• Three Angels Media

21 Jan 2018: Nyanyian Musa

Nyanyian Musa “Siapakah yang seperti Engkau di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyur, Engkau pembuat keajaiban?” (Keluaran 15:11). Firaun, yang mendesak orang Ibrani untuk secepatnya meninggalkan Mesir, hendak membawa mereka pulang kembali sebagai tawanan perang. Ia mengira dapat menjebak mereka di antara sebuah batu karang Laut Merah (laut alang-alang). Namun orang Israel menyebranginya dengan berjalan di dasarnya, dan ketika pasukan Firaun ikut turun mengejar mereka, air pun menerjang menenggelamkan pasukan itu. Setelah pembebasan yang dahsyat ini, Musa, lelaki yang tidak pintar berkata-kata itu pun – menyanyi! Ayat 3 kedengaran aneh di telinga kita pada awalnya: “TUHAN itu pahlawan perang.” Pertama, kita tidak biasa menyebut TUHAN dengan sebutan yang sama dengan manusia, namun itu yang dilakukan orang Israel. Kedua, kita seringkali merasa canggung bila membayangkan Allah sebagai pahlawan perang. Kita menemukan pemikiran yang sama dalam Yesaya 42:13. “TUHAN keluar berperang seperti pahlawan,… terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.” Dan Mazmur 24:8 memuji-Nya, “TUHAN perkasa dalam peperangan!” Jadi seharusnya kita kaget. Seringkali dalam Alkitab, Allah disebut “Pemimpin Pasukan.” Kata Ibrani yang dipakai adalah tsaba, yang berarti pasukan perang. Gambaran tentang Allah yang perkasa berlanjut di dalam nyanyian Musa: Ia “menghancurkan musuh” (Kel. 15:6). Ia “meruntuhkan siapa saja yang bangkit menentang” (ay.7). dalam nyanyian Musa melanjutkan “tangan kanan” Allah yang perkasa (ay.6), hembusan “nafas hidung-Mu” (ay.8), dan “api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum” (ay.7). Tetapi Allah yang perkasa itu adalah pengayom umat-Nya. “Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus” (ay.13). Dan, “Engkau membawa mereka dan Kau cangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri” (ay.17). Kata “kasih setia” dalam ayat 13 diterjemahkan dari kata hesed. Kata Ibrani ini sering digunakan pada Allah dan menunjukkan kesetiaan-Nya pada perjanjian dengan umat-Nya. Ia menjanjikan Abraham akan memiliki banyak keturunan dan memiliki tanah yang luas. Dan Allah mengulangi janji ini ketika Ia berbicara kepada Musa (Kel.6:4:8). Allah berkata, “Aku ingat kepada perjanjian-Ku” (ay. 5). Saatnya bagi Allah untuk melaksanakan janji-Nya. Dan Ia menepati janji-Nya. Apakah Anda juga? 

________________________

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3am@threeangelsmedia.com

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA