• Three Angels Media

12 Jan 2018: Memanjakan Itu Merusak

Memanjakan Itu Merusak "lsrael lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia” (Kejadian 37:3). Yusuf adalah anak emas Yakub. dan bukti yang paling mencolok dari pilih kasih Yakub adalah saat ia membuatkan jubah indah untuk anak kesayangannya itu. Ungkapan lIbrani untuk jubah itu memilki banyak terjemahan, "mantel warna-warni" (KJV), “jubah panjang” (NAB), “jubah dengan hiasan yang meriah (NIV), “mantel panjang berlengan” (NRSV), dll E.A. Speiser mengungkapkan bahwa "tidak ada yang istimewa tentang warna ataupun lengan baju” (Genesis, Anchor Bible, hlm. 289). Pakaian warna-warni dan jubah panjang adalah hal yang umum di Timur Dekat pada zaman itu. Lalu apa yang istimewa dari pakaian tersebut? Istilah yang dipakai di sini untuk jubah (k’tonet passim) hanya muncul sekali lagi di perikop tentang anak perempuan Raja Daud. la memakai jubah yang sama. yang ternyata merupakan pakaian seorang putri raja (2 Sam. 13:18, 19). Dokumen kuneiform (tulisan kuno Bangsa Sumeria, Ed.) menyebutkan sebuah pakaian yang disebut kitu (atau kutinnů) pi-annu. Jubah ini sering dikenakan di bahu patung dewi-dewi pada upacara keagamaan kuno. Singkat kata, istilah ini berkaitan dengan contoh-contoh yang merujuk pada pakaian wanita, yang menimbulkan kecurigaan jangan-jangan sikap Yakub memanjakan Yusuf membuat anak itu jadi feminin dan gemar memakai pakaian yang indah layaknya pakaian wanita yang bertabur perhiasan. Perilaku Yusuf yang baru berusia tujuh belas tahun itu pun kurang terpuji la suka mengadukan kelakukan saudara-saudaranya Dan, Naftali, Gad, dan Asyer (Kej 37:2). Belakangan ia mendapatkan dua mimpi di mana semua orangtuanya membungkuk padanya. Dan bukannya menutup mulutnya. Yusuf sesumbar kepada semua orang tentang mimpinya itu. Sampai-sampai ayahnya pun marah dan menegur dia (ay. 10). Selama berabad-abad orang berdebat tentang apa yang membentuk kepribadian seseorang – alamiahkah atau dibentuk. Hari ini kita menyadari faktor genetik dan lingkungan sama pentingnya dalam membentuk kepribadian seseorang. Di sini dan dalam bacaan selanjutnya kita akan berfokus pada latar belakang Yusuf, yang menjadi sumber kelemahan baginya. Namun tidak tersandera oleh DNA ataupun lingkungan, betapapun kuatnya pengaruh keduanya. Allah menciptakan kita dengan kehendak bebas, artinya ada faktor lain yang berpengaruh pada apa jadinya kita. Jadi, rumusnya adalah: kromosom + lingkungan + pilihan = karakter. 

________________________

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3am@threeangelsmedia.com

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA