• Three Angels Media

7 Jan 2018: Abraham Mengajari Allah Tentang Etika

“Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" (Kejadian 18:25) Abraham sedang menikmati sarapan di pintu kemahnya ketika tiba-tiba ia mengangkat mukanya adan melihat tiga “orang” berdiri di sana-Allah bersma dua malaikat-Nya, menghalagi sinar mentari sore. Abraham, dengan tergopoh-gopoh, mengundang mereka untuk ,masuk dan menyediakan “air sedikit” untuk membasuh kaki mereka dan “sepotong roti” supaya mereka “segar kembali” (ay. 4,5). Para pengurus rumah tangga Abraham langsung sibuk menyiapkan hidangan. Sara mengambil tiga sukat tepung yang terbaik untuk membuat roti bundar. Abraham mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya, dab memberikannya kepada seorang bujangnya untuk disembelih dan dibakar. Lalu bersama dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, dihidangkannya roti di sebuah batu besar di hadapan para tamunya. Setelah makan dan minum, Allah bersama dua malaikat-Nya berdiri untuk melanjutkan perjalanan mereka. Abraham berjalan bersama-sama untuk mengantar mereka. Dua malaikat itu berbelok dan berjalan ke arah Sodom, meninggalkan Allah bersama Abraham. Lalu Allah menjelaskan bahwa Ia datang untuk mengadili Sodom dan hendak menghancurkannya. Karena Lot dan keluarganya tinggal di sana, Abraham lalu berpikir keras. Pastilah Allah sudah melupakan pelajaran tentang moralitas! Tentu tidak baik jika orang baik dihukum bersama-sama orang jahat. Karenanya Abraham berniat untuk memberi Allah sebuah pelajaran tenang etika. Ia melakukannya dengan mengingatkan Allah bahwasanya suatu hal yang tercela jika menghukum orang tanpa mempertimbangkan karakter mereka terlebih dulu. Itulah gagasan yang disampaikannya dua kali melalui kata-katanya, “Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (ay.25) Kemudian Abraham mendapatkan janji demi janji dari Allah bahwa jika ada 50,45,30,20, dan akhirnya 10 orang baik saja yang tinggal di Sodom, Ia tidak akan mengahancurkan kota itu. Lalu “pergilah TUHAN,” dan “kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya” (ay.33) Sungguh potret yang menarik tentang Allah. Ia membiarkan Abraham memberinya kuliah tentang etika! Dan Ia mau memberikan janji demi janji yang diminta oleh Abraham dengan gigih. Itulah Allah yang kita layani. Ia mendengarkan… dan mempertimbangkan… permohonan makhluk ciptaan-Nya 

________________________

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3am@threeangelsmedia.com

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA