• Three Angels Media

Bagian 3 : Injil & Bejana Pembasuhan (The Laver)

Diperbarui: 15 Agt 2020


Bejana Pembasuhan

Injil & Bejana Pembasuhan.


Setelah korban binatang dibakar maka selanjutnya imam akan membersihkan dirinya dari jejak kematian binatang dengan air di Bejana Pembasuhan. Ini adalah perabot ke-2 yang berada di pelataran luar tempat suci yang ditempatkan ditengah, diantara mezbah pengorbanan dan kemah suci yang terbuat dari tembaga untuk menampung air (Kel 30-17-21, Kel 38:8, Kel 40:7, Kel 40:30). Setiap imam yang ingin masuk ke dalam Bilik Kemah Suci (Ruang Kudus) harus membasuh dan membersihkan dirinya di bejana pembasuhan, kalau ini tidak dilakukan mereka bisa mati.


Lokasi Bejana Pembasuhan (Laver) berada ditengah antara Mezbah Pengorbanan dan Kemah Suci.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya. Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun." Keluaran 30:17-21.


Imam membasuh dan membersihkan dirinya di Bejana Pembasuhan

Ritual ini melambangkan Kebangkitan Yesus dan bagi orang percaya ini melambangkan upacara kudus yaitu Baptisan.


Bejana Pembasuhan melambangkan Kebangkitan Kristus.

Bejana pembasuhan regenerasi (washing regeneration) melambangkan kebangkitan Yesus di Pelataran Luar : Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Titus 3:4-5.


Injil merupakan rencana keselamatan seperti sebuah perjalanan, perhatikan apa yang dikatakan Rasul Paulus mengenai Injil Keselamatan :


Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati (anak domba dikorbankan di mezbah pengorbanan) karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan (bejana pembasuhan), pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 1Kor 15:2-7.


Roma 4:25: Yesus bangkit untuk pembenaran kita: “Sekarang kisah pembenaran Abraham ketika dia percaya kepada Allah tidak ditulis hanya untuk kepentingannya saja : tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Roma 4:24-25.


Orang Kristen biasanya berpikir bahwa kematian Yesus mengampuni dosa-dosa kita, tetapi tanpa kebangkitan, maka kematian Yesus adalah sia-sia, iman kita sia, tidak ada pengampunan dosa. 


Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 1 Kor 15:16-19.


Bejana Pembasuhan melambangkan Baptisan buat orang yang bertobat.

Setiap Perabot dalam Tempat Suci secara khusus diurapi dan dikuduskan (artinya dipisahkan) - Kel 40:19. Termasuk Bejana pembasuhan diurapi dan dikuduskan (Kel 40:11) untuk maksud yang khusus. Baptisan adalah Upacara Kudus, Yesus dibaptis bukan karena Dia berdosa tapi Dia merendahkan diriNya dan menyamakan diriNya seperti orang berdosa, Dia lakukan untuk memberi teladan agar menggenapkan seluruh kehendak Allah (Mat 13:5 versi KJV fulfill all righteousness = menggenapkan semua kebenaran). Orang yang datang kepada Yesus perlu merendahkan diri mengaku dosa kepada Anak Domba Allah dan juga menerima Baptisan. 


Baptisan, tanda hubungan selamat di dalam Yesus, menggambarkan sunat rohani. “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati” (Kol. 2:11, 12).


Haleluya Yesus bangkit pada hari minggu, tetapi Alkitab tidak mencatat hari minggu sebagai hari kudus atau sebagai ganti hari sabat kudus (baca artikel zona sabat). Baptisan adalah upacara kudus yang dipisahkan (dikuduskan) bukan sekedar untuk merayakan Kebangkitan Kristus, tapi untuk mengalami Kuasa Kebangkitan Yesus. Baptisan inilah yang diperintahkan oleh Alkitab untuk memperingati Kebangkitan Yesus, bukan peribadatan hari minggu. Peringatan bagi para imam (termasuk kita sebagai imamat yang kudus) apabila menajiskan hal-hal yang kudus dan buta membedakan mana yang kudus dan yang tidak kudus: 


Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka. Yehezkiel 22:6.


Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" Wahyu 22:11.


Kekudusan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi Allah, karena Dia sendiri adalah kudus, karakternya adalah kudus, dan Ia ingin supaya kita juga hidup kudus. Setiap hal kudus selalu dicatat secara khusus di dalam Alkitab.


Contoh hal-hal kudus yang dikuduskan didalam Alkitab : Pernikahan Kudus (Ibrani 13:4), Perpuluhan adalah kudus (Imamat 27:30-32), Perabotan bait suci dikuduskan (Kel 40:19), Pakaian kudus bagi imam (Imamat 28-29), umat tebusan adalah imamat kudus (1Petrus 2:9), tubuh kita adalah bait Roh Kudus (1Kor 6:9), tubuh kita dalah kudus (Rom 12:1), umat sisa disebut orang kudus (Wahyu 14:12), Surga adalah kudus (Ibr 9:24), Firman Tuhan itu adalah kudus (Mzm 105:42), Hukum Tuhan dan Perintah Tuhan itu kudus (Roma 7:12), hari sabat ibadah / pertemuan kudus (Kel 20:8, Imamat 23:24), "Hari Sabat adalah Hari Tuhan Yang Kudus" (Yes 58:13, Luk 6:5).


Tuhan ingin agar kita menjaga kekudusan, agar kita hidup dalam kekudusan, tentu bukan oleh karena perbuatan baik yang berasal dari diri kita sendiri, tapi karena kita menerima kekudusan yang berasal dari kehidupan Yesus Kristus dalam diri kita, melalui roh-Nya dan kebenaran yang kita percaya :


Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 2 Tim 2:13


tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 1 Petrus 1:15-16


Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 1 Petrus 2:5.


Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. 1 Petrus 2:9.


Kembali kepada Bejana Pembasuhan dan arti pertingnya untuk orang yang datang mengaku dosa, langkah selanjutnya dalam perjalanan iman mereka adalah Baptisan. Dan baptisan secara khusus dikuduskan dan dipisahkan untuk maksud ilahi agar kita dibersihkan, disucikan dari jejak-jejak dosa. Dibaptis selam adalah upacara kudus yang di instruksikan oleh Alkitab, oleh Yesus (Mat 28:19), dan oleh para rasul untuk orang percaya mengalami Kematian dari dosa, Dikubur manusia lamanya, Dibangkitkan untuk Kehidupan Baru.


Baptisan adalah deklarasi iman.

Sama seperti imam harus membasuh dirinya di bejana pembasuhan sebelum dia masuk ke ruang kudus, maka baptisan adalah pintu masuk orang bertobat untuk masuk dalam kerajaan Tuhan, bergabung dengan tubuh kristus, yaitu Gereja. Bahkan Tuhan Yesus sendiri memerintahkan untuk murid-murid membaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.


Sebelum Yesus naik ke surga pulang ke rumah BapaNya dan memulai fase berikutnya dalam pelayananNya di bait suci di surga, Dia memberikan Mandat Khusus, yaitu Amanat Agung :


Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."Mat 28:19-20.


Baptisan adalah salah satu proses dalam rencana keselamatan.

Bukan berarti ketika dibaptis berarti tidak ada pencobaan lagi, atau kita langsung sempurna dan tidak akan jatuh dalam dosa lagi, tetapi ketika kita taat merendahkan diri menuruti nasihat firman Tuhan maka kita akan diberi kuasa kebangkitan Yesus untuk mengalahkan manusia lama kita. Walupun Baptisan adalah salah satu proses perjalanan iman dan punya hubungan erat dengan rencana keselamatan, tapi baptisan bukanlah akhir dari perjalanan kristen. Banyak yang dibaptis, banyak yang menerima karunia roh kudus tapi masih melakukan dosa, tidak mau bertobat meninggalkan dosa-dosanya, pertobatannya tidak tahan uji, tidak mengahasilkan buah pertobatan, kehidupan kristennya mati tidak mengalami kebangkitan Kristus dan Tuhan berkata bahwa Dia tidak mengenal mereka dan menyebutnya Pembuat Kejahatan (Mat 7:23), renungkan kisah Ananias dan Safira yang sudah bergabung dalam Jemaat Tuhan tetapi mati mengenaskan membohongi Rasul Petrus, mencobai Roh Kudus (Kis 5:1-11). Ingat juga pengalaman bangsa Israel yang juga dibaptis secara simbolis setelah mereka keluar dari tanah mesir, tapi banyak dari mereka yang mati mengenaskan karena pemberontakan, karena ketidaktaatan :


Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 1 Kor 10:1-5


Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. 2Korintus 7:1.


dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:24.


Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Ibrani 12:10.


Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Ibrani 12:14


Baptisan adalah simbol bahwa kita mengalami kematian, dikuburkan, dan dibangkitan bersama Kristus karena kuasa Allah dan memperoleh kehidupan yang baru.


Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Roma 6:4.


karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kolose 2:12.


Ketika seluruh tubuh kita masuk ke dalam air, saat itu nafas kita berhenti melambangkan kematian dan penguburan manusia lama, dan ketika keluar dari air, kita kembali bernafas, dibangkitkan menuju kehidupan baru.


Ini adalah makna rohani yang sangat penting dari Baptisan dengan cara diselam, setiap tindakan fisik dalam baptisan selam memiliki arti mendalam terhadap proses yang Yesus sendiri memberi teladan. Dibutuhkan kerendahan hati dan penyerahan diri kepada prinsip-prinsip Alkitab yang tertulis. Sangat disayangkan apabila pengikut Kristus tidak mengikuti Pola ini dan memilih pola lain yang tidak diajarkan oleh Alkitab. Pola baptisan yang lain merupakan injil lain diambil dari upacara paganisme dan masuk ke dalam dunia kristen. Baptisan dipercik atau dituang baru diperkenalkan ke gereja setelah era rasul-rasul. 


Ketika Yesus berfirman baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus - tidak ada kebingungan dan keraguan dari para murid, baptisan mana yang dimaksud. apakah di percik, apakah baptisan bayi, apakah disiram atau baptisan selam ? Murid-murid tahu dengan pasti tanpa kebingungan baptisan mana yang dimaksud. Yaitu Baptisan Air dengan cara diselam. 


Arti kata Baptis

Makna kata “Membaptis.“  Kata baptis dalam bahasa Inggris berasal dari kata Yunani baptizo, yang berarti diselamkan, karena kata itu diambil dari kata kerja bapto, artinya “diselamkan atau dimasukkan ke bawah. Bilamana kata kerja baptize dikenakan kepada baptisan air maka yang dimaksudkannya ialah seseorang diselamkan, dicelupkan ke bawah air.


Baptisan dengan air di Perjanjian Baru yaitu dengan cara diselamkan.


Yohanes membaptis di sungai Yordan (Mat. 3:6; Markus 1:5) dan di Ainon dekat Salim “sebab di situ banyak air” (Yoh. 3:23). Baptisan selam memang memerlukan banyak air.


Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air..Mat 3:16.


Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Markus 1:9-10.


Gereja mula-mula mempraktikkan Baptisan mengikuti Baptisan Selam.


Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Kis 8:38-39.


Syarat-syarat dibaptis menurut Alkitab :

1) Iman. Baptisan bagi orang yang cukup dewasa untuk mengakui dosa. Tidak ada dalam Alkitab bahwa bayi dibaptis, karena bayi belum bisa mengaku dosa. Dan baptisan dilakukan ketika mengalami "kelahiran baru/kelahiran kembali" bukan pada waktu lahir (Yoh 3:3:5). Bukan berarti bayi dan anak-anak tidak bisa masuk kerajaan Allah, karena Yesus sendiri memberkati anak-anak yang dibawa oleh orangtuanya kepada Dia. “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalanghalangi mereka datang kepada-Ku,” kata Yesus, “sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” “Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ” (Mat. 19:14, 15). Orangtua yang teguh imannya akan membimbing anak-anak mereka, sebuah peranan yang sangat menentukan, membawa anak-anak itu ke dalam suatu perhubungan dengan Kristus sehingga mereka tiba kepada baptisan. 


Syarat baptisan adalah mengaku dosa dan percaya akan Penebusan Yesus di kayu salib. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Mat 3:6.


“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” (Mrk. 16:16). Hanya orang yang percaya akan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang dikorbankan untuk menebus dosa manusia yang bisa dibaptis. Dijaman Gereja mula-mula yang dibaptis adalah yang sudah mendengar dan percaya Injil (Kis 8:12, 18:8).


2) Pertobatan. Baptisan adalah tanda pertobatan dan ada buah-buah pertobatan. dibutuhkan ketulusan dan kesungguhan untuk berbalik dari manusia lama menuju kehidupan baru.


Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan,...Mat 3:11.


Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Kis 3:38


3) Belajar Kitab Suci

Dikarenakan Baptisan adalah lambang penerimaan ke dalam Jemaat Tuhan, maka orang yang mau dibaptis masuk dalam Pembelajaran Alkitab mempelajari Firman Tuhan. Belajar mengenai pokok-pokok iman. Satu iman dan satu baptisan. Tidak ada orang yang dibaptis yang tidak masuk dalam tubuh Kristus, yaitu Jemaat (Gereja). Kis 2:41,47.


sida-ida Ethiopia sedang membaca dan mempelajari Kitab Yesaya. Kis 27:27-39.


Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17.


Cuma ada satu iman dan satu baptisan (Efesus 4:5) Baptisan yang lain dari Alkitab adalah tradisi manusia yang tidak memiliki tempat di Alkitab. Ciri-ciri kesatuan yang diberikan Roh kudus dalam jemaat Allah ialah satu baptisan.


Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera, satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, Efesus 4:3-5.


Baptisan Air dan Pencurahan Roh Kudus

Gereja awal-awal juga pada umumnya mengalami pencurahan Roh Kudus ketika mereka dibaptis. Walau ada juga yang menerima pencurahan Roh Kudus sebelum mereka dibaptis air (Kis 10:47). Dan melalui pencurahan Roh Kudus, jemaat dipersiapkan untuk hidup bagi Allah,diberi kuasa untuk menjadi saksi Kristus (Kis 1:8), terlibat dalam pelayanan dengan karunia Roh Kudus yang diberikan kepada masing-masing jemaat untuk kepentingan bersama, untuk melayani Tuhan dan sesama.


Roh kudus yang dijanjikan kepada murid-murid dan juga orang percaya adalah hadiah terbesar yang bisa diterima oleh umat-Nya. Sebelum Dia terangkat ke surga Dia menjanjikan Roh Penghibur. Dan Roh Kudus ini sampai saat Yesus berbicara belum datang, karena Yesus belum dimuliakan (Yoh 7:39). Yesus yang adalah Anak Allah menjelma menjadi manusia, dan dalam kemanusiaan-Nya Yesus tidak bisa hadir di lebih dari satu tempat, Yesus sebagai Anak Manusia memiliki keterbatasan dalam tubuh fisiknya, oleh sebab itu adalah lebih baik Dia pergi dan terangkat ke surga (Yoh 16:7) supaya Roh Kudus yaitu Roh-Nya sendiri yang tidak terbatas bisa hadir dan memenuhi orang percaya dimana saja mereka berada. Roh kudus ini bukanlah Allah lain, yang biasa disebut Allah Roh dalam kepercayaan Allah Tritunggal (Trinity). Anda tidak akan menemukan didalam Alkitab frase Allah Roh, Alkitab secara jelas mengajarkan adanya Roh Allah, Roh-Nya, Roh Yesus, ataupun Roh Kristus. Yesus seringkali menyebut diri-Nya dalam bentuk orang ketiga seperti : Gembala Yang Baik, Anak Manusia dan sering memakai kiasan maupun perumpamaan. Ketika Yesus berjanji memberikan Penolong Yang Lain, yaitu Roh Kebenaran (Yoh 14:16-17), Dia sedang berbicara dengan kiasan seperti Dia berbicara tentang Gembala Yang Baik (Yoh 10). Yesus berkata Akulah gembala yang baik itu. Waktu Dia berbicara mengenai Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, Yesus sedang membicarakan mengenai diri-Nya sendiri, dibeberapa ayat sebelumnya Yesus menyatakan Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan (Yoh 14:16), dan di ayat 18 Yesus mengatakan Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Setelah Yesus menjanjikan Roh Penghibur dan apa yang Roh itu akan kerjakan di Yoh 16:16-24, pada ayat 25 Yesus menjelaskan bahwa Yesus berbicara dalam bentuk kiasan.


untuk lebih jelas mengenai Identitias Roh Kudus silahkan pelajari di link berikut :


https://www.tanyajawabalkitab.com/post/roh-allah-dan-roh-manusia 

https://www.tanyajawabalkitab.com/post/roh-allah-atau-allah-roh

https://www.tanyajawabalkitab.com/post/identitas-roh-kudus


kembali kepada Baptisan


Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Kis 2:38


Kami menyadari praktik baptisan di berbagai denominasi gereja berlainan, yang kami ingin kami sampaikan adalah apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan. Sebagai pengikut Kristus mari kita mengikuti teladan dan perintah Tuhan kita, bukan karena beban tapi karena kita mengasihi Dia. Mari bersatu dengan tubuh kristus, jemaat Tuhan, dalam satu iman dan satu baptisan.


Yesus mengasihi Anda dan Dia mengundang setiap orang untuk masuk ke dalam Tempat KudusNya. Dia bukan hanya ingin anda mengaku dosa dan percaya kepada Dia, tapi Dia juga ingin anda di baptis agar anda mengalami Kuasa Kebangkitan Kristus. Ketaatan memberikan akses kepada Roh kudus untuk bekerja didalam dan melalui hidup kita lebih lagi. Mari maju selangkah lagi mengikuti Anak Domba dan Imam Besar kita.


Dengan mempelajari Tempat Suci kita semakin memahami Proses keselamatan. Yesus hidup dalam perkemahan manusia, dia harus hidup tanpa dosa sebelum Dia menjadi korban sebagai Anak Domba Allah di Mezbah Pengorbanan, tetapi proses berlanjut karena tanpa Kebangkitan tidak ada pengampunan Dosa.


Ini adalah Pola ilahi yang Tuhan berikan.


Pola mana yang akan anda ikuti ?


Hubungi kami buat anda yang mau belajar Alkitab dan di baptis sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab.


Bersambung....

255 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA