• Three Angels Media

Bagian 1 : Pola Perjanjian Baru & Tempat Suci - Injil & Perkemahan

Pola Perjanjian Baru & Tempat Suci 

​​

Bagian I - Injil dan Perkemahan


Tahukah anda bahwa penulisan dan penyusunan 27 Kitab Perjanjian baru (PB) ternyata mengikuti Pola Tempat Suci (Sanctuary) ? Kitab-kitab PB tidak berdiri sendiri, semua cerita, perumpaan, pengajaran maupun simbol-simbol di PB berasal dari Perjanjian Lama (PL). Semua penulis PB bahkan perkataan Yesus sendiri mengutip dari PL. Ini tidak mengherankan karena Roh Kudus yang sama yang menginspirasi penulis di PL dan PB. 

Kalau kita memperhatikan secara seksama dari ke-4 kitab pertama yaitu Injil Mat, Mar, Luk dan Yoh, Kisah para rasul dan surat-surat para Rasul dan Wahyu mengikuti pola ilahi Tempat Suci yang merupakan cetak biru rencana keselamatan. Sebuah Pola yang diberikan kepada Musa, mencontoh dari tempat suci surgawi.

Pelajaran mengenai Tempat Suci sangatlah penting karena mengambarkan pelayanan Yesus dibumi dan pelayananNya di Tempat Suci Surgawi. 27 Kitab Perjanjian Baru dan tentu semua Kitab Perjanjian Lama, serta Tempat suci semua berpusat kepada Yesus Kristus.


Manfaat mempelajari Tempat Suci :

* Memahami pengertian yang benar akan rencana keselamatan, akan apa yang Yesus lakukan bagi kita dan bagi dunia.

*Mempersiapkan umat Tuhan akan kedatangan Yesus yang kedua

*Memperingatkan akan adanya penghakiman dan bahaya penyesatan. Tempat Suci memberikan gambaran yang jelas akan Injil yang sejati sehingga kita dapat membedakan yang asli dan yang palsu.

*Memberikan petunjuk dimana kita sekarang dalam nubuatan terutama kitab Daniel dan wahyu

*Memberikan kepastian akan Kemenangan Anak Domba dan umat Tuhan yang sisa yang memegang perintah Tuhan dan memiliki iman Yesus

*Memberikan pengertian akan akhir dari dosa

*Memberikan sukacita dan kedamaian bahwa Yesus yang memegang kendali sejarah umat manusia

*Membawa kita kepada pengenalan akan Tuhan Yesus lebih mendalam.


sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Maz 73:17.


Tuhan rindu untuk tinggal bersama ciptaanNya. Tapi dosa membuat pemisahan antara Allah dengan manusi ; rencana keselamatan dibuat dalam majelis surgawi jauh sebelum manusia jatuh dalam dosa. Supaya ketika manusia jatuh dalam dosa, mereka bisa kembali tinggal bersama-sama dengan Allah. Dan rencana ini diungkapkan Tuhan melalui Tempat Suci (kudus).


Dan mereka harus membuat tempat kudus (sanctuary) bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Kel 25:8.


Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci (tabernacle) dan sebagai contoh (Pattern = Pola) segala perabotannya, demikianlah harus kamu

membuatnya."Kel 25:9.


Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh  (Pattern = Pola) yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." Kel 25:40.


Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." Ibrani 8:5


Kitab Ibrani & Wahyu menunjukkan bahwa Tempat Suci dan Kemah Suci sejati ada di Surga, yang ada di bumi di bangun berdasarkan Pola sejati yang ada di surga, yang tidak dibangun oleh tangan manusia (Ibrani 9:11). Bahkan Tabut Perjanjian Sejati yang di dalamnya ada 10 Hukum Allah berada di surga. 


Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Wahyu 11:9


Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci--kemah kesaksian--di sorga. Wahyu 15:5. 


Tur Kerumah Mesias.

Ada masalah kosmik yang besar, ada kontrovesi antara Iblis dengan Yesus, dan semua alam semesta menyaksikan bagaimana Allah menyelesaikan masalah dosa ini dengan proses langkah demi langkah. Dan kalau saya tanya langkah mana dalam proses ini maka kebanyakan orang kristen mungkin akan menjawab; Salib! Peristiwa Salib sangatlah penting, tapi setiap langkah dari proses menyelesaikan masalah dosa juga sangat penting. Salib tidak akan ada artinya apabila Yesus jatuh dalam pencobaan semasa hidup sebagai manusia, dan kematian Yesus juga tidak akan ada faedahnya kalau tidak ada kebangkitan, dan seterusnya. Masalah dosa tidak berhenti di Salib, pelayanan Yesus masih berlanjut di surga sebagai pengantara, dan sebagai Imam besar. 

     Inilah langkah-langkah yang menjadi Rencana Keselamatan yang cetak birunya ada didalam denah Tempat Suci (Sanctuary) dan kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dan disusun secara ajaib mengikuti pola ini :

1) Perkemahan : Kehidupan Yesus sebagai Anak Manusia menenun Jubah Kebenaran yang sempurna.

2) Mezbah Pengorbanan : Kematian Yesus di kayu salib membayar upah dosa.

3) Bejana Pembasuhan : Yesus bangkit untuk memenuhi fungsi Dia selanjutnya. Imam yang masuk kedalam ruang kudus harus membersihkan dirinya dengan air yang tersedia di bejana pembasuhan, membersihkan dirinya dari jejak-jejak kematian yang berada di Mezbah Pengorbanan. Ini juga melambangkan baptisan untuk orang percaya setelah mereka mengaku dosa dan memperoleh pengampunan oleh karena iman. Baptisan melambangkan kematian, penguburan, dan kebangkitan menuju kehidupan yang baru. 

Ketiga proses awal ini dicatat dalam ke-4 injil (Mat,Mar,Luk,Yoh) dan terjadi di bumi dalam Pelayanan Yesus di Perkemahan dan Pelataran.

4) Ruang Kudus

Sesudah Yesus naik ke surga, maka tugas selanjutnya adalah sebagai imam yang melayani di bait suci surgawi di ruang kudus. Dan ini terjadi pada tahun 31 Masehi. Dan sesuai janjiNya, Ia mengirim Roh Kudus. Kitab Para Rasul sampai dengan Yudas menggambarkan bagaimana bagaimana para rasul menerima Roh Kudus, dan dikuti oleh para murid yang lain bahkan sampai kepada bangsa-bangsa lain. Pekerjaan Roh Kudus menyertai gereja mula-mula dengan kuasa, karunia rohani dan tanda-tanda ajaib. 

Yesus naik ke surga memulai pelayananNya sebagai Imam seperti imam lewi yang melayani di ruang kudus setiap hari, dan secara simultan mempersiapkan meja roti sajian (melambangkan firman Tuhan), menjaga api kaki dian atau kandil tetap menyala (melambangkan kesaksian), Mezbah Pembakaran Ukupan (melambangkan doa orang-orang kudus). Yesus menjadi perantara untuk setiap individu yang memperoleh manfaat pendamaian. Rasul Yohanes menerima Wahyu dan dia melihat Anak Manusia berada ditengah-tengah tujuh kaki dian di bait suci di surga lengkap dengan pakaian imam (ini adalahperabot  yang ada di kemah suci). Yesus sedang memulai pelayanannya di ruang kudus.

5) Ruang Maha Kudus : Yesus memulai fase pelayanan sebagai Imam Besar di Bait Suci di Surga di mana Tabut Perjanjian sejati berada (Wahyu 11:1) dan memulai proses pemeriksaan/pengujian dari ketulusan orang-orang yang bertobat. Proses Penghakiman yang dimulai dari umat Tuhan seperti proses Hari Pendamaian dimana Imam besar masuk 1 tahun sekali ke Ruang Maha Kudus memulai proses pembersihan tempat suci. Memenuhi penggenapan Nubuatan di Kitab Daniel 8:14 KJV : …sampai lewat dua ribu tiga ratus hari (2300); lalu tempat kudus (sanctuary) akan dibersihkan. 

6) Pelataran luar : Yesus membuang dosa dengan menaruhnya kepada pencetus dan pelaku dosa yaitu Iblis.

7) Perkemahan : Yesus kembali ke perkemahan untuk hidup bersama umatNya selama-lamaNya (Wahyu 20:9 KJV menyebutnya Perkemahan Orang Kudus).

Injil & Tempat Suci - Injil & Perkemahan

​​


Menurut Kitab Bilangan 1-3 Tempat Suci di jaman Musa di padang gurun dikelilingi oleh perkemahan Israel, dihuni oleh suku-suku Israel di ke-4 mata angin : Utara, Timur, Selatan dan Barat. Dimana 12 suku Israel berkemah agak menjauh mengelilingi Kemah Suci, sedangkan orang-orang lewi berkemah disekeliling Kemah Suci lebih dekat kepada Kemah Suci, Musa dan Harun berada paling dekat dengan pintu masuk di sisi timur Kemah Suci. Pengaturan Perkemahan Israel di padang gurun bukanlah perkemahan nomaden biasa, ini dirancang secara khusus untuk maksud ilahi menurut pola surgawi untuk menggambarkan Rencana Keselamatan. Seperti sebuah organisasi militer, dimana Israel menjadi pasukan Allah, dan Allah menjadi Raja mereka. Kemah Suci menjadi pusat perekonomian, militer dan penyembahan bangsa Israel.

Di Timur : Suku Ishakar, Suku Zebulon dan Suku Yehuda sebagai pemimpin dengan Panji berlambang Singa.

Di Selatan : Suku Simeon, Suku Gad, dan Suku Ruben sebagai pemimpin dengan Panji berlambang manusia (pria).

Di Barat : Suku Manasye, Suku Benyamin, dan Suku Efraim sebagai pemimpin dengan panji berlambang lembu jantan.

Di Utara: Suku Asyer, Suku Naftali, dan Suku Dan sebagai pemimpin dengan panji berlambang Elang.

Bani Lewi menurut kaum-kaumnya : Perkemahan Gerson dan kaumnya disebelah barat, Kehat disebelah selatan, Merari disebelah Utara.

Musa, Harun serta anak-anaknya berkemah paling dekat di depan Kemah Suci disebelah timur.


Yang menarik para ilmuwan Alkitab melambangkan ke-4 injil dengan simbol yang sama dengan panji-panji ke-4 suku Israel di ke-4 mata angin. Injil Markus berlambang Singa, Injil Matius berlambang Manusia (Pria), Injil Lukas berlambang Lembu jantan dan Injil Yohanes berlambang Elang. Ke-4 lambang binatang ini sebenarnya merupakan ke-4 mahluk surgawi yang mengelilingi takhta Allah yang digambarkan Rasul Yohanes di Kitab wahyu 4:6-11 :

Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Penglihatan Nabi Yehezkiel juga menjelaskan mengenai ke-4 mahluk surgawi ini di Yehezkiel 1.


Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menggambarkan mengenai kelahiran, kehidupan, kematian, penguburan, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus. Yesus yang adalah Tuhan berinkarnasi menjadi manusia dan hidup ditengah-tengah perkemahan manusia. Dia menjalani kehidupanNya sebagai manusia, mengajarkan dan memberi teladan ketaatan yang sejati kepada Allah dengan menuruti perintah-perintah BapaNya. Dia harus hidup tak bercacat cela, dan sempurna tanpa dosa sebagai manusia ditengah-tengah perkemahan manusia, supaya darah Kristus di kayu salib bisa diterima untuk pengampunan dosa, satu kali untuk selamanya. HidupNya di bumi merupakan contoh bagi setiap orang percaya bagaimana kita juga bisa taat melalui anugerah dan kekuatanNya, sama seperti Kristus taat, bahkan taat sampai kepada kematian. 

    Sejak orang tua pertama kita (adam & hawa) jatuh ke dalam dosa, mereka telah kehilangan kemuliaan Allah. Cahaya kemuliaan yang menjadi pakaian mereka sirna, dan sebagai konsekuensi pertama atas dosa ialah mereka telanjang (Kej 3:7-8). Tindakan mereka untuk membuat pakaian bagi diri mereka sendiri untuk menutupi diri mereka adalah tindakan kebanyakan orang tanpa Yesus, yang berusaha memperoleh pembenaran dengan usaha mereka sendiri. Tuhan memperkenalkan sistem pengorbanan binatang untuk menutupi ketelanjangan mereka. Untuk pertama kalinya manusia melihat konsekuensi dosa yaitu kematian, adam harus menyembelih binatang dengan tangannya sendiri dan melihat darah tercurah.  Agar Tuhan bisa membuat kulit binatang menjadi pakaian manusia untuk menutupi ketelanjangan mereka, binatang itu harus disembelih, adam harus menyembelih dengan tangannya sendiri, untuk pertama kalinya manusia melihat darah yang tercurah karena dosa mereka, ini adalah bayangan atas Pengorbanan Yesus. Pengorbanan Yesus menutupi dosa manusia, tapi sebelum dikorbankan,  binatang itu haruslah tidak bercacat, Yesus haruslah tanpa cacat, Dia harus hidup benar tanpa dosa sebagai manusia. Dia menenun Jubah Kebenaran. Dia adalah Tuhan Kebenaran Kita (Yeremia 23:6 ; 33:15-16 KJV), Dia memakaikan KebenaranNya atas kita, menutupi ketelanjangan kita. Dan kebenaranNya ini kita peroleh karena iman, secara cuma-cuma karena penebusan dalam Yesus Kristus. Jadi tidak ada seorangpun baik di PL maupun di PB yang bisa bermegah karena pekerjaan mereka, semua hanya karena iman. Roma 3:21-27.

Kami percaya tanpa kebenaran Yesus Kristus tidak ada seorangpun yang bisa berdiri dihadapan Allah Yang Kudus. Nabi Yesaya mengatakan: Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Yes 64:6. 

Seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Roma 3:10.

Hanya Yesus yang benar (Yoh 14:6), Firman Tuhan adalah kebenaran (Yoh 17:17) dan TauratMu (hukumMu KJV) adalah benar (Mazmur 119:142).

     Kita tidak memiliki kebenaran yang berasal dari diri sendiri untuk memenuhi klaim hukum Tuhan yang sempurna, hanya Kebenaran Kristus yang diperoleh dari iman yang diperhitungkan kedalam diri kita yang membuat kita layak untuk datang ke tahta kasih karunia-Nya. Barulah kehidupan yang taat yang didorong karena kasih bisa diterima oleh Allah. Jadi ini adalah urutannya : pembenaran karena Iman, dan kemudiaan ketaatan karena kasih kepada perintah-perintah-Nya.

       Kembali kepada Tempat Kudus, binatang yang dikorbankan dan imam yang bertugas haruslah tanpa cacat. Dan Yesus adalah korban sekaligus imam yang yang tanpa cacat.

Yohanes 1:14: Yesus datang untuk tinggal bersama kami di perkemahan manusia : “Dan Firman itu menjadi manusia dan “diam/tinggal” [ kata yang sama dwelt = tabernacle = kemah Suci] di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


Perjanjian Lama : Korban dan Imam harus tanpa cacat

Imamat 22: 19-22: Korban yang tidak bercacat ;  “..maka supaya TUHAN berkenan akan kamu, haruslah persembahan itu tidak bercela dari lembu jantan, domba atau kambing.Segala yang bercacat badannya janganlah kamu persembahkan, karena dengan itu TUHAN tidak berkenan akan kamu.Juga apabila seseorang mempersembahkan kepada TUHAN korban keselamatan sebagai pembayar nazar khusus atau sebagai korban sukarela dari lembu atau kambing domba, maka korban itu haruslah yang tidak bercela, supaya TUHAN berkenan akan dia, janganlah badannya bercacat sedikitpun.Binatang yang buta atau yang patah tulang, yang luka atau yang berbisul, yang berkedal atau yang berkurap, semuanya itu janganlah kamu persembahkan kepada TUHAN dan binatang yang demikian janganlah kamu taruh sebagai korban api-apian bagi TUHAN ke atas mezbah.

Imamat 21: 16-21: Imam yang tidak bercela: TUHAN berfirman kepada Musa:"Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,orang yang patah kakinya atau tangannya,orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.

Keluaran 12: 5: Domba Paskah tanpa cacat: Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.


Penggenapan di Perjanjian Baru : Korban Binatang dan Imam yang tidak bercacat

1 Petrus 1: 18-20: Yesus adalah Anak Domba yang tidak bercela: “. . .Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

Ibrani 4:15: Yesus adalah Imam tanpa cacat: “Melihat bahwa kita memiliki Imam Besar agung yang telah melewati langit, Yesus Anak Allah, mari kita berpegang teguh pada pengakuan kita. Karena kita tidak memiliki Imam Besar yang tidak dapat bersimpati dengan kelemahan kita, tetapi dalam semua hal dicobai seperti kita, namun tanpa dosa. Karena itu marilah kita dengan berani naik ke tahta kasih karunia sehingga kita dapat memperoleh belas kasihan dan menemukan kasih karunia untuk membantu pada saat dibutuhkan. ”

Ibrani 7:25: Yesus adalah Imam yang tidak bercela: “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Yohanes 19: 6: Pilatus tidak menemukan kesalahan dalam dirinya: Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."

Pekerjaan Yesus di perkemahan manusia adalah untuk setiap manusia yang hidup ; jubah kebenaran yang ia kenakan tersedia untuk orang yang mau datang mengaku dosa dan percaya kepadaNya.



Bersambung....

Bagian ke-2 Injil dan Mezbah Pengorbanan.

168 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA