• Steve Wohlberg

Bagian 8 : Ajaran Jiwa Abadi adalah Pintu Iblis masuk kepada doktrin Spiritualisme


Bagian 8 : Ajaran Jiwa Abadi adalah Pintu Iblis masuk kepada doktrin Spiritualisme

Di permukaan, doktrin tersebut tampaknya sangat "Kristen". Brenda kita yang tercinta telah pulang ke rumah untuk tinggal bersama Tuhan, hamba Tuhan tersebut memberitahukan jemaatnya yang sedang menangis saat menghadiri pemakaman Brenda Webb. Penderitaannya sudah berakhir. Dia bersama Tuhan sekarang. Siapa yang berani meragukan kesimpulan seperti itu? Brenda Webb sangat percaya kepada Yesus Kristus. Tentu saja dia pergi ke surga kan? Mari kita lihat lebih dekat. Tapi tunggu dulu, ada adegan lain. Sudah sebulan sejak tubuh Brenda yang tak bernyawa diturunkan ke kubur enam kaki di bawah. Disebuah ruangan gelap, denga beberapa lilin yang hampir redup, suasanyanya menakutkan. Madam Sophia – seorang cenayang ahli medium yang mengklaim memiliki kemampuan untuk menghubungi orang mati - duduk dengan nyaman di sofa hitam yang dikelilingi oleh segelintir kerabat yang kehilangan orang tercinta, sebuah tempat yang tidak dikunjung oleh orang-orang yang pergi ke gereja. Bau tebal dupa memenuhi udara. Tinggi di atas rumah yang tampak menyeramkan, bulan bersinar penuh. Seekor anjing melonglong di kejauhan. "Siapa yang akan saya bawa untuk Anda?" Tanya Madam Sophia dengan tenang. "Brenda Webb," jawab Ralph dengan gugup, "Dia baru saja meninggal, dan kami punya beberapa pertanyaan untuk diajukan kepadanya." Tiba-tiba, sebuah hantu muncul di tengah mereka. "Halo Ralph," kata roh tersebut, "apa yang ingin Anda ketahui?" Percakapan yang panjang terjadi antara sekelompok kecil keluarga yang takjub dan seorang pribadi bercahaya yang muncul dari “Alam Lain” yang terlihat seperti Brenda Webb, berbicara seperti Brenda Webb, dan bertindak persis seperti Brenda Webb. Kedengaran tidak masuk akal bukan? Sebenarnya tidak, kejadian serupa sekarang semakin umum terjadi. Sekarang perhatikan dengan saksama. Terlepas dari banyak perbedaan kepercayaan mereka, ada satu gagasan mendasar bahwa Pendetanya Brenda Webb dan Madam Sophia memiliki kesamaan. Keduanya percaya bahwa ketika seseorang meninggal, mereka tidak benar-benar mati. "Jiwanya" melayang, entah di mana ... Keyakinan ini adalah biasa disebut keyakinan akan jiwa itu abadi (immortal soul). Sebagian besar manusia di seluruh planet Bumi menerima gagasan ini, termasuk sebagian besar anggota agama terbesar di dunia, yang tidak hanya mencakup Katolik Roma, Protestan dan Muslim, namun juga Hindu, Budha, Pagan, Wiccan dan Spiritualis. Sementara keyakinan agama ini sangat berbeda dalam pemahaman mereka tentang di mana jiwa menjalani hari kematian, mereka semua percaya bahwa setiap orang memiliki "jiwa abadi" yang pergi ke suatu tempat setelah tubuh fisik seseorang membusuk, kembali kepada tanah. Letakkan tangan Anda di atas alat pacu jantung Anda (jika anda memilikinya), dan bersiaplah untuk terkejut. Doktrin ini sebenarnya adalah kebohongan pertama Iblis yang menipu Hawa di Taman Eden. Saya menyebutnya, The Devil's Door to Spiritualism (Pintunya Iblis kepada Spiritualisme) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kejadian 2: 16,17). Perhatikan baik-baik kata-kata terakhir, "pastilah engkau mati." Tuhan tidak memberi tahu Adam bahwa jika dia memakan buah terlarang "hanya tubuh kamu yang akan mati," tetapi sebaliknya, "pastilah engkau mati" – artinya keseluruhan keberadaan dia sebagai manusia. Tuhan menambahkan kata, "pasti," untuk penekanan ekstra. Peringatannya jelas. Jika Adam atau Hawa makan dari pohon yang dilarang itu, nah itu dia, mereka akan "pasti mati." Kata "mati" berarti mereka mati, tidak hidup di tempat lain atau di dunia lain. Lalu datanglah ular itu. Apa yang dia katakan? Beberapa ayat kemudian, Alkitab melaporkan: Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3: 4). Apakah kamu menangkap hal itu? Adalah si "ular" yang pertama mencibir, "Sekali-kali kamu tidak akan mati," berlawanan langsung dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan. Sekali lagi, Tuhan berkata, "Anda pasti akan mati." Ular itu membalas, "Tidak, Anda tidak akan mati." Siapa yang mengatakan yang sebenarnya, Tuhan atau Iblis? Sayangnya, Hawa mempercayai ular itu dan memakan buahnya. Kemudian dia menawarkannya kepada Adam, dan dia juga memakannya (lihat Kej 3: 6). Hasilnya adalah dosa, penyakit, dan kematian bagi seluruh umat manusia. Akhirnya, tindakan mungil itu menyebabkan kematian Yesus Kristus untuk memperbaiki masalah. Dosa adalah persoalan serius Kita harus selalu percaya apa yang Tuhan katakan. Setelah Adam dan Hawa berdosa, Tuhan mengulangi pesan "pastilah engkau mati" kepada pasangan yang bersalah. Perhatikan baik-baik: Lalu firman-Nya kepada manusia itu: :…..dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." (Kejadian 3:17 , 19). Sekali lagi Tuhan tidak memberi tahu Adam bahwa hanya tubuh fisiknya saja yang akan menjadi debu, tapi Tuhan berkata “engkau debu” (Adam debu). "Dan kembali Tuhan menjelaskan, "dan engkau akan kembali menjadi debu." Kata "engkau" itu berarti adalah keseluruhan keberadaan Adam sebagai mahluk hidup, sebagai manusia. Dalam Kejadian 2: 7, Alkitab mengatakan bahwa Adam terbentuk dari debu yang dikombinasikan dengan "nafas hidup." Dan “nafas hidup" ini bukanlah kecerdasan diluar tubuh yang menakutkan, melainkan percikan kehidupan yang Tuhan tempatkan ke dalam semua ciptaan, termasuk binatang (lihat Kejadian 7: 21,22 dan Maz 104: 29,30). Kombinasi debu dan nafas inilah - membuat Adam menjadi "jiwa yang hidup" (Kej 2: 7, KJV). Pada saat kematian (yang merupakan akibat dari dosa), "nafas kehidupan," juga disebut "roh" yang sekarang menghidupkan manusia, inilah yang "kembali kepada Tuhan yang memberikannya" (Pengkotbah 12: 7). Tapi kesadaran manusia tidak berlanjut. Kesadaran itu berhenti (lihat Mazmur 146: 4, KJV). Itulah yang Tuhan katakan. Alkitab jelas bahwa manusia yang jatuh dalam dosa tidak abadi. Hanya Tuhan "sendiri yang memiliki keabadian" (1 Tim 6:16, NKJV, penekanan ditambahkan). Manusia yang jatuh harus "mencari kemuliaan, kehormatan, dan keabadian" (Roma 2: 7, penekanan ditambahkan). Hanya pada Hari Kebangkitan orang-orang kudus akan "memakai keabadian" (1 Korintus 15:53).

Ajaran Alkitab tidak mengatakan jiwa abadi terbang ke angkasa luar setelah tubuh fisik dinyatakan meninggal; tapi inilah urutan Kebenarannya : kematian, penguburan, dan kebangkitan di masa depan. Sekarang inilah bagian yang menyeramkan. Jika orang Kristen percaya bahwa orang-orang tercinta yang telah meninggal belum benar-benar mati, namun hidup di suatu tempat, maka ini membuat mereka sangat rentan ditipu oleh setan yang meniru identitas kerabat mereka yang meninggal. "Orang hidup tahu bahwa mereka akan mati" (Pengkotbah 9: 5), tulis Salomo, "Tapi orang mati tidak tahu apa-apa." Tidak tahu apa-apa! Itu sebabnya komunikasi dengan orang mati tidak mungkin dilakukan. Salomo dan Daud (ayah dan anak) sependapat dan sama-sama dinspirasi oleh Roh kudus : "Orang mati tidak memuji Tuhan, juga mereka turun dalam kesunyian / diam / tidak bersuara." (lihat Maz 115: 17KJV),. Mereka menunggu "kebangkitan di akhir zaman" (lihat Yohanes 11:24 dan Yohanes 5: 28,29).

Tunggu sebentar! Anda mungkin berpikir. Bagaimana dengan ayat-ayat Perjanjian Baru seperti "beralih dari Tubuh / absen dari Tubuh, lalu diam beserta dengan Tuhan" (Absent from the body 2 Korintus 5: 8 KJV), orang kaya dan Lazarus (Lukas 16), dan janji Yesus Kristus kepada pencuri yang sekarat itu bahwa Ia akan bergabung dengan Dia di dalam Firdaus (Lukas 23: 43)? Tidakkah mereka mengajarkan bahwa orang percaya langsung pergi ke surga pada saat kematian?

Tidak, mereka tidak melakukannya. Secara singkat, bila Anda membandingkan 2 Kor. 5: 8 dengan ayat 4, dan kemudian dengan 1 Kor. 15: 51-55, menjadi sangat jelas bahwa pernyataan "absen dari tubuh" Paulus berarti bahwa orang percaya akan "hadir bersama Tuhan" pada Hari Kebangkitan, bukan sebelumnya (bandingkan juga dengan 1 Tes 4:17). Kisah orang kaya dan Lazarus adalah "hanya sebuah perumpamaan" (bandingkan Lukas 16:19 dengan Lukas 19:11, 12), ini bukan kisah nyata, karena bagaimana lagi Anda dapat menjelaskan Lazarus naik dan masuk ke dadanya Abraham (into Abraham’s bosom)"? Akhirnya, jika Anda menghapus tanda baca “koma” dari Lukas 23:43, yang ditambahkan ratusan tahun setelah Perjanjian Baru ditulis, maka janji Kristus yang sebenarnya kepada pencuri di kayu salib adalah, "Aku benar-benar mengatakan kepada Anda hari ini (sekarang), Kamu akan (dimasa yang akan datang) berada di Firdaus .” Terjadi kesalahan peletakan tanda baca “koma” oleh penerjemah Alkitab. Dalam Gulungan Kitab aslinya tidak ada tanda baca. Tanda baca seperti koma, tanda seru, penomoran Bab dan ayat mulai dimasukkan ratusan tahun sesudah itu. Kami tahu inilah yang Yesus maksudkan karena Yesus tidak pergi ke surga pada hari itu (hari kematiannya), tapi masuk ke dalam makam baru milik Yusuf dari Arimatea (lihat Lukas 23: 52,53). Setelah bangkit dari antara orang mati, Kristus berkata kepada Maria, "Aku belum naik kepada Bapa-Ku" (Yohanes 20:17). Jadi Yesus sendiri diam didalam kubur, Dia tidak pergi ke surga sampai setelah kebangkitan-Nya.

"Kebohongan bisa berjalan setengah-jalan ke seluruh dunia sebelum kebenaran memakai sepatu botnya," tulis Mark Twain yang cerdas. Menurut Alkitab, doktrin "jiwa abadi" adalah salah satu kebohongan itu. Ya, ini populer; dan ya, jutaan orang mempercayainya; Tapi faktanya doktrin ini adalah kebohongan pertama yang diucapkan manusia oleh seekor ular di Taman Eden. Sayangnya, Hawa mempercayainya, dan begitu juga kebanyakan orang saat ini, termasuk media psikis seperti Madam Sophia, dan bahkan pendeta Kristen sekalipun. Alkitab membunyikan peringatan bahwa "naga besar, ular tua, yang disebut Iblis dan Setan ... menipu seluruh dunia" (Wahyu 12: 9, penekanan ditambahkan) .Banyak gereja abad pertengahan yang masih berdiri di Inggris memiliki satu pintu khusus. Dibangun di sisi utara mereka yang disebut "The Devil's Door." Alasannya bervariasi, tapi satu hal yang pasti. Jika Anda percaya pada doktrin "jiwa abadi", kepercayaan semacam itu dapat dengan mudah menjadi Pintu Iblis kepada Spiritualisme dan ditipu oleh pasukan Lucifer yang meniru orang mati (baca Ulangan 18:11, Ayub 7: 9,10, dan Wahyu. 16:14). Saran saya adalah: mari kita percaya apa yang Tuhan katakana kepada Adam tentang dosa dan kematian.

Catatan Penting dari Google translate:

Arti kata Spiritualism (Spiritualisme) :

a system of belief or religious practice based on supposed communication with the spirits of the dead, especially through mediums. – sebuah sistem kepercayaan atau praktek agama berdasarkan komunikasi dengan roh orang mati khususnya melalui medium.