• Three Angels Media

Pelajaran 7 - Hari Yang Hilang Dari Catatan Sejarah


Tahukah Anda bahwa ada satu hari yang sangat penting yang hampir dilupakan oleh semua orang? Sungguh sangat mengejutkan bahwa hanya sedikit orang yang menyadarinya, mengingat bahwa hari itu merupakan satu dari hari yang paling signifikan dalam sejarah manusia! Hari itu bukanlah suatu hari yang sudah lewat, tetapi juga mempunyai arti untuk kita di saat ini dan di saat yang akan datang. Selain itu apa yang ada pada hari yang diabaikan ini dapat memiliki dampak positif dalam kehidupan Anda. Apakah Anda ingin tahu lebih banyak mengenai hari yang hilang dalam sejarah ini? Bacalah pelajaran berikut dengan teliti.

1. Pada hari apa Yesus Kristus biasanya beribadah?

“la datang ke Nazaret tempat la dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.” (Lukas 4:l6).

Jawab: Kebiasaan Yesus adalah beribadah pada hari Sabat.

2. Hari apakah yang telah hilang dari sejarah?

”tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN.” (Keluaran 20:10).

”Setelah lewat hari Sabat,… pagi-pagi benar pada hari pertama pekan itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.” (Markus 16:1,2)

Jawab: Kita perlu menyelidiki lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan ini. Banyak orang percaya bahwa Hari Sabat adalah hari pertama dalam setiap minggu, yaitu Hari Minggu, tetapi Alkitab sebenarnya berkata bahwa Hari Sabat adalah hari sebelum hari pertama. Berdasarkan Firman Tuhan, Hari Sabat adalah hari ketujuh dalam setiap minggu – yaitu Hari Sabtu.

3. Dari mana asalnya Sabat?

“Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi.” “Ketika Tuhan pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilan la pada nan ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Tuhan memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya.” ( Kejadian 1:1; 2:2, 3.)

Jawab: Tuhan menciptakan Sabat pada waktu Penciptaan, ketika Dia menciptakan dunia. Tuhan berhenti pada hari Sabat, memberkati dan menguduskannya, memisahkannya dari yang lain untuk maksud yang kudus.

4. Apa kata Tuhan tentang Sabat dalam Sepuluh Perintah Allah?

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Tuhanmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau nambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yangdi tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan la berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Keluaran 20:8-11).

“TUHAN memberikan kepadaku kedua loh batu, yang ditulisi jari Tuhan.” (Ulangan 9:10).

Jawab: Pada hukum ke-4 dalam Sepuluh Perintah Allah, Tuhan berkata bahwa kita harus merayakan Sabat hari kudus-Nya. Sepertinya Tuhan tahu orang-orang akan melupakan Sabat-Nya, jadi Dia memulai hukum ini dengan kata “Ingatlah”.

5. Bukankah Sepuluh Perintah Allah sudah berubah?

Keluaran 20:1 mencatat: “Lalu Tuhan mengucapkan segala firman ini:.. (Sepuluh Perintah Allah dalam ayat 2 – 17)”.

Tuhan berkata, “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.” (Mazmur 89:35).

Yesus berkata “Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” (Lukas 16:17).

Jawab: Tidak benar! Hukum moral Tuhan tidak mungkin berubah. Kesepuluh Perintah Tuhan masih mengikat hingga saat ini. Sama seperti Sembilan perintah lainnya tidak berubah, begitu pula dengan perintah yang keempat.

6. Apakah para rasul merayakan Sabat pada hari ketujuh?

“Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut, ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kisah 17:2).

“Lalu Paulus dan kawan-kawannya… Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.” (Kisah 13:13,14).

“Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuanperempuan yang ada berkumpul di situ.” (Kisah 16:13).

“Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Y