• Three Angels Media

Bagian 3 : Injil & Bejana Pembasuhan (The Laver)

Diperbarui: 15 Agt 2020


Bejana Pembasuhan

Injil & Bejana Pembasuhan.


Setelah korban binatang dibakar maka selanjutnya imam akan membersihkan dirinya dari jejak kematian binatang dengan air di Bejana Pembasuhan. Ini adalah perabot ke-2 yang berada di pelataran luar tempat suci yang ditempatkan ditengah, diantara mezbah pengorbanan dan kemah suci yang terbuat dari tembaga untuk menampung air (Kel 30-17-21, Kel 38:8, Kel 40:7, Kel 40:30). Setiap imam yang ingin masuk ke dalam Bilik Kemah Suci (Ruang Kudus) harus membasuh dan membersihkan dirinya di bejana pembasuhan, kalau ini tidak dilakukan mereka bisa mati.


Lokasi Bejana Pembasuhan (Laver) berada ditengah antara Mezbah Pengorbanan dan Kemah Suci.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya. Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun." Keluaran 30:17-21.


Imam membasuh dan membersihkan dirinya di Bejana Pembasuhan

Ritual ini melambangkan Kebangkitan Yesus dan bagi orang percaya ini melambangkan upacara kudus yaitu Baptisan.


Bejana Pembasuhan melambangkan Kebangkitan Kristus.

Bejana pembasuhan regenerasi (washing regeneration) melambangkan kebangkitan Yesus di Pelataran Luar : Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Titus 3:4-5.


Injil merupakan rencana keselamatan seperti sebuah perjalanan, perhatikan apa yang dikatakan Rasul Paulus mengenai Injil Keselamatan :


Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati (anak domba dikorbankan di mezbah pengorbanan) karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan (bejana pembasuhan), pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 1Kor 15:2-7.


Roma 4:25: Yesus bangkit untuk pembenaran kita: “Sekarang kisah pembenaran Abraham ketika dia percaya kepada Allah tidak ditulis hanya untuk kepentingannya saja : tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Roma 4:24-25.


Orang Kristen biasanya berpikir bahwa kematian Yesus mengampuni dosa-dosa kita, tetapi tanpa kebangkitan, maka kematian Yesus adalah sia-sia, iman kita sia, tidak ada pengampunan dosa. 


Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 1 Kor 15:16-19.


Bejana Pembasuhan melambangkan Baptisan buat orang yang bertobat.

Setiap Perabot dalam Tempat Suci secara khusus diurapi dan dikuduskan (artinya dipisahkan) - Kel 40:19. Termasuk Bejana pembasuhan diurapi dan dikuduskan (Kel 40:11) untuk maksud yang khusus. Baptisan adalah Upacara Kudus, Yesus dibaptis bukan karena Dia berdosa tapi Dia merendahkan diriNya dan menyamakan diriNya seperti orang berdosa, Dia lakukan untuk memberi teladan agar menggenapkan seluruh kehendak Allah (Mat 13:5 versi KJV fulfill all righteousness = menggenapkan semua kebenaran). Orang yang datang kepada Yesus perlu merendahkan diri mengaku dosa kepada Anak Domba Allah dan juga menerima Baptisan. 


Baptisan, tanda hubungan selamat di dalam Yesus, menggambarkan sunat rohani. “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati” (Kol. 2:11, 12).


Haleluya Yesus bangkit pada hari minggu, tetapi Alkitab tidak mencatat hari minggu sebagai hari kudus atau sebagai ganti hari sabat kudus (baca artikel zona sabat). Baptisan adalah upacara kudus yang dipisahkan (dikuduskan) bukan sekedar untuk merayakan Kebangkitan Kristus, tapi untuk mengalami Kuasa Kebangkitan Yesus. Baptisan inilah yang diperintahkan oleh Alkitab untuk memperingati Kebangkitan Yesus, bukan peribadatan hari minggu. Peringatan bagi para imam (termasuk kita sebagai imamat yang kudus) apabila menajiskan hal-hal yang kudus dan buta membedakan mana yang kudus dan yang tidak kudus: 


Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka. Yehezkiel 22:6.