• Roy Pitoy

Mengapa Dosa Dibiarkan?



“Allah itu kasih adanya.” 1 Yohanes 4:16. Sifat, dan hukumNya adalah kasih. Hal itu senantiasa demikian dan akan selalu demikian. “Yang Mahatinggi dan Mahamulia yang mendiami tempat yang kekal,” yang “jalannya kekal,” tidak berubah. PadaNya “tidak ada perubahan dan tiada berbayang perubahannya,” Yesaya 57:15; Habakuk 3:6; Yakub 1:17. PB1 21.1

Setiap pernyataan kuasaNya dalam hal menciptakan adalah suatu pernyataan kasih yang tidak terbatas Pemerintahan Allah mencakup kelimpahan berkat kepada semua mahluk ciptaanNya. Pemazmur berkata, PB1 21.2

“Padamu adalah lengan yang berkuasa, dan tanganmu itu kuatlah adanya; tangan kananmu itu tinggi. Bahwa adalat dan hukum itulah alas arasymu adanya, maka kemurahan dan kebenaran itu mendahului hadiratmu. Pada sepanjang hari mereka itu bersukacita kelak akan namamu dan mereka itu diangkat tinggi-tinggi oleh kebenaranmu. Karena engkau juga kemuliaan kuatnya dan oleh keridlaanmu tanduk kami akan ditinggikan. Karena dari pihak Tuhan adalah perisai kita, dan dari pihak kesucian orang Israel adalah Raja kita.” Mazmur 89:14-19. PB1 21.3

Sejarah pertarungan yang hebat antara yang baik dan yang jahat, dari sejak mula pertama di sorga sampai ke akhir pemberontakan dan dihapuskannya dosa adalah juga satu pernyataan kasih Allah yang tidak berubah. PB1 21.4

Penguasa alam semesta tidaklah’sendirian dalam mengerjakan kebajikanNya. Ia mempunyai seorang pembantu—seorang yang bekerja sama yang dapat menghargai akan maksud-maksudNya, dan dapat ikut menikmati kesukaanNya dalam memberikan kebahagiaan kepada mahluk ciptaan, “Maka pada awai pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama Allah, dan Firman itulah juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah.” Yohanes 1:1, 2. Kristus, Kalam itu, Anak Allah yang tunggal, adalah satu dengan Bapa yang kekal—satu dalam sifat, dalam tabiat, dalam tujuan -satu-satunya oknum yang dapatturut serta dalam musyawarah serta maksud-maksud Allah. “Maka kebesaran pemerintahannya dan selamatnya akan tiada berkesudahan; maka tahta Daud serta kerajaannya akan ditetapkannya dan diteguhkannya dengan kebenaran dan keadilan daripada sekarang sampai selama-lamanya! Maka gairah Tuhan serwa sekalian alam akan melakukan perkara itu.” Yesaya 9:6. “Asalnya daripada purbakala, daripada awal zaman.” Mikha 5:1. Dan Anak Allah itu menyatakan tentang diriNya: “Bahwa Tuhan telah’ menaruh aku akan permulaan jalannya, dahulu daripada segala perbuatannya yang mula-mula. Bahwa aku telah dilantik dari selama-lamanya, yaitu dahulu daripada bumi ini jadi. Tatkala ditentukannya segala bumi ini, tatkala itu adalah aku serta dengan Dia seperti anak pemeliharaannya, dan tiap-tiap hari aku menjadi kesukaannya dan bermainmain senantiasa di hadapan hadiratNya.” Amsal 8:22, 23, 29, 30. PB1 21.5

Allah Bapa bekerja melalui AnakNya di dalam menciptakan segenap mahluk sorga. “Karena di dalam Dia sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, baik perintah, baik penguasa, baik kuasa; maka segala sesuatu oleh Dia dan bagi Dia.” Kolose 1:16. Malaikat-malaikat adalah pelayanpelayan Allah yang bermandikan cahaya yang senantiasa terpancar dari hadiratNya dan dengan sayapnya terbang cepat untuk melaksanakan kehendakNya. Tetapi Anak Allah yang diurapi oleh Tuhan, “zat Allah yang kelihatan,” “cahaya kemuliaannya,” “Yang menanggung segala sesuatu dengan firman kuasanya,” memegang pemerintahan di atas semuanya. Ibrani 1:3. “Suatu tahta kemuliaan, suatu ketinggian daripada mulanya,” adalah tempat kaabahNya (Yermia 17:12); “Satu tongkat kebenaran,” tongkat kerajaanNya. Ibrani 1:8. “Hormat dan kemuliaan adalah di hadapan hadiratnya, keindahan dan perhiasan dalam tempatnya yang suci.” Mazmur 96:6. “Rahmat dan kebenaran berjalan di hadapannya.” Mazmur 89:14. PB1 22.1

Hukum kasih adalah dasar pemerintahan Allah. Kebahagiaan semua mahluk yang berpikir bergantung atas keselarasan yang sempurna terhadap prinsip-prinsip kebenaranNya yang agung itu. Tuhan menghendaki dari semua mahluk ciptaanNya pelayanan kasih—pelayanan yang timbul dari rasa penghargaan akan tabiatNya. Ia tidak menyukai suatu penurutan yang terpaksa; dan kepada semua Ia telah memberikan kebebasan untuk memilih, agar mereka dapat memberikan pelayanan yang bersifat sukarela. PB1 22.2

Selama semua mahluk ciptaan menyatakan kesetiaan yang penuh kasih, maka terdapatlah keselarasan yang sempurna di seluruh alam semesta. Segenap penduduk sorga bergembira memenuhi tujuan Khalik mereka. Mereka suka memantulkan kemuliaanNya dan menyatakan pujianNya. Dan sementara kasih kepada Allah adalah yang terutama, lalu kasih seorang dengan seorang bersifat tulus dan tidak mementingkan diri sendiri. Di sana tidak ada nada yang sumbang yang mengganggu keselarasan alam semesta. Tetapi suatu perubahan telah terjadi terhadap keadaan yang berbahagia ini. Ada seorang yang telah menyalah-gunakan kebebasan yang telah diberikan Tuhan kepada mahluk ciptaanNya. Dosa berasal dari dia, yang setingkat lebih rendah dari Kristus, dan yang paling dihormati oleh Tuhan dan yang tertinggi dalam kuasa dan kemuliaan di antara penduduk sorga. Lucifer, “bintang fajar,” adalah yang terutama dari antara kerubiun, suci tak bernoda. Ia berdiri di hadirat Khalik yang agung dan cahaya yang menyelubungi Allah yang kekal itu terpancar kepadanya. “Hai anak Adam! angkatlah olehmu akan sebiji ratap akan raja Tsur, katakanlah kepadanya: Demikianlah firman Tuhan Hua: Bahwa dahulu engkaulah meterai kesempurnaan, penuh dengan budi dan sempurnalah keelokanmu! Engkaupun adalah di dalam Eden, taman Allah itu, tudungmu dari pelbagai permata yang indah-indah seperti akik dan zabarjad dan intan, firuzah, unam dan yasyib, nilam, zamrud dan yakut emas; engkau selalu disertai bunyi rebana dan bangsi; pada hari engkau naik raja maka segala perkara itu ditentukan bagimu. Engkaulah seorang kerubiun yang berkembang sayapnya dan yang menaungi, dan telah kutaruh akan dikau di atas sebuah bukit yang suci; engkau laksana seorang dewa serta berjalan di antara permata gemerlapan. Tiada berkecelaan engkau dalam segala jalanmu, daripada hari engkau naik raja sampai kepada masa didapati akan perbuatan jahat di dalammu.” Yehezkiel 28:12-15. PB1 22.3

Sedikit demi sedikit Lucifer memanjakan keinginan untuk meninggikan diri. Alkitab berkata, “Bahwa hatimu sudah membesarkan dirinya sebab keelokanmu, maka budimu sudah kau permalukan dengan kebesaran kemuliaanmu, sekarang kucampak engkau ke bumi, dan kuserahkan dikau kepada raja-raja akan suatu tamasya kepadanya.” Yehezkiel 28:17. “Katamu di dalam hatimu demikian: Bahwa aku hendak naik ke langit, aku hendak meninggikan tahtaku di atas segala bintang Allah, dan duduk di atas bukit perhimpunan pada pihak utara. Bahwa aku hendak naik tinggi daripada awan-awan dan menyamakan diriku dengan Yang Mahatinggi.” Yesaya 14:13, 14. Sekalipun segenap kemuliaannya itu berasal dari Tuhan, malaikat yang berkuasa ini merasa bahwa itu datang dari dalam dirinya sendiri. Tidak puas dengan kedudukannya, sekalipun dihormati di atas segenap penduduk sorga, ia mencoba untuk merebut kehormatan yang hanya layak bagi Khalik saja. Gantinya berusaha agar menjadikan Allah terutama di dalam kasih dan kesetiaan seluruh mahluk kejadian, ia mencoba untuk mengalihkan pelayanan dan kesetiaan mereka kepada dirinya sendiri. Merasa ingin akan kemuliaan yang Allah Bapa telah tanamkan di dalam AnakNya, penghulu malaikat ini telah bercita-cita untuk memperoleh kuasa yang merupakan hak mutlak Kristus.- PB1 23.1

Sekarang keselarasan yang sempurna di dalam sorga telah dirusak. Kecenderungan Lucifer untuk melayani diri gantinya melayani Khaliknya telah menimbulkan perasaan cemas di antara mereka yang berpendirian bahwa kemuliaan Allah haruslah yang terutama. Di dalam persidangan sorga malaikat-malaikat mencoba untuk meyakinkan Lucifer. Anak Allah menyatakan kepadanya kebesaran, kebajikan dan keadilan Khalik itu, dan juga sifat dari hukumNya yang kekal dan suci. Allah sendiri telah menetapkan peraturan di sorga; dan dengan berpaling daripadanya, Lucifer tidak menghormati Pendptanya dan membawa kehancuran kepada dirinya sendiri. Tetapi amaran yang diberikan di dalam rahmat dan kasih yang tidak terbatas itu, hanyalah membangkitkan suatu roh perlawanan. Lucifer membiarkan rasa cemburunya terhadap Kristus merajalela dan ia menjadi lebih nekad lagi. Untuk menyanggah kekuasaan Anak Allah, yang juga berarti menantang kebijaksanaan serta kasih Khalik itu, telah menjadi tujuan penghulu malaikat ini. Untuk maksud inilah ia, yang setingkat saja lebih rendah daripada Kristus, tertinggi di antara mahluk ciptaan Tuhan, telah mencurahkan segenap daya pemikirannya. Tetapi Ia yang menghendaki kebebasan berpikir dari semua mahlukNya tidak membiarkan seorangpun tanpa amaran terhadap tipu daya yang menyesatkan oleh mana pemberontak berusaha membenarkan dirinya. Sebelum pertarungan besar itu terbuka, semua harus sudah memiliki pengertian yang jelas akan kehendak Dia yang hikmat dan kebajikanNya merupakan sumber segala kebahagiaan mereka. PB1 24.1

Raja alam semesta memanggil segenap penduduk sorga, agar di hadapan mereka Ia dapat menetapkan kedudukan yang sebenarnya daripada AnakNya dan menunjukkan hubungan yang ada antara Dia dengan semua mahluk ciptaan. Anak Allah ikut serta dalam pemerintahan Bapa, dan kemuliaan Allah yang kekal menyelubungi keduanya. Di sekeliling tahta Allah berhimpun malaikat-malaikat yang tiada terhitung banyaknya—”sepuluh ribu dan beribu-ribu” (Wahyu 5:11), malaikat-malaikat yang tertinggi, sebagai pelayan dan bawahan, bersukacita di dalam terang yang terpancar kepada mereka dari hadirat ilahi. Di hadapan perhimpunan penghuni sorga itu Raja mengumumkan bahwa tiada seorangpun kecuali Kristus, Anak Allah yang tunggal itu, dapat ikut serta dalam maksudmaksudNya, dan kepada Dia diberikan kuasa untuk melaksanakan kehendakNya. Anak Allah telah melaksanakan kehendak Bapa dalam penciptaan segenap penduduk sorga; dan kepada Dia, sebagaimana kepada Allah, hormat dan kesetiaan harus dinyatakan. Kristus tetap menggunakan kuasa ilahi dalam menciptakan bumi dan penghuninya. Tetapi di dalam semuanya itu Ia tidak berusaha mencari kuasa dan kemuliaan bagi diriNya sehingga bertentangan dengan rencana Tuhan dan Ia mengutamakan kemuliaan Bapa serta melaksanakan maksud-maksudNya yang penuh kasih dan kebajikan. PB1 24.2

Malaikat-malaikat dengan penuh kesukaan mengakui pemerintahan Kristus dan menyembah sujud di hadapanNya serta menyatakan hormat dan kasih mereka. Lucifer sujud bersama mereka, tetapi di dalam hatinya terdapat suatu pergumulan hebat yang aneh. Kebenaran, keadilan dan kesetiaan bergumul melawan iri hati dan cemburu. Pengaruh malaikatmalaikat suci untuk sementara waktu kelihatannya membawa dia kembali bersama mereka. Apabila lagu-lagu pujian dinyanyikan dengan alunan yang merdu, menggema oleh ribuan suara yang riang gembira, roh jahat itu kelihatannya hilang lenyap; kasih yang tak terkatakan mengharukan segenap hatinya; jiwanya terpaut kepada keselarasan dengan malaikat-malaikat yang tiada berdosa dan kasih kepada Bapa dan Anak. Tetapi lagi-lagi ia dipenuhi oleh kesombongan akan kemuliaan dirinya. Keinginannya untuk memerintah timbul kembali, dan kecemburuan terhadap Kristus sekali lagi dimanjakan. Kehormatan yang tinggi yang sudah diberikan kepada Lucifer tidak dihargai sebagai pemberian Allah yang istir. ’ewa dan oleh sebab itu tidak ada rasa terima kasih kepada Khaliknya. Ia merasa angkuh dengan kemuliaan serta kehormatan yang ada padanya dan ingin menjadi setara dengan Allah. Ia dikasihi serta dihormati oleh penghuni sorga, malaikat-malaikat merasa senang untuk melaksanakan perintahnya, dan ia dipenuhi oleh hikmat dan kemuliaan yang melebihi semuanya. Tetapi Anak Allah itu ditinggikan lebih daripadanya, menjadi satu di dalam kuasa dan wewenang dengan Bapa. Ia mengambil bahagian di dalam permusyawaratan dengan Bapa, sedangkan Lucifer tidak turut serta dalam menetapkan maksudmaksud Allah. “Mengapa,” tanya malaikat yang berkuasa ini, “Kristus harus memegang pemerintahan? Mengapa Ia dihormati lebih daripada Lucifer?” PB1 25.1

Sambil meninggalkan tempatnya yang berada di hadirat Allah Bapa, Lucifer pergi menyebar-luaskan ketidak-puasan di kalangan malaikat-malaikat. Ia bekerja dengan tersembunyi dan untuk sementara waktu menutupi maksud yang sebenarnya dengan berpura-pura hormat kepada Allah. Ia mulai menanamkan kebimbangan akan hukum yang memerintah mahlukmahluk sorga, dengan mengatakan bahwa sekalipun hukum diperlukan oleh penduduk dunia, malaikat-malaikat yang lebih mulia tidak memerlukan peraturan-peraturan seperti itu, karena kebijaksanaan mereka sendiri sudah merupakan penuntun yang cukup. Mereka bukanlah mahlukmahluk yang dapat mendatangkan kehinaan kepada Tuhan; segenap pikiran mereka suci; sebagaimana Allah mustahil berbuat salah begitu juga mereka. Penghormatan terhadap Anak Allah sebagai yang setara dengan Allah Bapa dianggap sebagai suatu ketidak-adilan terhadap Lucifer, sebagaimana yang dinyatakannya, ia juga berhak untuk memperoleh kemuliaan dan kehormatan. Jikalau saja penghulu malaikat ini memperoleh kedudukan yang sebenarnya maka manfaat yang besar akan terasa kepa