• Three Angels Media

Pelajaran 10 - Apakah Orang Mati Benar-Benar Mati?


Kematian adalah salah satu topik yang paling di salah mengerti sekarang ini. Bagi banyak orang kematian adalah suatu misteri yang menimbulkan rasa takut, tidak pasti, dan tidak ada harapan. Orang-orang lain percaya bahwa orang-orang terkasih mereka sebenarnya tidak mati, tapi tinggal bersama mereka atau sedang tinggal di alam lain! Dan banyak juga yang masih bingung tentang hubungan antara tubuh, roh, dan jiwa. Tapi apakah memang penting apa yang kita percaya mengenai kematian? Ya, tentu saja! Sebab apa yang Anda percaya tentang orang mati akan membuat dampak yang besar bagi apa yang akan terjadi pada diri anda di masa depan. Jangan menebak-nebak. Pelajaran ini akan memberi anda informasi secara akurat mengenai apa kata Tuhan tentang topik ini. Bersiaplah mendapatkan informasi yang akan membuka mata Anda!

1. Bagaimana kita bisa ada di planet ini?

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”(Kejadian 2:7.)

Jawab: Tuhan menciptakan kita dari debu tanah.

2. Apa yang terjadi saat seseorang meninggal dunia?

“Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.” (Pengkhotbah 12:7).

Jawab: Tubuh kembali menjadi debu, dan roh kembali kepada Allah, yang mengaruniakannya; Roh setiap orang yang mati baik orang benar maupun orang jahat kembali kepada Allah pada saat kematiannya.

3. Apa arti roh?

“Tubuh tanpa roh adalah mati.” (Yakobus 2 : 26).

“…Roh Allah masih di dalam lubang hidungku.”(Ayub 27: 3)

Jawab: Roh yang kembali kepada Tuhan pada waktu kematian adalah nafas kehidupan. Tidak ada tertulis di Firman Allah yang menyatakan bahwa roh memiliki kehidupan, kebijaksanaan, atau perasaan setelah seseorang meninggal. Roh adalah “nafas hidup” dan tidak ada lagi yang lain.

4. Apa arti jiwa?

“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7)

Jawab : Jiwa adalah makhluk hidup. Jiwa selalu merupakan kombinasi dari 2 hal : tubuh ditambah dengan nafas. Jiwa tidak bisa ada kecuali jika tubuh dan nafas (roh) digabungkan. Firman Allah mengajarkan bahwa kita adalah jiwa, bukan kita mempunyai jiwa.

5. Apakah jiwa bisa mati?

“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:20).

“….matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.” (Wakyu l6:3).

Jawab : Menurut Firman Allah, jiwa bisa mati! Kita adalah jiwa, dan jiwa bisa mati. Manusia adalah makhluk yang bisa mati (Ayub 4 :17). Hanya Tuhan yang abadi (1 Timotius 6:15-16). Konsep yang mengatakan bahwa jiwa manusia tidak bisa mati dan abadi tidak ada di Alkitab, Alkitab justru mengajarkan sebaliknya.

6. Apakah orang baik pergi ke sorga waktu mereka mati?

“…semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal…” (Yohanes 5:28, 29).

“…Daud, bapa bangsa kita. la telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.” “Sebab bukan Daud yang naik ke langit” (Kisah Para Rasul 2:29, 34).

“Bukan orangorang mati akan memuji-muji TUHAN,..” (Mazmur 115:17).

Jawab : Tidak. Orang tidak pergi ke sorga atau neraka pada waktu mereka mati. Mereka tidak pergi kemana-mana, mereka tetap akan di kubur mereka sampai hari kebangkitan.

7. Seberapa banyak yang diketahui orang apabila dia sudah mati?

“Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa… Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah matahari. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati [kubur], ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:5, 6, 10).

“Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN…” (Mazmur 115:17).