• Steve Wohlberg

Bagian 6 : Upah dosa adalah maut atau upah dosa adalah hidup terbakar selamanya ?


Bagian 6 : Upah dosa adalah maut atau upah dosa adalah hidup terbakar selamanya ?

Untuk penduduk terdekat, itu akan selalu diingat sebagai "Api Esperanza" yang disulut oleh seorang jahat yang sengaja membakarnya, api yang dihidupkan pada Oktober 2006 menghancurkan hampir 60.000 hektar dan 34 rumah di timur laut Los Angeles, California. Terburuk, membunuh lima petugas pemadam kebakaran yang tiba-tiba terkepung dalam api saat angin tiba-tiba bergeser. Pada hari Minggu, 5 November, hampir 10.000 pelayat menghadiri upacara peringatan bagi para pejuang yang jatuh di teater terbuka di Devore, CA. "Kami tidak akan pernah melupakan pengorbanan mereka," Gubernur Arnold Schwarzenegger menyatakan. Selagi upacara ditutup, sekelompok pesawat Dinas Kehutanan AS terbang di atas kepala saat pemain alat music bagpiper memainkan "Amazing Grace." Artikel ini menyimpulkan serangkaian seri tentang apa yang terjadi ketika kita meninggal, bahaya mencoba untuk berbicara dengan orang mati, dan nasib terakhir orang-orang yang terhilang di tempat mengerikan yang oleh Perjanjian Baru disebut, "danau api." Percayalah nyala Api Esperanza, tidak ada bandingannya dengan hukuman lautan api yang digambarkan dalam Kitab Suci. Di sebelah barat Palm Springs, CA, lima orang kehilangan nyawa fisiknya. Di akhir dunia, konsekuensinya jauh lebih serius. Perhatikan baik-baik hasil akhir dari di buang di dalam tungku api akhir dunia di kitab Wahyu: Kemudian kematian (maut) dan kerajaan maut (Hades) dilemparkan ke dalam lautan api (danau api). Ini adalah kematian kedua (Wahyu 20:14, 15). Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua. (Wahyu 21: 8). Dua kali kitab Wahyu menyatakan bahwa nasib orang berdosa yang menderita di "lautan/danau api" adalah "kematian kedua." Menggarisbawahi kata terakhir itu: kematian. Sepanjang seri "Topik Panas tentang Neraka" ini, saya berpendapat bahwa, bertentangan dengan pendapat umum (pendapat kebanyakan orang Kristen), nasib terakhir orang terkutuk bukanlah terpanggang tanpa henti dalam siksaan dimana orang yang terbakar memiliki kesadaran (bisa berpikir, bisa merasakan, panca indera berfungsi) tapi sebaliknya mereka akhirnya "binasa/” (perish : lenyap Yohanes 3:16) dan menjadi "abu "(Maleakhi 4: 3). "Hari yang akan datang itu akan membakar habis mereka, demikianlah firman TUHAN semesta alam, yang tidak akan meninggalkan akar dan cabang mereka." (Maleakhi 4: 1). Ini adalah Firman Tuhan, bukan pendapat saya. Tapi saya telah menyimpan argumen terbaik saya untuk yang terakhir. Setiap orang Kristen sejati yang percaya bahwa Injil menerima kebenaran mendasar bahwa, di atas kayu salib di Kalvari, Yesus Kristus membayar "harga penuh" untuk dosa-dosa dunia. Setuju bukan? Alkitab mengatakan dengan tegas,

Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita (1 Korintus 15:3).

Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. (1 Yohanes 2: 2).

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:5).

Ini adalah Kebenaran dasar. Yesus Kristus membayar harga penuh untuk dosa-dosa kita. Yesaya meramalkan, "ganjaran (hukuman) yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh" (Yesaya 53: 5). "Ganjaran/deraan/siksaan" berarti "hukuman." Itu adalah "hukuman" kita yang dialami oleh Yesus Kristus di Getsemani dan di kayu salib. Dengan kata lain, apa yang seharusnya terjadi pada kita, ditanggung oleh Dia. Apa yang layak kita dapatkan, Dia yang menanggungnya. Dia menggantikan kita. Sekali lagi, semua orang Kristen sejati menerima ini, namun hanya sedikit yang menyadari implikasi yang tak terhindarkan dari kebenaran dasar ini. Pikirkan tentang hal ini. Jika "upah dosa" itu berarti orang memiliki kesadaran, tanpa akhir, tidak pernah henti-hentinya, mengalami siksaan kekal, maka CARA SATU-SATUNYA untuk Yesus Kristus dapat mengalami hukuman penuh atas dosa-dosa kita adalah dengan cara Dia secara sadar (terjaga terus menerus) menderita siksaan kekal untuk kita. "Saya sangat senang kita tidak harus terbakar selamanya," orang benar mungkin akan berkata sepanjang kekekalan, "karena Yesus Kristus sekarang terbakar tanpa henti untuk kita!" Apakah anda mengerti maksud saya? Benar-benar tidak ada jalan untuk menghindarinya. Disatu sisi mengatakan bahwa "upah dosa" itu dibakar selamanya, dan kemudian disisi lain menyangkal bahwa Yesus Kristus akan terbakar selamanya, adalah sebenarnya menyangkal bahwa Yesus Kristus telah membayar sepenuhnya hukuman atas dosa-dosa kita. Dalam hal ini, Dia benar-benar tidak melakukannya, Dia tidak membayar penuh dosa-dosa kita. Dia cuma membayar sebuah harga diskon kecil 3 hari - antara Jumat dan Minggu. Dan bahkan apabila doktrin tersebut benar, saya tidak pernah mendengar orang kristen yang percaya "siksaan abadi" mengatakan bahwa Yesus terjaga hidup di api neraka terbakar dan menderita siksaan dari hari Jumat ke hari Minggu. Setidaknya aku belum pernah mendengar ada yang bilang seperti itu. Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari dilema pelik ini adalah dengan menerima Alkitab seperti yang tertulis - "upah dosa adalah maut" (Roma 6:23). Setiap kali seekor domba dikorbankan di Bait Suci Yahudi, pesan ini diproklamirkan. Hewan-hewan itu mati, dan kemudian bagian-bagian tubuh mereka terbakar habis di altar (mezbah). TITIK. Itu saja. Di kayu salib di Kalvari, setelah 6 jam kengerian yang tak terbayangkan, Yesus Kristus menghembuskan nafas terakhirnya, dan kemudian Dia mati. Paulus menulis, "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita" (1 Korintus 15: 3).

Tapi ini pertanyaan kunci. Kematian jenis apa yang dialami oleh Yesus ? Itu bukan kematian normal, seperti ketika kita mati, di akhir hidup kita. Ketika orang mati hari ini, kematian mereka bukanlah "upah dosa.” Saat ini, kematian bagi kita semuanya sama – baik buat yang selamat dan yang terhilang. Kematian yang dialami orang-orang sampai saat ini disebut "tidur" di dalam Alkitab (lihat Mazmur 13: 3; Daniel 12: 2; Kis 7:60; 1 Korintus 15: 6, dll). Hari ini, ketika orang berdosa hilang, mereka tidur di kubur. Pada akhir Milenium, mereka akan dibangkitkan, dihakimi, dan kemudian dihukum di "danau api", yang merupakan "kematian kedua" (lihat Wahyu 20: 5a, 11-15). "Kematian kedua" ini adalah hukuman dosa yang penuh, inilah yang disebut “Upah dosa”. Ini akan mengerikan. Ini akan melampaui rasa sakit nyala api. Dan kemudian, semuanya akan berakhir. Rampung. Selesai. Ini adalah jenis kematian dimana Yesus Kristus mati saat Dia berseru, "Sudah selesai!" "Kami tidak akan pernah melupakan pengorbanan mereka," Schwarzenegger mengumumkan tentang lima petugas pemadam kebakaran yang hilang tersebut. Saya berdoa agar kita tidak akan pernah melupakan pengorbanan Yesus Kristus untuk kita. Dan bagian dari mengingat pengorbananNya ini adalah mengajarkan kebenaran tentang neraka. Jika kita berkata, "upah dosa adalah siksaan kekal," maka kita benar-benar menyangkal bahwa Yesus Kristus membayar sepenuhnya hukuman atas dosa-dosa kita. Semoga kita "tidak pernah melupakan" Firman Tuhan, yang menyatakan, "Upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal melalui Yesus Kristus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Sungguh ini adalah Kasih Karunia Yang Besar!

Bersambung…

310 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA