• Three Angels Media

Mengekspos Mitos Tentang Neraka


Mengekspos Mitos Tentang Neraka

Neraka! Ini adalah topik yang panas, setidaknya bagi mereka yang memikirkannya. Tapi kebanyakan orang tidak memikirkannya. Kegagalan moral para idola selebriti dan apa yang terjadi di banyak pemerintahan yang korup lebih banyak mendapat perhatian daripada hukuman dosa yang menunggu orang berdosa. Alkitab memprediksikan bahwa suatu hari nanti "siapapun yang tidak ditemukan tertulis di dalam Kitab Kehidupan dilemparkan ke dalam lautan api" (Wahyu 20:15). Tentunya mereka yang mengalami tempat berapi-api itu akan berharap mereka menganggap Neraka lebih serius! Percaya atau tidak, traktat mungil ini adalah kesempatan Anda untuk menemukan kebenaran terlebih dahulu. Mudah-mudahan, ini akan membantu Anda menghindari nasib yang tidak menguntungkan, ditambah dengan kebingungan besar tentang topik yang sangat disalahpahami.

Neraka itu nyata

Pertama-tama, Alkitab sangat jelas bahwa neraka adalah nyata, bukan sekadar tempat mitos dari renungan imajiner. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, Yesus Kristus menyatakan bahwa suatu hari nanti "segala sesuatu yang menyesatkan dan orang-orang yang melakukan kejahatan (pelanggaran hukum)" akan dilemparkan ke dalam "dapur api" di mana "akan ada ratapan dan kertak gigi" (Matius 13: 41-42). Ya, neraka itu nyata, bukan ilusi. Tapi perhatikan dengan saksama saat Sang Guru mengklarifikasi nyala api seperti itu akan terjadi yaitu pada akhir zaman / pada akhir dunia ini (ayat 40, KJV, penekanan ditambahkan). Dengan kata lain, menurut Yesus Kristus, "dapur api" yang diprediksi dalam Kitab Suci akan disulut hanya pada akhir sejarah manusia. Ini tidak terbakar sekarang, tidak ada juga yang terbakar sekarang. Petrus setuju saat dia memperingatkan,

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. (2 Petrus 3:10, penekanan ditambahkan).

Jadi suatu hari nanti - dan sekali lagi waktu yang diprediksi itu adalah pada masa depan yaitu di Hari Tuhan - baik langit di atas dan di bumi di bawah ini benar-benar akan terbakar, "meleleh dengan panas yang dahsyat," dan "dibakar." Ini adalah "tungku api" yang sama dengan yang dikatakan Yesus. Jadi jika Anda telah diajari bahwa Alkitab mengajarkan bahwa Neraka sudah ada dan sedang terbakar dan membakar orang-orang jahat yang telah mati, dan ada dibawah bumi atau dialam lainnya dimana Iblis menjadi Raja Neraka, penunggu dan pemberi hukuman bagi orang jahat. Coba pikirkanlah lagi. Petrus menjelaskan bahwa "dapur api" itu ada di masa depan, dan seluruh planet yang tercemar oleh dosa kita distakdirkan untuk api. Namun dia menyimpulkan dengan sebuah penghiburan yang menenangkan: “Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." (2 Petrus 3:13).

Pemusnahan Total

Apa yang akan terjadi pada orang yang terhilang pada hari yang menakutkan itu? Perhatikan baik-baik:

Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa (lenyap) di hadapan Allah. (Mazmur 68: 2 KJV).

Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap. (Mazmur 37:20).

Tuhan sendiri juga menyatakan:

Bahwa sesungguhnya hari itu (akan) datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.

Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.

(Maleakhi 4: 1, 3, penekanan ditambahkan).

Di sini "Tuan semesta semesta alam" berbicara, bukan manusia. Dengan memasukkan ayat-ayat ini bersama-sama, kita menemukan bahwa, alih-alih tanpa henti disiksa dalam api abadi (seperti yang keliru diajarkan saat ini), orang-orang fasik yang terhilang akan "binasa", “lenyap”, "hilang", “terbakar habis seperti jerami”, "menjadi abu” "akar dan cabangnya pun tidak akan ada lagi”. Sekarang berpikirlah dengan tenang. Jika tanaman hancur sehingga tidak ada akar atau cabang yang tersisa, berapa sisa tanaman itu? Sama sekali tidak ada lagi. Inilah yang Tuhan katakan akan terjadi pada "semua orang yang melakukan kejahatan."

Kabar baik

Alkitab menyatakan bahwa pada akhirnya Allah akan menghukum dosa dan orang berdosa karena Dia adil dan benar. Dia tidak bisa mengabaikan kejahatan. Namun, Tuhan juga penyayang. Sebenarnya, Pencipta kita yang agung sangat bermurah hati sehingga, dengan harapan tidak harus menghukum kita, Dia mengijinkan Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus, untuk menanggung hukuman kita menggantikan kita. Dua ribu tahun yang lalu di atas sebuah salib yang kejam, "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita" (1 Korintus 15: 3). Singkatnya, ini berarti, apa yang pantas kita dapatkan, Dialah yang menanggungnya. Dia menggantikan kita. Bergantung di kayu salib di luar Yerusalem, Dia yang "tidak mengenal dosa" secara misterius menjadi "dosa bagi kita" (2 Korintus 5:21). "Aku telah mengasihi kamu dengan kasih yang kekal" (Yeremia 31: 3), adalah pesan pribadi-Nya kepada Anda.

Ya, sesuai dengan Kitab Allah, Yesus Kristus membayar seluruh hukuman untuk "dosa seluruh dunia" (1 Yohanes 2: 2) untuk menyelamatkan kita dari penghukuman kekal dan nasib yang menyala di "danau api," yang "Adalah kematian kedua" (Wahyu 20:14) di akhir dunia. Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana kita bisa menghindari malapetaka yang menakutkan? Jawaban alkitabiah adalah bahwa kita harus "bertobat" dari dosa-dosa kita (Kisah Para Rasul 2:38), yang berarti berpaling dari segala kesalahan, percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita (lihat Efesus 1:12), dan ikuti Alkitab (2 Timotius 3: 16,17). Jika kita melakukannya, janji Allah adalah bahwa kita akan memiliki "hidup yang kekal" (Roma 6:23).

[if !supportLineBreakNewLine] [endif]

23 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA