• Three Angels Media

5 Jan 2018: Kabar Buruk

“Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfrman kepadanya: “Di manakah engkau?" (Kejadian 3:9). Kitab Suci menyebut taman di mana Allah menempatkan Adam dan Hawa "Firdaus." yang berarti "kesenangan.” Rumah baru mereka ini sangat terberkati sampai... mereka diperdaya oleh si ular, dan Hawa memakan buah terlarang dan melanggar satu-satunya larangan di taman kesenangan itu. Dan ketika ia berbagi buah itu dengan suaminya, Adam pun mencicipinya. Hal yang sangat kecil – segigit buah! Namun tak sebanding dengan “ukuran” pelanggaran mereka, pasangan suami istri pertama ini langsung dicekam perasaan bersalah, yang dikuti oleh serangkaian akibat yang aneh – bahkan luar biasa. Pertama, mereka tiba-tiba tersadar akan ketelanjangan mereka. Dari manakah mereka mendapatkan pemikiran bahwa telanjang adalah sesuatu yang tak pantas? Padahal kondisi seperti itu selama ini, setidaknya mereka sudah tahu. Kedua, ketika Allah datang berkunjung, mereka bersembunyi di pepohonan. Ketiga, ketika la bertanya apa yang telah mereka lakukan, tak ada seorang pun yang mau bertanggung jawab. Adam menunjuk Hawa, yang diberikan Allah kepadanya, sebagai pembuat masalah. Hawa pun bertahan dan mengatakan bahwa itu salahnya si ular. Keempat, setelah Allah membuatkan mereka baju dari kulit binatang, keputusan pun dibuat, dan Allah menghalau mereka dari Firdaus (ay. 24). Kata kerja “menghalau" ini digunakan juga di tempat lain untuk menggambarkan tetabuhan yang menghalau orang Hewi (Kel. 23:28). Jelaslah bahwa pasangan itu tidak pergi dengan kemauan sendiri! Kelima, setelah ketidaktaatan mereka, Allah merasa perlu menempatkan kerubim untuk "menjaga jalan ke pohon kehidupan" (Kej. 3:24) sehigga Adam dan Hawa tidak bisa menyelinap kembali ke taman dan mendekati pohon kehidupan. Keenam, setelah Kain dan Habel dewasa, Kain membunuh Habel dalam kemarahannya. Dan di zaman Nuh, Allah melihat manusia "segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata" (Kej 6:5). Saya tidak habis pikir, betapa manusia dapat menjadi rusak total secepat itu Sungguh suatu rangkaian akibat yang tidak sepadan dengan pelanggaran yang terjadi. Namun setiap kali kita menonton berita, akibat kejatuhan manusia sangat jelas; kejahatan yang merajalela seringkali menjadi alasan bagi orang untuk mempertanyakan keberadaan Allah! Syukurlah. Allah tidak serta-merta melaksanakan hukuman mati bagi umat manusia. Sebaliknya, la menyiapkan suatu "rencana keselamatan'. Dan itu sungguh kabar baik! ________________________ Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3am@threeangelsmedia.com threeangelsmedia.com 

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA