• Three Angels Media

Pelajaran Alkitab 11 - Apakah Iblis Penguasa Neraka?


Apakah Tuhan membayar gaji Iblis, apakah Iblis itu penguasa atau sipir di neraka yang menghitung waktu hukuman orang-orang jahat? Mayoritas orang di dunia percaya pada ajaran yang salah tentang neraka, dan Anda harus mencari tahu apa yang dikatakan Alkitab tentang neraka. Jangan salah, sebab apa yang Anda pikirkan tentang neraka pasti akan mempengaruhi cara berpikir Anda tentang sifat Tuhan! Sisihkan sedikit waktu mempelajari fakta-fakta menakjubkan yang harus Anda ketahui hari ini juga! 1. Ada berapa banyak jiwa yang saat ini sedang dibakar di neraka? “maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman.” (2 Petrus 2:9). Jawab : Tidak ada satu pun. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menyimpan, atau menahan orang-orang jahat sampai hari penghakiman untuk dihukum. 2. Kapan orang berdosa akan dibakar di lautan api? “… demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalamKerajaan-Nya, Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api…” (Matius 13:40-42). “…firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.” (Yohanes 12:48). Jawab : Orang berdosa akan dibuang ke lautan api pada hari penghakiman di akhir zaman nanti, bukan pada saat mereka mati. Tuhan tidak akan menghukum orang dalam api sampai kasusnya disidangkan dan diputuskan pada penghakiman diakhir zaman. Tuhan juga tidak akan menghukum pembunuh yang mati 5000 tahun silam dalam jangka waktu 5000 tahun lebih lama dibanding pembunuh yang mati hari ini. 3. Dimana orang jahat yang sudah mati sekarang ini? “saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam, kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat, akan bangkit untuk dihukum“ (Yohanes 5:28, 29). “… orang jahat disimpan sampai pada hari kebinasaan… Dialah yang dibawa ke kuburan, dan tetap di dalam kubur.” (Ayub 21:30, 32). Jawab: Alkitab sangat jelas. Baik orang jahat maupun orang benar yang sudah mati tetap ada di dalam kubur, “tidur” sampai hari kebangkitan di akhir zaman. 4. Apa hasil akhir dari dosa? “Upah dosa ialah maut..”(Roma 6:23). “…apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:15). “…la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Jawab : Upah bagi dosa adalah maut, bukan hidup selama-lamanya di neraka. Orang berdosa pasti binasa, mati. Hanya orang benar yang mendapat hidup kekal. 5. Apa yang akan terjadi pada orang berdosa di lautan api? “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21:8). Jawab: Orang berdosa mati untuk kedua kalinya sesudah dibakar di lautan api. Seandainya orang berdosa tetap hidup selamanya sambil disiksa di neraka, itu artinya mereka menjadi baka. Tapi itu tidak mungkin, karena Alkitab mengatakan bahwa hanya Tuhan yang baka (1Timotius 6:16). Waktu Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, seorang malaikat ditempatkan untuk menjaga pohon kehidupan supaya kedua manusia yang berdosa itu tidak bisa makan buahnya dan hidup selamanya (Kejadian 3:22-24). Ajaran orang berdosa yang sudah mati menjadi baka di neraka berasal dari Setan dan seratus persen salah. Tuhan mencegah manusia menjadi baka sewaktu dosa masuk ke bumi ini dengan cara mencegah manusia makan buah pohon kehidupan. Alkitab sudah sangat jelas – Orang berdosa akan dimusnahkan sampai habis. Alkitab mengatakan orang berdosa akan mendapat “maut” (Roma 6:23), akan memperoleh “kebinasaan” (Ayub 21:30), menjadi “binasa” (Mazmur 37:20), “terbakar” “sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka” (Maleakhi 4:1), “dibinasakan bersama-sama” (Mazmur 37:38), “habis lenyap” (Mazmur 37:20), “dilenyapkan” (Mazmur 37:9), “lenyap”, ”tidak ada lagi” (Mazmur 37:10), “dibinasakan” (Mazmur l45:20), “api akan memakan mereka” (Mazmur 21:10). Perhatikan bahwa semua ayat itu menyatakan dengan sangat jelas bahwa orang berdosa akan mati atau habis lenyap. Tidak hidup selamanya dalam siksaan kekal. 6. Kapan dan bagaimana api neraka itu akan dimulai? “… demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia … akan mengumpulkan… semua orang yang melakukan kejahatan… Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api…”(Matius 13:40-42). “Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan … orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,” (Wahyu 20:9). “Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!” (Amsal 11:31). Jawab : Pada akhir masa, Tuhan sendiri yang akan menyalakan api neraka. Saat kota yang kudus turun dari langitnya Tuhan (Wahyu 21:2), orang jahat akan mencoba mengalahkannya. Waktu itulah, Tuhan berfirman memanggil api turun dari langit ke atas permukaan bumi, dan api itu akan melahap orang jahat sampai habis musnah, tiada. Api inilah yang merupakan neraka di Alkitab. 7. Sebesar dan sepanas apa lautan api di atas permukaan bumi itu? “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” (2 Petrus 3:10). Jawab: Ukurannya akan sebesar bumi, karena api itu membakar sekiruh permukaan bumi. Api itu akan begitu panas sehingga meleburkan permukaan bumi dan membakar “segala yang ada di atasnya.” Lapisan atmosfer akan meledak dan “lenyap dengan gemuruh yang dahsyat” 8. Berapa lama orang berdosa akan terbakar? “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” (Wahyu 22.; 12). “Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikatNya; pada waktu itu Ia akan, membalas setiap orang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27). “Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya… Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Lukas 12:47-48). Jawab : Alkitab tidak mengatakan dengan persis berapa lama orang berdosa akan dihukum bakar sampai mati. Tetapi Tuhan secara spesifik menyatakan bahwa semua akan dihukum sesuai dengan perbuatannya. Hal ini berarti sebagian orang akan menerima hukuman yang lebih lama daripada yang lain tergantung perbuatannya. 9. Apakah api itu akan padam? “Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang!” (Yesaya 47:14). “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru.” (Wahyu 2l:l). “Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan da lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 2l:4). Jawab : Ya! Alkitab mengajarkan bahwa api itu akan padam dan tidak akan tertinggal bara api sekalipun. Alkitab juga mengajarkan bahwa dalam kerajaan Allah segala “sesuatu yang lama” akan berlalu. Termasuk api itu yang merupakan salah satu dari hal-hal yang lama. Jadi kita bisa percaya janji Tuhan bahwa api itu akan padam. Apakah Tuhan penyiksa? Seandainya Tuhan menyiksa orang berdosa dalam api selama-lamanya artinya Tuhan lebih kejam daripada manusia dengan semua peperangan mereka. Api neraka abadi juga akan menjadi siksaan bagi Tuhan karena Dia mengasihi orang yang paling berdosa sekalipun. 10. Apa yang akan tersisa waktu api itu padam? Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.” (Maleakhi 4:1, 3). Jawab: Perhatikan bahwa ayat ini tidak menyebutkan orang berdosa akan terbakar seperti asbes seperti yang dipercaya banyak orang, tetapi seperti jerami yang akan habis. “Sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka” menunjukkan pembakaran akan sampai betul-betul tuntas, habis. Tidak ada yang tersisa kecuali abu sewaktu api itu padam. Di Mazmur 37:10, 20 tertulis orang fasik akan habis lenyap bagaikan asap, binasa, tidak ada lagi. 11. Apakah orang berdosa akan dibinasakan tubuh dan jiwanya di neraka? “Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu dengan utuh di lautan api.” (Matius 5:30). “takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh.” (Matius 10:28). Jawab : Ya. Tubuh dan jiwanya akan dibakar dan dihabiskan di Neraka. Api dari Surga akan menghujani orang-orang tersebut dan menghabisi mereka. 12. Apakah Iblis penguasa neraka? “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api.” (Wahyu 20:10). “….Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu… dan lenyap selamanya engkau.” (Yehezkiel 28:18, 19). Jawab : Tidak! Iblis akan terbakar di lautan api di atas permukaan bumi, dan dia akan menjadi abu, lenyap selamanya. 13. Apakah kata “dunia orang mati” dan “Neraka” di Alkitab selalu berarti tempat pembakaran atau penghukuman? Jawab: Tidak, kata “neraka” disebutkan 54 kali di Alkitab, dan hanya dalam 12 kata yang menunjuk pada “tempat pembakaran”. Kata “neraka” diambil dari beberapa kata yang berbeda, dengan berbagai arti antara lain: DI PERJANJIAN LAMA 31 kali dari kata “Sheol” yang berarti “kuburan”. DI PERJANJIAN BARU 10 kali dari kata “Hades” yang berarti “kuburan”. 12 kali dari kata ”Gehenna” yang berarti “tempat pembakaran” 1 kali dari kata “Tartarus” yang berarti “tempat kegelapan”. Jumlah 54 kali Catatan : Kata dalam bahasa Yunani “Gehenna” adalah pergeseran lafal dari kata Ibrani “Ge-Hinnom”, yang artinya “Lembah Hinnom.” Lembah ini berada di sisi selatan dan barat Yerusalem, tempat dimana bangkai hewan, sampah, dan sampah lainnya dibuang. Api ditempat tersebut menyala terus menerus seperti di tempat pembakaran sampah zaman modern sekarang. Alkitab menggunakan kata “Gehenna” atau “Lebak Hinom” sebagai perlambang api yang akan membakar orang berdosa di akhir zaman. Api Gehenna sudah tidak menyala lagi hari ini, sama seperti api dari Tuhan yang nanti juga akan berakhir dan padam. 14. Apa tujuan Tuhan membakar segala yang ada di atas permukaan bumi? “… Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api… yang telah sedia untuk Iblis…” (Matius 25:41). “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Wahyu 20:15). “… lenyaplah orang fasik..’. musuh TUHAN… habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.” (Mazmur 37:10, 20). Jawab : Tujuan Tuhan adalah agar api tersebut menghabisi Iblis, dosa, dan orang berdosa dari permukaan bumi dan menjadikan dunia ini aman untuk selamanya. Satu orang berdosa jika dibiarkan hidup di atas planet ini akan menjadi virus mematikan yang senantiasa mengancam alam semesta. Tuhan mempunyai rencana untuk menghabisi dosa sampai tidak ada lagi selama-lamanya. Neraka Abadi justru akan mempertahankan dosa sehingga tetap ada selamanya. Sebuah neraka abadi malah akan mempertahankan dosa sehingga dosa tetap ada selamanya. Neraka abadi sama sekali bukanlah bagian dari rencana Tuhan. Teori yang mengerikan ini adalah pencemaran nama baik Tuhan Yang Maha Pengasih. Iblis senang melihat Tuhan Maha Pengasih digambarkan sebagai penguasa yang kejam, dan hanya Iblislah yang diuntungkan oleh pengajaran seperti itu. Neraka Abadi hanyalah dongeng ciptaan manusia Teori Siksaan Neraka Abadi tidak berasal dari Alkitab tetapi dari orang-orang tersesat (barangkali tanpa sengaja) yang dijerat oleh Iblis. Tidak akan ada orang yang masuk Surga hanya karena dia takut masuk neraka. Orang diselamatkan dari Neraka karena orang itu mengasihi dan menuruti Tuhan. 15. Apakah menghabisi orang berdosa merupakan karakter Tuhan? “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati?” (Yehezkiel 33: 11). “Aku datang, supaya mereka mempuhyai hidup, dan mempunyainya dalam segala keUmpahan.” (Yohanes 10:10). “Sebab TUHAN akan bangkit… untuk melakukan perbuatan-Nya ganjil perbuatan-Nya itu; dan untuk mengerjakan pekerjaan-Nya-ajaib pekerjaan-Nya itu!” (Yesaya 28:21). Jawab : Segala yang dikerjakan Tuhan selalu untuk menyelamatkan, bukan membinasakan. Tindakan-Nya membinasakan orang berdosa dengan api di permukaan bumi begitu anehnya sehingga Alkitab menyebutnya perbuatan-Nya yang “ganjil.” Hati Tuhan yang penuh kasih akan merasa sedih menyaksikan pemusnahan orang berdosa. Oh, betapa tekunnya Dia bekerja untuk menyelamatkan semua orang! Tapi bila ada yang menolak kasih-Nya dengan berpegang terus pada dosa, Tuhan tidak mempunyai pilihan lain kecuali membinasakan orang berdosa tersebut bersama dengan dosanya sewaktu Dia membersihkan alam semesta dari kanker mengerikan yang disebut “dosa” dengan menggunakan api. 16. Apa rencana Tuhan bagi bumi dan umat-Nya sesudah api itu padam? “la akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali!” (Nahum 1:9). “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.” (Yesaya 65:17). “Dan la akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4). Jawab : Sesudah api itu padam, Tuhan akan memperbarui Planet Bumi dan mengembalikannya kepada umat-Nya dengan semua keindahan dan kemuliaan Eden sebelum ada dosa. Ngerinya dosa dan masa lalu akan dilupakan. Kesengsaraan, kematian, tragedi, ratapan, air mata, penyakit, kekecewaan, kesedihan, dan semua dosa akan musnah selamanya dan tidak akan timbul kembali. Dosa Tidak Akan Muncul Lagi Tuhan berjanji bahwa dosa tidak akan ada lagi. Umat-Nya akan dipenuhi damai, kasih, sukacita, dan kelimpahan. Hidup yang penuh kebahagiaan akan jauh lebih mulia dan menakjubkan dan tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Kengerian yang sesungguhnya adalah apabila kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan tersebut. Orang yang tidak masuk ke dalam kerajaan yang mulia ini telah membuat keputusan yang terburuk dalam hidupnya. 17. Apakah Anda bersyukur karena sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Tuhan tidak akan menghukum orang jahat selama-lamanya di neraka? Jawab : PERTANYAAN-PERTANYAAN LAIN 1. Bukankah Alkitab membicarakan tentang “siksaan kekal”? Tidak. “Siksaan kekal” tidak ada di Alkitab. 2. Jadi kenapa Alkitab mengatakan orang jahat akan dibinasakan dengan api yang tidak akan terpadamkan? Api yang tidak terpadamkan adalah api yang tidak bisa dipadamkan manusia, tapi akan padam dengan sendirinya kalau sudah membakar segala benda menjadi abu. Yeremia 17:27 mengatakan Yerusalem akan dibinasakan dengan api yang tidak akan terpadamkan, dan di 2 Tawarikh 36:19-21 tertulis bahwa api itu membakar kota itu supaya “genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia” dan menjadikan kota itu kosong tak didiami manusia. Tapi sekarang kita tahu api itu sudah padam, karena Yerusalem sekarang sudah tidak terbakar lagi. 3. Bukankah Matius 25:46 mengatakan orang jahat akan masuk ke tempat siksaan yang kekal? Siksaan untuk orang jahat adalah kematian, dan ini adalah kematian yang kekal. 4. Bisa jelaskan Matius 10:28: “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa”? Kata “jiwa” di Alkitab memiliki tiga arti: 1. Manusia hidup – Kejadian 2:7. 2. Pikiran – Mazmur 139:14. 3. Hidup atau nyawa – 1 Samuel 18:1 yang berarti hidup kekal yang dijamin Tuhan bagi mereka yang memasuki kerajaan-Nya. Tidak ada yang bisa merebutnya. Bagian akhir dari Matius 10:28 mengatakan baik jiwa maupun tubuh akan dibinasakan di neraka 5. Matius 25:41 membicarakan tentang “api yang kekal” bagi orang jahat. Apakah api itu akan padam? Ya. Menurut Alkitab, api itu akan padam. Kita harus membiarkan Alkitab menjelaskan dirinya sendiri. Sodom dan Gomora dibinasakan dengan api yang kekal (Yudas 1:7), dan api itu membakar semua orang menjadi abu sebagai peringatan untuk mereka yang hidupnya fasik (2 Petrus 2:6). Kota-kota tersebut sudah tidak terbakar lagi sekarang. Api itu padam setelah membakar habis semuanya. Jadi api yang kekal di Matius akan padam juga sesudah semua menjadi abu (Maleakhi 4:3). Efek api itu kekal tetapi proses pembakarannya tidak kekal. 6. Bukankah kisah orang kaya dan Lazarus diLukas 16:19-31 mengajarkan tentang siksaan abadi? Tidak. Itu hanyalah perumpamaan yang digunakan untuk menekankan sesuatu. Banyak poin-poin yang menjelaskan bahwa kisah ini adalah perumpamaan. Di antaranya: A. Pangkuan Abraham bukanlah Surga (Ibrani 11:8-10,16). B. Orang di Neraka tidak bisa berbicara dengan orang di Surga. (Yesaya 65:17) C. Orang mati harusnya tetap berada di dalam kubur (Ayub 17:13; Yohanes 5:28, 29). Orang kaya itu digambarkan punya tubuh dengan mata, lidah, dan yang lainnya, sedangkan kita tahu tubuh tidak langsung ke neraka saat kematian. Tubuh tetap berada di dalam kubur seperti yang dikatakan Alkitab. D. Manusia diberi ganjaran pada kedatangan Kristus yang kedua kali, bukan saat kematian (Wahyu 22:11, 12). E. Orang berdosa dihukum pada hari kiamat, bukan saat mereka mati (Matius 13:40-42). Hikmah dari kisah tersebut terdapat di Lukas 16:31. Kisah ini merupakan suatu perumpamaan yang artinya adalah contoh, atau kiasan. Perumpamaan jangan dianggap sebagai sesuatu yang benar-benar nyata. Jika kita menganggap perumpamaan sebagai fakta, maka kita harus percaya bahwa pohon bisa bicara! (Lihat perumpamaan tentang pohon bicara di Hakim-hakim 9:8-15). 7. Tapi Alkitab membicarakan tentang orang jahat disiksa sampai selama-lamanya, bukan? Arti kata “selama-lamanya” yang digunakan di Alkitab adalah suatu jangka waktu tertentu, terbatas ataupun tidak terbatas. Kata tersebut digunakan 56 kali di Alkitab untuk membicarakan hal-hal yang sudah berakhir. (Ada 56 kali saat cek dalam konkordansi bahasa Inggris menggunakan kata “ever”). Sama seperti kata “tinggi” yang artinya berbeda bila membicarakan manusia, hati, atau yang lainnya. Di Yunus 2:6 kata “selama-lamanya” berarti “tiga hari tiga malam.” (Lihat Yunus 1:17). Di Ulangan 23:3, “selama-lamanya” berarti 10 generasi. Dalam membicarakan manusia, artinya “seumur hidup” atau “sampai dia mati” (1 Samuel 1:22, 38; Keluaran 21:6; Mazmur 48:14.) Jadi orang berdosa akan dibakar selama orang itu hidup, atau sampai orang itu mati. Lamanya hukuman pembakaran tersebut akan berbeda tergantung dosa masing-masing orang, tetapi sesudah membakar semua orang berdosa api itu akan padam. Ajaran mengenai siksaan api abadi telah menyeret banyak orang kepada ateisme dan kegilaan jika dibandingkan dengan ajaran Setan lainnya. Ajaran ini merupakan pencemaran nama baik terhadap sifat Bapa Yang Maha Pengasih, dan telah menciptakan kerusakan sangat besar dalam proses penyebaran Injil.

Artikel diatas diambil dari Amazing Facts

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3AM@threeangelsmedia.com.

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA