• Roy Pitoy

SUKACITA

“Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita” Filipi 1:4.

#Sukacita adalah suatu perasaan menyenangkan yang timbul karena sesuatu hal. Seringkali muncul karena pengharapan atau keinginan kita akan sesuatu tercapai. Perasaan yang sangat indah ini begitu menyenangkan sehingga menjadi salah satu hal yang ingin dirasakan semua orang. Sumber sukacita kita kerap kali beragam, dan kebanyakan berhubungan dengan kepuasan diri. Keberhasilan mencapai suatu tujuan. Keberhasilan memiliki hal yang sangat diinginkan. Tanpa kita sadari Setan berhasil membuat kita “bersukacita” oleh karena hal-hal sementara yang mudah binasa. Dalam Mat 2:10, orang-orang Majus sangat bersukacita atas kelahiran bayi #Yesus. Bayi yang mereka hanya kenal melalui pembelajaran akan kitab-kitab. Dalam Fil 1:4 Paulus berdoa dengan penuh sukacita dan bersyukur dalam penjara oleh karena persekutuan umat percaya di Filipi yang berada dalam kebenaran. Kota samaria bersukacita karena pekabaran injil dari FIlipus (Kis 8:8).


Alkitab jelas menyatakan, bahwa sukacita yang sebenarnya bersumber dari Tuhan. Rom 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”. Rom 15:13 “Semoga Allah sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan”. Gal 5:22 “Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”.



Sukacita murid-murid berasal dari kebangkitan Yesus (Mat 28:8; Luk 24:41). Hal itu memberikan bukti dan pengharapan kepada mereka. Tidak ada hal yang lebih melegakan dan membahagiakan ketika mengetahui bahwa Yesus yang berjalan, makan dan minum bersama mereka di dunia adalah #Mesias, adalah Tuhan, yang menciptakan dunia ini. Segala kesusahan mereka menjadi tidak ada artinya, karena mereka tahu bahwa Pencipta bersama mereka. Sukacita itu menjadi penuh oleh Roh Kudus.


Sukacita Paulus, Orang Majus, Kota Samaria, Murid-murid adalah sukacita akan hal-hal yang tidak dapat binasa. Sukacita akan pekabaran injil keselamatan, sukacita akan pengharapan di dalam Yesus.


Sukacita memiliki mobil baru akan segera berganti dukacita ketika mobil tersebut ditabrak oleh orang lain. Karena mobil, pekerjaan, posisi di dunia, adalah hal yang dapat binasa. Namun sukacita dalam Yesus, dalam Firman-Nya, dalam pekerjaan-Nya, dalam hal-hal yang tidak dapat binasa, maka tidak ada yang bisa mengambilnya dari kita. Yesus sudah mati dan bangkit juga naik ke surga. Firman-Nya kekal dan abadi selamanya. Siapa yang bisa mengambil-Nya darimu? Tidak ada. Kecuali kita sendiri yang meninggalkan-Nya dan menggantinya dengan hal-hal dunia, dan ketika hal-hal duniawi ini binasa, kita menangis dan berdoa memohon kepada-Nya. Ia berdiri dan menunggu bukan untuk memberikan permintaan-permintaan kita akan hal-hal yang dapat binasa, namun untuk memberikan diri-Nya sendiri untuk tinggal di dalam kita supaya sukacita kita menjadi penuh.

70 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Dapatkan pemberitahuan langsung ke email Anda

setiap kami menerbitkan artikel terbaru

  • Facebook Social Icon
  • Instagram
  • YouTube
  • 2b926d_8338b6857b6e46a3a5d467e1ce88e42a_mv2

©2017 THREE ANGELS MEDIA

JAKARTA, INDONESIA