• Three Angels Media

28 Feb 2018: Para Penerus Yefta

Para Penerus Yefta “Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah daerah di Gilead” (Hakim-hakim 12:7). Setelah Yefta dan orang-orang Gilead mengalahkan suku Amon, suku Efraim menantang perang dengan mengatakan bahwa Yefta tidak meminta bantuan mereka saat berperang melawan suku Amon, mereka akan membakar rumahnya. Yefta menjelaskan bahwa ia telah meminta bantuan mereka namun tidak mendapatkan tanggapan, karena mereka tetap beringas, Yefta dan pasukannya menyapu bersih mereka dalam pertempuran dan menguasai pangkalan mereka di tepi Sungai Yordan. Ketika orang Efraim di sisi timur sungai itu hendak menyeberang pasukan Yefta menghadangnya, dan menyuruh mereka melafalkan kata syibolet yang artinya “banjir.” Suku Efraim memiliki akses yang berbeda dan menyebutnya sibolet, sehingga jati diri mereka terungkap. Kama 42.000 tentara Efraim pun dibunuh di tempat itu. Setelah Yefta meninggal dan di kubur, muncullah beberapa orang yang menarik namun memiliki karakter aneh. Yang pertama menggantikannya adalah Ebzan (namanya kemungkinan berarti “bergeser”) dari Bethlehem, seorang pria yang subur. Ia memiliki 30 anak laki-laki dan 30 orang anak perempuan (Hak.12:9). Ebzan kemudian mengatur perkawinan anak-anaknya – semuanya. Ia mendapatkan 30 menantu perempuannya dari “luar kaumnya” dan 30 menantu lelaki di “luar kaumnya” pula. Bangsa Israel menganut prinsip endogamy dalam perkawinannya, yaitu menganggap bahwa pasangan ideal adalah dari dalam suku sendiri. Perkawinan eksogami yang diatur oleh Ebzan barangkali dimaksudkan untuk membangun hubungan perdamaian yang luas dengan suku-suku atau bangsa lain. Alkitab tidak membahas lebih jauh soal ini. Setelah periode pemerintahan hakim Ezban, Elon (artinya pohon “eik”}, dari suku Zebulon, memerintah selama 10 tahun. Informasi lainnya tentang hakim Elon adalah bahwa setelah wafat ia dikuburkan di Ayalon. Kemudian datanglah Abdon (artinya “pelayan” atau “menghamba”), yang juga sangat subur. Ia memiliki 40 anak lelaki dan 30 cucu. Kita diceritakan bahwa 70 keturunannya itu mengendarai 70 keledai jantan. Abdon diangkat dari suku Efraim – suku pemarah yang mengancam Yefta dengan aniaya dan kekerasan. Dari kitab Hakim-hakim kita belajar bahwa Allah memakai orang dari segala jenis untuk menjadi pelayan-Nya. Mereka terdiri dari pria maupun wanita, datang dari segala etnis, memiliki keahlian, jabatan dan waktu pelayanan yang beragam, serta memiliki kepribadian yang berbeda-beda pula. Kita mungkin lebih menyukai yang satu daripada yang lain. Namun, mereka semuanya adalah pelayan Allah 

________________________

Untuk Anda yang mau belajar lebih dalam tentang Kebenaran Firman Tuhan, silakan email ke 3am@threeangelsmedia.com

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA