pengendara, pengendara keempat adalah "Kematian" itu sendiri , diikuti oleh "Neraka" (Wahyu 6: 1-8). Dapatkah "Kematian" benar-benar menunggang kuda? Apakah jiwa-jiwa secara harafiah berjejalan berkumpul di bawah altar fisik? Bukan tempat yang menyenangkan bagi para jiwa martir untuk tinggal di surga , bagaimana menurut anda? Secara alkitabiah, gagasan tentang jiwa-jiwa martir yang menangis untuk membalas dendam berakar pada Kejadian 4 ketika Tuhan mengatakan kepada Kain setelah dia membunuh Habel, "Apa yang telah Anda lakukan? Suara dari darah saudaramu berteriak menangis kepadaku dari tanah! "(Kej 4:10 KJV) Apakah ini berarti bahwa darah Habel benar-benar bisa berbunyi mengucapkan kata-kata dari tanah ? Tentu saja tidak. Sekali lagi, ini simbolis.

Munculnya Musa dan Elia (Lukas 9: 28-32): Tidak lama sebelum Yesus mati di kayu salib untuk dosa dunia, "Musa dan Elia" menampakkan diri untuk menghibur Juruselamat. Ini konon membuktikan bahwa Musa, Elia, dan semua orang kudus sekarang hidup 'di sisi lain' di surga. Tapi tidak demikian. Pertama-tama, itu bukan "jiwa” tanpa tubuh yang muncul dihadapan Kristus dan murid-muridNya, tetapi "two men = dua orang = dua pria" (Lukas 9:30) dalam bentuk fisik. Kedua, Elia sendiri tidak pernah mati, namun dirubah terangkat ke surga (translated to heaven) dalam zaman Perjanjian Lama tanpa melihat kematian (lihat 2 Raja-raja 2:11). Ketiga, Musa mati, tapi Yudas 9 menyiratkan bahwa "tubuh Musa" pada suatu waktu dibangkitkan pada kehidupan. Dalam Lukas 9: 28-32, Elia muncul mewakili semua orang yang suatu saat akan dirubah tubuhnya naik ke udara (translated to heaven) pada Kedatangan Kedua Yesus Kristus, sementara Musa mewakili semua orang lain yang akan dibangkitkan "pada hari terakhir" (lihat Yohanes 11:24). Sekali lagi, teks itu mengatakan "dua pria," bukan dua hantu. Mengapa Musa dan Elia muncul? Untuk mendorong Yesus melalui kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya, dan untuk meyakinkan Dia bahwa jutaan orang percaya lainnya - sama seperti mereka - suatu hari nanti akan dirubah tubuhnya naik ke udara (translated) atau dibangkitkan dari kubur. Pada titik ini, saya pikir saya sudah cukup banyak mengatakan tentang Kematian. Bagaimana dengan Neraka, pengendara misterius di atas kuda keempat? Apakah Neraka sekarang terbakar? Apakah akan terbakar selamanya? Atau apakah Neraka akan berakhir? Apa yang sebenarnya Alkitab katakan? Baca artikel mengenai Neraka.

Artikel diatas diambil dan diterjemahkan dari White Horse Media atas ijin Steve Wohlberg, Direktur dan Pembicara White Horse Media.

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

<-- artikel sebelumnya | artikel selanjutnya -->

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA