• Three Angels Media

Pelajaran 6 - Dipahat Di Atas Batu


Agar keamanan dan perdamaian terjaga akankah lebih baik jika kita semua mematuhi segala hukum kenegaraan yang ada, apalagi di di zaman di mana kejahatan dan kriminalitas menguasai kota-kota kita? Berabad-abad yang lalu Tuhan menuliskan hukum-hukumNya diatas batu dan saat ini Anda masih diharapkan-Nya untuk menuruti hukum- hukum tersebut. Melanggar bagian mana pun dari Hukum Tuhan akan membawa akibat yang negatif. Tetapi memelihara hukum Tuhan akan menjamin keamanan dan kedamaian kita. Karena akibat pelanggaran hukum begitu besar, mari kita ambil waktu beberapa menit untuk memikirkan dengan seksama penempatan sepuluh hukum Tuhan didalam kehidupan kita.

1. Apakah Tuhan Sendiri yang menuliskan Sepuluh Hukum itu?

“Dan TUHAN memberikan kepada Musa… kedua loh hukum Tuhan, loh batu, yang ditulisi oleh jari Tuhan.” “Kedua loh itu ialah pekerjaan Tuhan dan tulisan itu ialah tulisan Tuhan, ditukik pada loh-loh itu.” (Keluaran 31:18; 32:16).

Jawab: Ya, Tuhan Yang Maha Esa menuliskan Sepuluh Hukum di atas loh batu dengan jari-Nya sendiri.

2. Apa arti dosa menurut Tuhan?

“Dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” (1 Yohanes 3:4).

Jawab: Dosa ialah pelanggaran Sepuluh Hukum Tuhan. Dan karena Hukum Tuhan itu sempurna (Mazmur 19:8); maka hal itu mencakup semua jenis dosa. Hukum itu mencakup semua “kewajiban setiap orang” (Pengkhotbah 12:13). Tidak ada yang ketinggalan.

3. Kenapa Tuhan memberi kita Sepuluh Hukum?

“Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.” (Amsal 29:18).

“Biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.” (Amsal 3:1,2).

Jawab:

A. Sebagai penuntun menuju hidup yang bahagia dan berkelimpahan.

Tuhan menciptakan kita untuk menikmati sukacita, kedamaian, umur panjang, kelimpahan, prestasi, dan semua berkat-berkat lainnya yang diinginkan hati kita. Hukum Tuhan adalah peta yang menunjukkan jalan yang benar untuk diikuti supaya mendapatkan kebahagiaan yang sejati dan tak tertandingi.

“… justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”(Roma 3:20). “Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!” (Roma 7:7).

B. Untuk menunjukkan perbedaan antara yang benar dan yang salah.

Sepuluh Hukum Tuhan bagaikan cermin (Yakobus 1:23-25). Menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam hidup kita seperti cermin menunjukkan noda di wajah kita. Satu-satunya cara bagi seseorang agar tahu apakah dia berdosa adalah dia harus membandingkan hidupnya dengan menggunakan 10 Hukum Tuhan sebagai cermin. Harapan bagi generasi yang merosot dan kacau ini terdapat pada 10 Hukum Tuhan. Didalam situlah terdapat batasan-batasan.

“TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu [Sepuluh Hukum] … supaya senantiasa baik keadaan kita…” (Ulangan 6:24).

“Sokonglah aku, supaya aku selamat; aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa. Engkau menolak semua orang yang sesat dari ketetapan-ketetapan-Mu…” (Mazmur 119:117, 118). C. Untuk melindungi dari bahaya dan tragedi.

Sepuluh Hukum Tuhan bagaikan kandang kokoh di kebun binatang yang melindungi kita dari hewan-hewan buas. Sepuluh Hukum Tuhan melindungi kita dari ketidaksetiaan, kebohongan, pembunuhan, penyembahan berhala, pencurian, hal-hal jahat yang menghancurkan hidup, kedamaian, dan sukacita. Semua hukum yang baik selalu melindungi warganya dari kejahatan, dan Sepuluh Hukum Tuhan juga melindungi warga kerajaan-Nya dari kejahatan.

“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1 Yoh 2:3)

D. Agar lebih mengenal Tuhan.

Catatan Penting: Prinsip-prinsip kekal Kesepuluh Hukum Tuhan sebenarnya sudah dituliskan di dalam hati setiap manusia oleh Tuhan yang menciptakan kita. Tulisan itu mungkin saja sudah tidak jelas dan sudah tercemar, tetapi selalu ada di lubuk hati kita yang paling dalam. Kita diciptakan untuk hidup dalam keselarasan dengan Sepuluh Hukum itu. Saat kita memilih untuk mengabaikannya, hasil yang didapat adalah stres, kegelisahan, dan tragedi sama seperti saat kita mengabaikan peraturan-peraturan lalu-lintas, itu hanya akan menuntun kita kepada masalah-masalah yang lebih serius seperti kematian.

4. Kenapa Hukum Tuhan sangat penting bagi saya secara pribadi ?

“Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.” (Yakobus 2:12).

Jawab: Karena Sepuluh Hukum adalah standar yang digunakan Tuhan untuk memeriksa manusia dalam penghakiman Tuhan.

5. Bisakah Hukum Tuhan diubah atau disingkirkan?

“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” (Lukas 16:17).

“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.” (Mazmur 89:35).