• Three Angels Media

Bagian 2 : Injil & Mezbah Pengorbanan

Diperbarui: 10 Agt 2019


Mezbah Pengorbanan

Tempat suci jaman Musa dikelilingi oleh perkemahan suku-suku Israel, dan ketika masuk kedalam pintu gerbang (Yesus adalah pintu Yoh 10:9) tempat suci di bagian timur tempat suci  maka akan tiba di Pelataran Terbuka. Dan hal yang pertama dijumpai adalah Mezbah Pengorbanan dimana korban bakaran binatang diletakkan diatasnya untuk pengampunan dosa dan keselamatan. Ini melambangkan Pengorbanan Yesus diatas kayu salib sebagai Anak Domba Allah (Yoh 1:29). Mezbah dari kayu penaga dan dilapis tembaga (Kel 27:1-8) ini melambangkan kayu salib, dan korban binatang melambangkan Yesus Anak Domba Allah.




Denah Tempat Suci (sanctuary)

“Menurut hukum Taurat, hampir segala sesuatu disucikan dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak akan ada pengampunan” (Ibrani 9:22). “Ini adalah darah-Ku dari perjanjian yang baru, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Matius 26:28).


Pengorbanan hewan diperlukan untuk membantu orang memahami bahwa tanpa penumpahan darah Yesus, dosa-dosa mereka tidak akan pernah bisa diampuni. Kebenaran yang mengejutkan dan menakutkan adalah bahwa upah dosa adalah kematian yang kekal (Roma 6:23). Karena kita semua telah berdosa, kita semua berada dalam hukuman mati yaitu maut. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka dibawah ancaman hukuman mati yaitu  kematian kekal, tetapi Yesus melangkah maju dan menawarkan untuk memberikan hidup-Nya yang sempurna sebagai pengorbanan untuk membayar hukuman mati bagi semua orang (Yohanes 3:16; Wahyu 13: 8). Setelah berdosa, Allah memperlihatkan dan mengajarkan kepada Adam bahwa orang berdosa membawa korban binatang (Kejadian 4: 3–7). Orang berdosa harus membunuh binatang itu dengan tangannya sendiri (Imamat 1:4, 5). Ini merupakan ritual berdarah dan tidak menyenangkan bagi Adam dan siapapun yang berdosa, dan meninggalkan perasaan dan ingatan kepada orang berdosa mengenai kenyataan serius dari konsekuensi dosa yang mengerikan yaitu kematian abadi dan membuat mereka sadar akan kebutuhan seorang Juruselamat dan Pengganti.


Tanpa Juruselamat, tidak ada yang memiliki harapan untuk keselamatan. Sistem Pengorbanan mengajarkan, melalui lambang binatang yang disembelih, bahwa Allah akan memberikan Anak-Nya sendiri untuk mati bagi dosa-dosa mereka (1 Korintus 15: 3). Yesus tidak hanya akan menjadi Juruselamat mereka, tetapi juga Pengganti mereka (Ibrani 9:28). Ketika Yohanes Pembaptis bertemu Yesus, dia berkata, “Lihatlah! Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia ”(Yohanes 1:29).


Dalam Perjanjian Lama, orang menantikan salib untuk keselamatan, melihat kedepan akan Janji kedatangan Mesias, sementara umat Perjanjian baru melihat kebelakang kepada Penyaliban Yesus untuk keselamatan. 


Pelajaran ini sangat penting karena ini akan mematahkan anggapan bahwa umat Perjanjian Lama diselamatkan karena memegang hukum Tuhan dengan ketat, sementara umat Perjanjian baru diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman. Dengan mempelajari Tahapan Pelayanan Yesus di Tempat Kudus, kita akan memiliki pengertian yang benar bahwa baik umat PL dan PB diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman, bahwa orang percaya dibenarkan oleh karena iman.


Umat Perjanjian baru dibenarkan oleh iman :

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Roma 5:1.


Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. Galatia 2:16.


Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman. Gal 3:11.


Umat Perjanjian lama dibenarkan oleh iman :

Menurut Kitab Ibrani 11 : Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Rahab, Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi dibenarkan oleh karen iman.


Orang yang berdosa ketika datang ke tempat suci membawa korban binatang, harus terlebih dahulu meletakkan tangannya diatas kepala binatang tersebut (Imamat 1:4 ; 3:2 ; 4:4), sehingga dosa orang itu pindah ke binatang yang dikorbankan. Orang yang mengaku dosa harus menyembelih bintang tersebut dengan tangannya sendiri sebelum imam mempersembahkan diatas mezbah. Dan ingat! korban binatang dan imam yang melayani, keduanya haruslah tak bercacat.

orang berdosa meletakkan tangan keatas kepala hewan yang tidak bercacat

Proses Pengorbanan Binatang :

pendosa membawa korban - masuk pintu tempat kudus - meletakkan tangan ke atas kepala korban dan mengaku dosa - menyembelih binatang - imam yang melayani mengorbankan binatang dengan membakarnya diatas mezbah.


Proses Pembenaran Karena Iman :

pendosa sadar akan dosa-dosanya dan butuh akan Penyelamat - datang kepada Yesus Sang Penebus dosa - meminta pengampunan dan kasih karunia oleh karena Pengorbanan Yesus di kayu salib - diampuni dan dibenarkan oleh karena iman.


Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. 1Yoh 1:8-10.


Yesus bukan hanya menenun jubah sempurna kebenaran tapi dia harus menyelesaikan masalah dosa. Tapi tanpa ketaatan yang sempurna terhadah hukum-hukum Allah, pengorbanan Yesus di kayu salib tidak akan ada artinya. Satu kali saja Yesus jatuh dalam dosa, maka sia-sialah kematian Yesus di kayu salib. Puji Tuhan Dia menang atas pencobaan dalam kehidupanNya, sehingga kematianNya menjadi korban yang sempurna untuk membayar upah dosa yang adalah maut (Roma 6:23) bagi setiap manusia. Di Taman Getsemani dan diatas kayu salib setiap dosa yang pernah dilakukan oleh setiap manusia menekan jiwaNya. Peristiwa di Getsemani dan di atas kayu salib menunjukkan kepada kita bahwa dosa adalah monster yang menakutkan. Jika anda ingin berhenti berbuat dosa, pandanglah kepada apa yang Yesus lalui dan lakukan untuk anda!


Apa yang Yesus lakukan : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yoh 3:16


Yesus dibuat menjadi dosa supaya kita dibenarkan didalam DIa : Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2 Kor 5:21.


Dia mengambil kutukan yang menjadi milik umat manusia : Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Galatia 3:13. 


Dia mengalami maut untuk semua orang : Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. Ibrani 2:9.


Kekuatan kegelapan dan beban berat dosa seluruh manusia mulai menghimpit Yesus ketika berdoa di Bukit Zaitun, di Taman Getsemani. Yesus bahkan sampai ketakutan dan keringatnya meneteskan darah (Luk 22:44). Sampai tiga kali Dia berdoa. Iblis berusaha mencobai dan meyakinkankan Yesus, bahwa kematian Yesus adalah sia-sia, dan bisa jadi permanen tanpa ada jalan kembali. Bahwa kematianNya bisa menjadi perpisahan selama-lamanya dengan BapaNya. Bersyukur kepada Allah Yesus taat dan berserah sampai kepada kematian.


Dia menanggung dosa seluruh dunia : Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. 1 Yoh 2:1-2.


Dia tertikam, diremukkan, dihajar, dan tertimpa kejahatan kita : Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Yesaya 53:5-6.


“Beban berat perasaan bersalah atas setiap dosa menekan jiwa ilahi dari Penebus dunia. Setiap pikiran jahat, perkataan jahat, perbuatan jahat dari setiap anak laki-laki dan anak perempuan Adam, memanggil meminta retribusi keatasNya; karena Dia telah menjadi pengganti umat manusia. Walaupun perasaan bersalah karena dosa bukan milikNya (bukan berasal dariNya), RohNya terkoyak dan remuk oleh pelanggaran manusia, dan Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa bagi kita, sehingga kita bisa dibuat Kebenaran Allah melalui Dia” Selected messages, volume 1, p.321.


Yesus telah memberikan teladan bagaimana Dia menjadi korban dan Imam yang tidak bercacat. Hal inilah yang diajarkan Alkitab agar orang percaya mengikuti teladan Yesus: 


Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Roma 12:1.


Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Roma 6:6.


Apa yang Yesus lakukan di Perkemahan dan di Pelataran adalah untuk semua umat manusia yang pernah hidup di bumi. KehidupanNya yang sempurna dan kematianNya untuk dosa adalah karunia dari pendamaian yang dilakukanNya, tetapi setiap individu yang berdosa harus mengklaim karunia tersebut. Pendosa harus datang kepada Yesus.


Sayangnya banyak orang Kristen berhenti disini. Sementara proses rencana keselamatan masih terus berlanjut, proses pelayanan di tempat suci masih belum selesai. Orang yang datang mengaku dosa kepada Anak Domba Allah yang disalibkan dosanya diampuni. Tapi masalah dosa masih ada, pencobaan masih akan datang, dosa berpindah dari binatang ke tempat suci, tirai kemah suci bau darah binatang yang dipercikkan, dan 1 tahun sekali harus dibersihkan. Manusia yang lahir baru harus bertumbuh dalam karakter Kristus. Salib sangatlah penting, karena dengan ini Yesus membayar penalti akan dosa-dosa manusia, dan orang percaya yang menjadi murid Yesus harus tetap memikul salib, menyangkal diri dan mengikuti Anak Domba kemana Dia pergi (Mat 16:24). 


Darah binatang tidak berhenti di mezbah pengorbanan tetapi menurut Kitab Imamat, imam membawa darah binatang yang dipercikkan ke tirai kemah suci yang memisahkan antara ruang kudus ke maha kudus. Ini adalah sebuah perjalanan ; dosa orang yang membawa korban binatang berpindah ke binatang – dari darah binatang berpindah ke bait suci. Sehingga rekaman catatan dosa karena percikan darah sekarang berada di tirai bait suci, bau darah menyengat dan tidak menyenangkan, dosa memang sudah diampuni tapi catatan rekaman dosa masih ada di bait suci, dan setiap tahun sekali harus dibersihkan di Hari Raya Pendamaian.


Imam harus mencelupkan jarinya ke dalam darah itu, dan memercikkan sedikit dari darah itu, tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir penyekat tempat kudus. Imamat 4:6.

Imam yang diurapi harus membawa sebagian dari darah lembu itu ke dalam Kemah Pertemuan. Imam harus mencelupkan jarinya ke dalam darah itu dan memercikkannya tujuh kali di hadapan TUHAN, di depan tabir. Imamat 4:16-17.


Inilah yang Yesus lakukan saat ini sebagai Imam besar (Ibrani 3:1) yang melayani di Kemah Suci Surgawi, Yesus membawa darahNya sendiri melintasi Kemah yang lebih besar.

Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Ibrani 9:11-12


Hal ini akan dibahas lebih mendalam di bagai berikutnya mengenai Ruang Kudus. Intinya Pelayanan Yesus belum berakhir, dosa diampuni bagi yang datang kepada Yesus, tetapi catatan rekaman dosa masih tersimpan di bait suci surgawi. Urusan dosa belum selesai, Pencetus dosa yaitu Iblis dan juga para malaikatnya masih ada. Tahapan rencana keselamatan masih berlanjut.


Sistem Pengorbanan Binatang dan semua lambangNya menunjuk Kepada Yesus, dan semua ini adalah bayangan dari apa yang Yesus lakukan sebagai Anak Domba dan Sebagai Imam di Pelataran Luar di Mezbah Pengorbanan yaitu Salib. Hukum seremonial mengenai sistem pengorbanan binatang inilah yang menurut Rasul Paulus disalibkan diatas kayu salib (Kolose 2:14). Sementara sepuluh perintah Allah yang berdiri diatas pondasi yang berbeda tidak ikut disalibkan dan masih berlaku (silahkan baca artikel mengenai sepuluh perintah Allah).


Pengorbanan Yesus diatas kayu salib pada tahun 31 Masehi yang menghentikan sistem pengorbanan binatang menggenapi nubuatan 70 minggu (490 hari) di Kitab Daniel 9, silahkan pelajari lebih lanjut di Artikel ilusi 7 tahun masa kesukaran.


Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu (bangsanya daniel ; israel) dan atas kotamu (yerusalem) yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan (Yesus disalibkan membayar upah dosa), untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi (fokus utama semua penglihatan dan nabi adalah Mesias), dan untuk mengurapi (bahasa aslinya adalah Mesias) yang maha kudus (Yesus adalah yang maha kudus). Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali (tahun 457 SM Raja Artahsasta mengeluarkan Dekrit Pembangunan Yerusalem Ezra 7:1-27), sampai pada kedatangan seorang yang diurapi (Yesus yang adalah Mesias diurapi oleh Roh Kudus pada saat Dia dibaptis tahun 27 Masehi), seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa (7 minggu); dan enam puluh dua kali tujuh masa (62 minggu) lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi (mesias akan disingkirkan / cut off lihat King James Version), padahal tidak ada salahnya apa-apa (Yesus tidak bersalah, tidak berdosa). Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu (Yerusalem & Bait Suci dihancurkan oleh tentara Romawi yang dipimpin oleh Titus), tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. Raja itu (Mesias) akan membuat perjanjian (perjanjian=covenant hanya ditujukkan kepada Yesus) itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa (1 minggu). Pada pertengahan tujuh masa (3.5 tahun pada tahun 31 Masehi) itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan (Yesus Anak Domba Allah disalibkan dan menghentikan Sistem korban bakaran) ; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu." Daniel 9:24-27.


Fokus nubuatan Daniel ini adalah Yesus, bukanlah Antikristus. Dan inilah yang dipegang oleh Reformer Protesntan bahwa Nubuatan berjalan sesuai dengan jalannya Sejarah secara berurutan tanpa adanya jurang waktu atau gap. (paham historicism)


Buktinya sangat banyak! Delapan kata ini ditemukan dalam Daniel 9:27: "Diteguhkan ... perjanjian ... banyak ... di tengah ... pengorbanan ... berhenti ... kekejian ... sepi ditinggalkan" semuanya dipenuhi sempurna dalam Yesus Kristus dan sejarah Kristen awal. Salah satu alasan utama mengapa bangsa Yahudi secara keseluruhan gagal menerima/mengenali Mesiasnya adalah karena para ahli kitabnya salah menafsirkan Daniel 9:27. Mereka gagal melihat Yesus Kristus sebagai yang diprediksi yang akan mati di tengah-tengah minggu (ditengah-tengah 1 minggu terakhir = 31M). Hal yang sama terjadi hari ini karena para ilmuwan Kristen modern salah menafsirkan nubuat yang sama dengan mengajarkan bahwa ada bait suci yang ketiga, antikristus akan menghentikan korban di bait suci, padahal sangatlah jelas bahwa nubuatan ini berpusat kepada MESIAS yaitu Yesus Kristus. Silahkan pelajari rentang waktu nubuatan 70 minggu dibawah ini; 



Yesus adalah Pintu

Yesus adalah Anak Domba Allah yang tak bercacat

Yesus adalah Imam Yang tak bercacat

Salib Yesus adalah Mezbah Pengorbanan


Pintu anugrah masih terbuka, Yesus mengasihi anda dan rela meninggalkan Surga untuk jadi manusia, dan mati menggantikan dosa-dosa anda, dan dia mengundang anda untuk masuk kedalam rumahNya, menerima keselamatan oleh karena kasih karunia melalui iman, maukah anda menerima Dia sebagai Juruselamat dengan cara mengaku dosa-dosa anda dan meminta pengampunan, dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan anda ?


Silahkan hubungi kami untuk Pelajaran Alkitab lebih lanjut.


Bersambung....

Injil & Bejana Pembasuhan

389 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA